Menjemput Maaf Istriku

Menjemput Maaf Istriku
Penyesalan Dimas


__ADS_3

POV Dimas


Aku tak menyangka jika kehidupan pernikahan ku berakhir dalam waktu dua hari. Aku sudah melakukan kesalahan fatal dengan membawa wanita itu ke dalam hidupku.


Kalau ku tahu seperti ini kejadiannya, aku tidak akan mau menerima tawarannya dalam melakukan kejutan untuk Kezia.


Menyesal.


Aku sangat menyesal. Rekan yang ku sangka baik bisa menolongku, ternyata menghancurkan pernikahan ku hingga tidak bersisa.


Tidakkah dia tahu jika Kezia itu hidupku dan matiku?


Kenapa wanita itu begitu tega menghancurkan pernikahan impian yang selama ini sangat aku inginkan?


Tidakkah dia tahu bahwa kehidupanku saat ini bergantung pada Kezia, istriku?


Aku tahu hidup dan matiku hanya Allah yang punya. Tetapi apa salah jika aku menginginakn Kezia tetap selamanya disampingku sampai ajal menjemput kami berdua?


Kenapa wanita itu begitu denganku?


Apa salahku dengannya?


Cinta?


Dia mencintaiku?


Cih!


Wanita tidak mencintaiku! Aku sangat tahu siapa dirinya! Dia hanya mencintai dirinya sendiri.


Apapaun yang ia lakukan hari ini merupakan obsesi. Aku tahu jika ia sanagt menginginkan diri ini.


Tetapi aku tidak bisa menerimanya. Bukan karena cinta. Tetapi karena kelakuannya yang sangat jauh berbeda dari Kezia.

__ADS_1


Kezia walau keras kepala, tetapi ia memiliki hati yang lembut dan penyayang. Tidak dengan wanita itu.


Dia menginginkan ku karena hartaku. Baru ku tahu saat kemarin. Ia sengaja menyelinap amsuk ke kamar kezia dan aku menguping semua pembicaraan mereka.


Kezia hanya terdiam. Tetapi aku tahu, jiak pujaan hatiku itu terluka karena perkataannya yang sangat menyudutkan Kezia.


Ingin aku amsuk dan menghajar wanita itu. Tetapi aku tidak bisa. Aku masih memikirkan seluruh keluarga kami.


Saat ini kami baru saja menikah dan keluarga masih saja berkumpul.


Hala yang tidak aku tahu, ternyata wanita ini sangat nekad. Ia bahkan berani masuk ke tempat acara sarapan pagi kami bersama keluarga besar.


Aku terkejut dengan kedatangannya. Samapi-sampai aku melupakan Kezia yang kini berdiri mematung di depan pintu.


Hiks. Itu salahku. Ingin ku memarahi wanita itu karena sudah lancang. Tetapi aku kalah cepat dengan kakak ipar Bella yang dengan cepat membuatku semakin terkejut.


Maafkan Abang, sayang..


Bukan maksudku ingin membawanya ke dalam pernikahan kita. Tidak terpikir sedikitpun tentang itu.


Aku pikir, ia bisa menjadi rekan untukku dalam memberi kejutan untuk istriku, Kezia.


Ternyata aku salah. Ia ingin membantu ku karena berniat ingin menghancurkan pernikahanku.


Aku menyesal. Sangat menyesal. Jika saja aku mendengar kan apa kata Bnag Kenan dan kakak Ipar, mungkin saat ini aku sudah berbhagai dengan istriku.


Tak kusangka wanita itu serigala berbulu domba. Di depan ku ia terlihat sangat menerima arahan ku.


Tetapi di belakngku, ia sengaja melkaukn hal itu hingga aku dan Kezia salah paham lagi.


Salah paham yang berkepanjangan.


Sekarang, semuanya sudah terlambat. Kezia sudah pergi meninggalkan ku. Pergi entah kemna gara-gara kesalahan ku.

__ADS_1


Hiks.. Bang Rayyan..


Aku harus apa?


Aku telah gagal menjadi suaminya. Aku tidak becus menjadi suaminya. Menyesal sekarang taida berguna.


Aku harus apa?


Ya Allah..


Sakit sekali hati ini. Andai aku bisa mati sekarang, lebih baik aku memilih mati daripada aku harusmenhan trasa sakit ini seorang diri.


Hidupku sudah hancur. Tidak bisa ku kembalikan lagi. Menyesal pun tiada guma. KLarena semua ini sudah terjadi.


Apa yang bisa aku lakukan selain hanya bisa pasrah??


Menyesal.


Aku sungguh menyesal.


Tak ku sangka kejutan yang ku buat untuk istriku malah berbalik padaku. kejutan itu menjadi bumerang untukku.


Maafkan aku Kezia..


Maafkan suami mu ini..


Aku minta maaf..


Semoga masih ada kesempatan untukku bisa melanjutkan hubungan ini. Jika pun tidak.


Hah.


Hiks.

__ADS_1


Aku pasarah pada keputusan takdir. Jika aku memang tidak pernah merasakan bahagia...


POV END


__ADS_2