
POV Kezia
Apa yang harus ku perbuat sekarang? Apakah aku tidak boleh sakit hati dan kecewa? Siapa yang ingin jadi istri durhaka?
Aku tidak menginginkannya!
Aku ingin suamiku! Tetapi aku sengaja membuat nya sadar terlebih sdahulu. Karena perbuatannya itu begitu melukai diriku begitu dalam.
Salah, jika aku memberi hukuman sedikit padanya? Bukan egois. Tetapi ingin membuatnya sadar, jika perbuatannya itu salah.
Abang salah paham padaku. Kakak ipar juga. Aku tahu seperti apa penderitaan suamiku dulu seperti apa.
Tetapi kali ini aku ingin membuatnya lebih kuat lagi. Karena aku tidak tahu ke depannya pernikahan ini seperti apa.
Bukan aku menolaknya. Tetapi menurut dari yang ku dengar, jika Bang Dimas banyak yang mengejar nya karena posisi nya yang seorang Direktur.
Jika dibandingkan denganku, aku tidak pantas bersanding dengannya. Tapi aku harus apa? Jika hati ini sudah bertaut padanya sedari aku kecil dulu.
Aku tidak menolak pernikahan ini. Aku sangat membutuhkan dirinya sedari dulu hingga sekarang.
Aku mencintai nya karena Allah. Bukan karena nafsu saja. Kalian semua marah padaku? Lalu, bagaimana denganku yang hampir mati dan Shock saat tahu jika Bang Dimas tidak jadi menikahiku??
Dan bahkan menolak pernikahan ini? Sedangkan aku harus dinikahkan dengan orang lain??
Menurut kalian semua, apa yang harus aku lakukan saat itu?
Memilih pasrah pada takdir?
Atau menentang takdir?
Kalian tahu, aku seperti raga tak bernyawa saat tahu jika Bang Dimas tidak ingin menikahiku karena gadis lain.
__ADS_1
Aku berpikir, apa salah ku hingga Bang Dimas menolak menikahiku?
Apakah ia marah padaku?? Tapi kenapa??
Beribu pertanyaan terbit di pikiran ku waktu itu. Hingga tercetuslah sebuah ide gila. Bahwa aku harus membalasnya dengan menerima pernikahan ini.
Dengan cara membuatnya sakit hati.
Tetapi apa?
Malah aku yang di prank saat menikah. Diriku yang sudah pasrah harus menikah dengan pemuda lain yang bukan pemuda yang aku inginkan, malah hanya sandiwara Bang Dimas dan juga seluruh keluarga ku.
Niat hati ingin membalasnya dengan caraku, malah berbalik pada diriku sendiri.
Mereka sengaja membuat sandiwara ini dengan tujuan kejutan untukku.
Oke, aku terima.
Bang Dimas terpaksa menikahiku lantaran dirinya.
Karena permintaannya. Karena permintaannya yang sangat melukai hatiku.
Gadis itu mengatakan jika Bang Dimas menikahiku hanya ingin melindungi dirinya yang juga berstatus calon istri Bang Dimas.
Salahkah akau menolaknya saat pernikahan kami?
Aku marah.
Aku kecewa.
Aku sakit hati.
__ADS_1
Ternyata kehadiranku tidak diharapakan lagi oleh Bang Dimas dan juga karena orang lain ia menerima pernikahan ini.
Dengan kata lain, Bang Dimas terpaksa menikahiku.
Hiks.
Itu yang membuatku terluka. Awalnya aku tidak percaya dengan ucapan gadis rekan dokternya itu.
Tetapi rekaman di ponselnya aku dengar jelas, jika Bang Dimas terpaksa menikahiku karena almarhum Kak zahra...
Hiks.. Hiks..
Aku harus apa?
Aku sakit hati. Rasanya ingin mati saat itu juga karena pengakuan Bang Dimas yang memang dirinya sendiri yang mengatakannya.
Gadis itu tidak berbohong. Aku sudah mengirim ulang salinan video itu ke nomorku tanpa sepengetahuan nya.
Sekarang, hanya bukti itu yang akan aku tunjukkan padanya saat ia bertanya, kenapa aku berubah dan tidak memaafkannya.
Aku sangat mencintainya, sangat.
Tetapi apa balasannya?
Ia hanya ingin menikah denganku karena wasiat Kak Zahra dan sangat terpaksa..
Luruh dan hancur duniaku dalam sekejab. Rasanya aku lebih memilih mati saat itu juga. Tetapi tidak.
Aku masih diberikan kesempatan saat salah seorang perias itu masuk kala nafasku tersendat karena tersedak makanan yang ku makan.
Andai.. Kalian tahu..
__ADS_1
Pov End.