Menjemput Maaf Istriku

Menjemput Maaf Istriku
Maafkan aku, istriku.. End


__ADS_3

Kezia dan ketiga anaknya segera berjalan ingin keluar dari ruangan itu tetapi tertahan saat mendengar suara Dimas dia atas podium sana.


Ia memegang Mic dan menatap di mana Kezia dan ketiga anaknya berjalan dan menjauhinya.


"Kezia Rahmawati Puteri Ar Reza sampai kapanpun aku tidak akan menjatuhkan talak padamu! Satu langkah kamu berani keluar dari ruangan ini. Maka aku sebagai suami sah mu, tidak ridho padamu!"


Deg!


Deg!


Kaki Kezia terpaku ditempat saat mendengar ucapan Dimas untuknya. Ketiga anaknya mendongak melihat sang mami yang kini terpaku dengan mata terpejam.


Tubuhnya bergetar. Ketiga anaknya segera memeluk tubuhnya dengan erat. Kezia menangis lagi. Begitu pun dengan ketiga anaknya.


Dimas melangkah turun perlahan dari podium menuju dimana Kezia berada.


"Aku tahu.. Sebagai suami aku belum bisa membahagiakanmu. Yang bisa ku berikan padamu hanya rasa sakit dan kecewa yang kamu dapatkan berulang kali dariku. Tapi aku ingin jujur padamu. Selama aku tinggal di London, tidak pernah sekalipun aku melupakan mu. Setiap hari dan setiap saat aku selalu mengingatmu dan ketiga anak kita."


"Aku sengaja pergi darimu karena keinginanmu yang menginginkan ku pergi. Tapi percayalah.. Jika hati ini sakit saat berpisah darimu. Kamu hidupku Kezia.. Mana mungkin aku bisa melupakan mu begitu saja dan menggantikan mu dengan wanita lain.. Itu tidak mungkin terjadi Key.. Selamanya hanya kamu. Satu untuk selamanya. Takdir ku hanya kamu bukan yang lain.."


"Aku sangat mencintaimu Kezia Rahmawati Putri Alamsyah. Sangat! Sampai rambut ini memutih, gigi ini rontok dan juga tulang ku menjadi renta.. Maka selama itu aku akan mencintaimu. Hanya kamu . Satu untuk selamanya. Istri dunia dan akhiratku hanya kamu Kezia.. Hanya kamu.. Maafkan aku, istriku.. Maafkan aku, suami bodohmu ini yang selalu saja membuat salah dan selalu membuatmu kecewa.. Hiks.. Maafkan aku, istriku.. Maafkan semua kesalahanku dimasa lalu dan saat ini.."


"Hiks.. Sungguh. Tidak ada niatku sedikitpun untuk menduakan mu Key.. Demi Allah, sayang! Aku berani bersumpah! Hiks.. Maafkan aku, istriku.. Maafkan suami hina mu ini.. Maafkan suami jahat mu ini hingga membuat mu selalu kecewa.. Maafkan abang, sayang.. Hiks.." lirih Dimas dengan air mata yang semakin bercucuran di wajahnya.


Dengan bahasa inggris yang begitu fasih Dimas mengungkap kan isi hatinya hingga semua yang mendengarnya ikut menangis.


"Sayang... Maafkan Abang.. Mafkan abang, Key.. Maafkan suami hina dinamu ini.. Maafkan Abang Key.. Maafkan Abang--,"

__ADS_1


Grep!


Bruukk..


Keduanya saling berpelukan dan saling menangis bersama dengan tubuh yang sudah jatuh ke lantai karena Dimas tidak siap menerima terjangan dari Kezia yang tiba-tiba.


Keduanya terus menangis tersedu. Kezia memeluk erat tubuh tegap yang selalu ia rindukan selama hampir delapan tahun ini.


"Maafkan abang, sayang.. Maafkan abang.. Abang salah pada mu.. Maafkan abang, sayang.. Maaf.." isak Dimas di telinga Kezia yang kini semakin mengeratkan pelukannya di tubuh tegap Dimas.


Ketiga anak nya pun ikut menangis. Mereka masih menunggu. Menunggu giliran ingin di peluk oleh sang Papi yang begitu mereka rindukan.


Ya, papi yang sangat mereka rindukan.


"Hiks.. Maafkan Abang, Key,.. Maafkan Abang, sayang--,"


Dimas semakin tersedu.


Semua yang melihatnya pun tersedu.


Termasuk seluruh keluarga mereka yang ada di Indonesia. Mereka semua menyaksikan itu melaui sambungan video call papa Rian yang dihubungkan langsung ke ponsel Kenan dan Kenan menghubungkan dengan seluruh keluarga besarnya.


"Maafkan aku, suamiku.. Aku bersalah padamu.. Maafkan aku karena aku sudah menjadi istri durhaka untukmu.. Maafkan aku Bang Dimas.. Maafkan aku.. Hiks.. Hiks.." isak Kezia lagi masih bersimpuh di pangkuan Dimas yang juga ikut memeluk tubuhnya dan tersedu bersamanya.


"Maafkan aku, bang Dimas.. Maafkan aku.." lanjut Kezia lagi


Yang membuat Dimas mengangguk. "Abang sudah memaafkan mu sayangku. Jauh sebelum kamu memintanya. Rasa cintaku padamu lebih besar daripada rasa benciku padamu. Bangun sayang. Lihat ketiga anak kita. Tidak inginkah kamu meluruskannya kepada mereka, sayang?"

__ADS_1


Kezia mengangguk, ia segera duduk tegak dan menoleh kepada anaknya. "Sini Nak. Bukankah kalian sangat ingin bertemu dengan papi?"


Ketiga anaknya mengangguk dengan wajah basah air mata. Ketiga nya langsung saja menubruk tubuh Dimas yang kini sudah merentangkan kedua tangannya untuk memeluk ketiganya.


Grep!


"Papi!!! Hiks.. Papi!!!" seru ketiganya dengan menangis.


Saking kuatnya terjangan Ketiga anaknya, Dimas dan ketiga anaknya sampai jatuh terjengkang ke lantai.


Dimas tertawa. Kezia membantunya. Mereka berempat berpelukan bersama. Semua yang ada diruangan itu bersoarak senang dengan bertepuk tangan. Termasuk Cathrine. Wanita itulah yang paling keras bertepuk tangan untuk pasangan itu.


Begitu juga keluarga mereka yang berada di Indonesia. Mereka pun ikut bahagia melihat keluarga kecil itu sudah bersatu kembali dan saling memaafkan.


Kini hanya akan ada kebahagiaan saja untuk keluarga kecil mereka.


Dimas dan Kezia sudah bersatu kembali. Dan siap membangun rumah tangga mereka yang baru bersama ketiga buah cintanya.


Butuh waktu tujuh tahun lamanya untuk mereka bisa saling introspeksi diri. Butuh waktu tujuh tahun untuk memahami rasa hati yang tersembunyi.


Dan butuh waktu tujuh tahun bagi keduanya untuk bisa saling memaafkan dan saling terbuka.


Dan ya, kini keduanya sudah bersatu kembali.


...Memaafkan lebih baik daripada memelihara dendam . Karena dengan memelihara dendam hanya akan memupuk darah di hati kita menjadi kotor. Berusahalah ikhlas dengan apa yang terjadi. Jangan egois. Memaafkan lebih baik daripada harus menyakiti hati sendiri. Dan juga menyakiti orang lain.....


...TAMAT...

__ADS_1


__ADS_2