Menjemput Maaf Istriku

Menjemput Maaf Istriku
Harus kuat


__ADS_3

Cukup lama Dimas menangis seorang diri depan pintu kamtra yang seharusnya ia tempati dan Kezia tempati, ia bangkit dan menuju kamarnya.


Ia membuka pintu kamar itu dengan dada yang kembali sesak. Ia melihat figura besar di dinding. Foto dirinya dan Kezia saat mereka berdua saat resepsi pernikahan Rayyan Dan Cinta.


Dimas tersenyum lirih melihat figura itu. "Maafkan Abang, Key. Abang terpaksa melakukan hal ini. Abang tidak ingin kamu pergi. Abang ingin kamu tetap disini. Biarlah kita hidup seperti masih lagi belum menikah. Semua ini demi menjaga hatimu yang sudah Abang lukai. Maafkan Abang, Key.. Abang sangat menyayangi kamu. Abang rela melakukan apapun asalkan kamu tetap disampingku. Kamu segalanya untukku. Cukup kamu sayang, tak ada yang lain lagi.." lirih Dimas semakin merasakan sesak yang tiada tara.


Jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi yang sebentar lagi akan masuk waktu subuh. Dimas bergegas masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.


Setelahnya ia berwudhu dan mendirikan sholat malam dua rakaat sebelum ia tidur selama satu jam saja.


Dimas sangat khusyuk dalam ibadah sholat malamnya. Begitu pun dengan Kezia. Ia pun sangat khusyuk saat ini.

__ADS_1


Keduanya berdoa sambil menangis memohon ampun atas kesalahan keduanya yang sudah saling menyakiti. Terutama Dimas yang juga terlalu banyak melakukan kesalahan itu hingga sang istri memilih pergi darinya.


"Hamba tidak akan mengatakan apapun pada-MU ya Allah, karena hamba tahu Engkau tahu segalanya. Tetapi hamba tidak bisa berdiam diri jika tidak mengadu pada Mu.. Engkaulah tempat hamba memohon pertolongan ya Robb.. Buka kan lah pintu maaf untuk kami berdua. Lembutkan hati sitriku. Agar ia bersedia memaafkan kesalahan ku. Hamba sangat berdosa padanya ya Robb.. Bukan maksudku ingin menghindar dari tanggung jawab. Hanya saja aku ingin memberinya waktu agar bersedia memaafkan ku, suami yang tidak berguna ini."


"Ya Allah ya tuhan ku yang maha pengasih lagi maha penyayang.. Lindungi istriku dimana pun ia berada. Selalu berikan kebahagiaan untuknya. Karena kebhagiaannya merupakan kebahagiaanku. Aku akan meminta maaf kepadanya dengan caraku. Aku tidak akan memaksa nya. Jangan marah padanya ya Robb.. Aku ikhlas. Aku ridho terhadapnya. Karena dengan melihatnya tidak jadi pergi dan juga bisa tinggal se atap dengan ku walau berbeda kamar itu sudah cukup untukku, aku tidak ingin ia semakin kecewa padaku. Ampuni dosa ku ya Allah.. Ampuni dosa ku. Astagfirullahal'adhim.. Astaghfirullahal'adhim.." ucap Dimas menyudahi doa panjangnya.


Dimas menggulung sajadahnya dan mulai membaringkan tubuhnya yang terasa sangat lelah, tetapi sebelum itu ia menyalakan alaram agar terbangun di waktu subuh yang akan masuk sebentar lagi.


"Aku harus kuat. Semua ini demi istriku. Kezia ku.." lirihnya dengan mata yang sudah terpejam erat.


Begitu pun Kezia di dalam kamar sebelah. Ia pun kini mulai terlelap dan selalu menyebut nama Dimas di bibirnya.

__ADS_1


Dua insan yang saling terpaut dan terikat kini sudah terpisah lagi karena ujian pernikahan pertama mereka.


Semoga mereka kuat menghadapai semua ujian pernikahan itu.


Setiap orang berbeda saat mendapatkan ujian di dalam pernikahannya. Ada yang karena orang ketiga, masalah ekonomi, masalah hutang piutang dan juga masalah pelik yang rasanya sulit bisa di selesaikan.


Tetapi kembali lagi pada yang namanya ujian pernikahan. Bukankah pernikahan itu jalan terpanjang ladang pahala bagi yang sudah terikat di dalam nya?


Ujian merupakan salah satu penguat keduanya untuk bisa lebih kuat dan lebih dewasa lagi dalam menghadapi permasalahan yang mereka hadapi.


Kunci ujian itu hanya kesabaran.

__ADS_1


Tanpa kesabaran semua itu tidak bisa terlewati.


__ADS_2