Menjemput Maaf Istriku

Menjemput Maaf Istriku
Bonchap 6


__ADS_3

Hari-hari yang Dimas dan lewati begitu. Ada saja ulah ke tiga anak kembarnya yang membuat Kepala Dimas dan berdenyut pening.


Bagaimana tidak.


Ketiga anaknya itu membuat ulah. Mereka tidak ingin tidur di kamar sendiri. Ketiga nya ingin tidur di kamar kedua orang tuanya.


Dimas dibuat kesal dengan ulah ketiganya.


"Ayolah sayang. Papi ngantuk loh.. Masa iya kalian nyuruh papi bobok dibawah sendiri?? Sedang kalian??" ucap Dimas begitu kesal pada ketiga putra dan putrinya itu.


Kezia terkikik geli. Ia sangat geli melihat suaminya malah dibuang oleh ketiga anaknya karena mereka bertiga cemburu.


Ya, Cemburu.


Tiap kali sang papi tidur dikamar mereka, keduanya pasti sangat sulit untuk ditemui. Dari pagi ke siang. Dari siang ke malam. Dari malam ke pagi lagi!


Ck!


Ketiga anak-anak itu kesal bukan main. Seharusnya kebersamaan ketiganya itu bersama sang papi dan mami. Lah ini?


"Ck. Diamlah papi disitu! Papi bobok sendiri! Papi kan udah tua?" Ketus Dantias yang memang terkenal dengan mulut pedas dan super juteknya.


Dimas melotot. Kezia tergelak keras. Hingga kamar keduanya jadi riuh seketika. Lagi, Dimas dibuat kesal.


"Ishh.. Iya papi udah tua! Puas kalian!" ketusnya dengan segera berlalu dengan dada yang begitu dongkol melihat ketiga anaknya memonopoli sang istri.

__ADS_1


Padahal mereka sedang melakukan program saat ini. Program masyarakat kampung bawah perutnya yang selalu meronta minta jatah.


Puasa sudah tujuh tahun lamanya. Baru bertemu malah sudah di tahan oleh ketiga anaknya. Membuat Dimas kesal setengah mati karena ha srat yang tidak tersalurkan.


Kezia melihat ketiga anaknya dan menggeleng. "Nggak boleh gitu sayang. Lihat tuh papi. Kan marah jadinya sama mami?? Kalian mau kalau papi pergi lagi dan tidak akan pernah bertemu selamanya dengan kalian bertiga??"


Deg!


Deg!


Ketiganya menggeleng cepat.


"Nggak! Kami nggak mau!" jawab ketiganya kompak.


"Baiklah.. Kami mengalah.. Tapi!" seru Dantias mengacung telunjuknya di wajah Kezia yang kini mengernyit heran padanya.


"Tapi??"


"Tapi.. Mami harus berikan kami adik bayi dalam waktu satu bulan!"


"Yap benar!"


"Adiknya udah seperti adek nya Kenandra dan Kamidya!"


"Hah?" mulut Kezia menganga lebar.

__ADS_1


Ketiga anak itu mengangguk mantap dengan wajah seriusnya.


"Adik bayi ya? Yang kayak Kenandra dan Kamidya??"


"Benar!" sahut ketiganya kompak.


Kezia menahan nafasnya.


Bagaimana ceritanya bisa dapat bayi dalam waktu satu bulan? Dikira boneka kali ya? Abang! Anakmu!


Batin Kezia menatap bingung kepada ketiga anaknya.


"Mami?"


"Eh, iya!"


"Ya udah, kami kembali ke kamar kami dulu. Janji Ya! Dalam waktu satu bulan kami sudah memiliki adik bayi!" ucap Diayunzia.


Ia dengan segera turun dari ranjang Kezia dan berlalu menuju ke kamarnya. Begitupun dua pangeran Kezia itu.


Setelah mereka mengecup pipi sang mami, keduanya langsung ngacir menuju ke kamar masing-masing.


Kini tinggal lah Kezia yang termenung dan tertegun dengan ucapan ketiga anaknya.


"Gimana ceritanya untuk dapatkan adik bayi dalam waktu satu bulan? Mana yang diminta seperti anak bang Kenan yang udah bisa jalan dan pintar berbicara?? Emang dikira anak manusia itu bisa dicetak dengan mesin? Nggak tau aja mereka kalau nyetaknya itu butuh waktu! Ishh.. Siapa pula yang buat ketiganya pintar berbicara tentang adik bayi?" Gerutu Kezia dengan segera turun dari ranjangnya dan menyusul Dimas yang kini sedang merajuk dan tidur di kamar sebelah.

__ADS_1


__ADS_2