Menjemput Maaf Istriku

Menjemput Maaf Istriku
Tidak ada kesempatan Kedua


__ADS_3

Setelah pengumuman itu selesai, kini Dimas dan Kezia sudah mulai bertugas di tempat masing-masing.


Winda yang tahu jika Kezia yang diangkat menjadi direktur, geram bukan main terhadap Dimas dan Dian. Ia akan membuat kedua orang itu menyesal karena sudah menolak dirinya.


"Tunggu kalian! Jangana salahkan aku, kalau akan bertindak jauh! Terutama Dimas dan istri sialannya itu! Tunggu saja kalian berdua!" geramnya dengan mata menatap takjam pada Kezia yang saat ini sednag menandatangani berkas yang baru saja Dian serahkan padanya.


"Hemm.. Kita ini calon saudara ipar. Tetapi kenapa jabatan mu lebih tinggi dari kakak ya Dek?" goda Dina pada Kezia yang membuat iastri Dimas itu terkekeh kecil.


Kenta yang masih berada di ruangan itu pun terkekeh kecil. "Setinggi apapaun jabatan kami berdua, kamudan Bang Kenta tetaplah kakak dan Abang ku." Balas Kezia yang membuat Dian mencebik lucu.


Kenta terkekeh lagi. Ia terus saja menatap Dian. Tidak menyangka jika jodohnya merupakan seseorang yang selama ini ia kagumi di dalam diam.

__ADS_1


Ingin mengungkapkan tetapi tidak berani. Dimas yang tahu bertindak cepat dengan menjodohkan keduanya.


Terbukti jika keduanya mengagumi di dalam diam. Dan sebulan lagi, mereka akan mengadakan pernikahan sama dengan Keaniu yang menikahi pembantunya sendiri yang ternyata salah satu akan rekan di rumah sakit tempat ia bekerja.


Kezia terkekeh memikirkan itu. Ia tidak menyangka, jika jodoh kedua Abangnya merupakan orang-orang yang dekat berada dengan mereka semua.


"Tetap saja dek. Kamu itu yang lebih tinggi jabatannya!"


Kezia tergelak.


"Benar itu, hunny! Jodoh sudah ditentukan begitu juga takdir kehidupan manusia. Kita harus bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini. Jodoh tidak ada yang tahu."

__ADS_1


Kezia mengangguk.


"Begitulah yang dinamakan jodoh kakak ipar. Kita tidak tahu kapan dan dimana kita dipertemukan. Contohnya kami berdua.. Bukan aku tidak ingin memaafkannya. Tetapi ada sesuatu yang membuatku belum bisa melakukan itu. Karena aku masih menunggu sesuatu yang jelas sebelum aku memutuskannya."


Kenta menghela nafasnya. "Jangan terlalu lama kamu menghukum Dimas atas kesalahan yang tidak ia sengaja, Dek. Abang lihat jika Dimas sudah menyesali semuanya. Jangan terlalu egois dengan perasaan mu. Abang tahu apa yang kamu pikirkan dan yang ada dihatimu. Tetapi.. Huh. Semoga kamu tidak menyesal dengan keputusan mu ini. jika kamu tidak memaafkan Dimas, jangan salahkan Abang jika kamu menyesal nantinya di kemudian hari."


Deg!


Kezia menoleh pada Kenta.


"Kamu harus ingat, jodoh, rezeki, pertemuan dan maut tidak ada di tangan kita. Melainkan ditangan Allah SWT. Kamu harus bisa bijak dalam menentukan hati mu. Walau sakit, cobalah untuk memaafkannya sebelum terlambat. Jika itu sudah terjadi, menyesal pun tidak berguna. Ingat itu Dek! Abang hanya mengingatkan mu. Bukan memaksa mu untuk memaafkan Dimas walau sebenarnya itu harus kami katakan padamu." Imbuh Kenta yang membuat Kezia dan Dian saling pandang dan menghela nafas berat.

__ADS_1


"Untuk sekarang belum bisa Bang. Masih ada pertimbangan yang harus aku putuskan. Suatu saat Abang akan tahu itu apa."


"Ya, abang harap kamu tidak terlambat. Jika sudah, menagis pun tidak ada gunanya lagi. Sayangi Dimas disaat ia bersama mu. Jika sudah tiada, kamu tidak akan mendapatkan lagi suami seperti Dimas di dunia ini. Ingat itu dek. Kesempatan tidak datang untuk dua kali!" Imbuh Kenta lagi yang membuat Kezia semakin kacau hatinya saat ini.


__ADS_2