
"Dengan dia bersama ku, itu sudah lebih dari cukup untukku. Karena ku tahu.. Luka hatinya butuh waktu untuk sembuh. Dan hanya waktu yang bisa menyembuhkannya.." lirih Dimas tetapi tetap tersenyum.
Rayyan sangat merasa bersalah melihat perjuangan Dimas selama ini. Rayyan akan berbicara dengan Kezia nanti di Bandara dan menyelesaikan kesalahpahaman yang dimulai darinya karena Dimas mendengarkan arahan darinya tentang kejutan untuk Kezia.
"Maafkan Abang, Mas. Abang tidak tahu kalau kejutan ini berakibat fatal untukmu dan istrimu.." ucap Rayyan semakin merasa bersalah melihat wajah sumringah Dimas.
Cinta pun demikian. "Maafkan kami Mas.. Maafkan kami.. Kami akan meluruskan hal ini kepada Kezia nantinya. Kamu tenang saja, ya?" timpal Cinta juga merasa bersalah pada Dimas.
Terlihat jelas wajah keduanya begitu sendu saat ini, tetapi tetap berusaha tersenyum dihadapan Dimas agar ia juga bisa tersenyum seperti mereka.
__ADS_1
"Tak apa Kakak ipar. Itu sudah biasa. Aku tidak mempermasalahkan nya. Yang penting, saat ini aku harus menjemput maaf istriku. Karena aku sadar jika diri ini terlalu banyak melakukan kesalahan padanya. Aku harus bisa meluluhkan dulu hatinya agar pintu maaf darinya terbuka. Selagi aku bisa, aku akan berusaha. Jika sudah usaha tetapi tidak juga membuahkan hasil, semuanya ku serahkan kepada Allah. Biar Allah yang memutuskannya. Jika memang masih berjodoh, maka kami akan bersatu. Namun, jika tidak maka memang sampai disanalah hubungan kami berdua.." lirihnya masih dengan tersenyum yang semakin membuat Cinta dan Rayyan semakin merasa bersalah.
Dimas tahu jika kedua nya kini mersa bersalah padanya, "Jangan merasa bersalah Bang, Kakak Ipar. Kalian cukup memberiku semangat itu sudah cukup. Ayo, kita berangkat?" ajak Dimas pada keduanya masih dengan senyum tersungging di bibir tipisnya.
Rayyan dan Cinta mengangguk dengan senyum penuh luka di dada keduanya. Dimas berkata lagi,
Yang membuat Rayyan dan Cinta pun ikut tertular dengan senyaum manisnya itu.
Ya Allah.. Penguasa langit dan bumi. Aku berjanji akan menyatukan mereka kembali seperti dulunya. Karena Dimas adikku yang sangat aku sayangi.
__ADS_1
Jika bukan karena ku, mungkin saat ini ia sudah bersatu dan berkumpul dengan istrinya. Berikan kesempatan untukku agar aku bisa menyatukan keduanya seperti biasanya.
Hanya Engkaulah tempat aku meminta dan memohon pertolongan.. Lembutkan lah hati Kezia ya Allah.. Batin Rayyan menatap sendu pada Dimas yang terus tersenyum di sepanjang jalan mereka menuju ke Bandara.
Seluruh keluarga akan berangkat ke Jakarta bersama seperti yang sudah di sepakati sebelum kejadian itu terjadi.
Ya Allah.. Hanya kepada-Mu kamu memohon. Lembutkanlah hati Kezia agar menerima permintaan maaf dari Dimas, suaminya.. Batin Cinta menangis melihat Dimas yang begitu senang saat ini.
Aku akan berusaha semampuku untuk mendapatkan maaf ku darimu, sayang.. Aku akan menjemput maaf mu untukku. Semoga Allah memudahkannya, Amiiinn.. Batin Dimas sangat senang karena masih diberikan kesempatan untuk nya bisa meluluhkan hati sang istri yang terluka akibat kesalahan nya.
__ADS_1