Menjemput Maaf Istriku

Menjemput Maaf Istriku
Kembali seperti biasa


__ADS_3

Keduanya menyatukan kening dan saling terkekeh. Untuk pertama kalinya mereka berdua merasakan ciu man setelah menikah.


Dimas sudah pernah merasakannya bersama Almarhumah Zahra. Tetapi itu secara paksa. Walau lebih banyak ia yang menikmatinya dibandingkan dengan Zahra waktu itu.


Mengingat itu Dimas merasa sangat pantas jika bersanding dengan Kezia. Tetapi ia tidak bisa melepaskan kezia begitu saja.


Karena Kezia lah yang ia inginkan untuk menjadi istrinya sejak ia mengalami depresi dulunya. Jika bukan karena Kezia, bisa dipastikan Dimas sudah tidak hidup lagi selama ini.


Iampian yang iq simpan di dalam hati itu kini terkabul. Ia sudah menikahi Kezia secara sah. Hukum dan agama. Dan tidak mungkin akan ia lepas lagi.


Untuk saat ini, Kezia sudah menerimanya. Dan juga sudah memaafkannya. Hanya saja waktunya pula yang tidak tepat.


Bagaimana tidak. Jika saat mereka kembali bersama, malah Kezia tidak bisa memberikannya. Tidak bisa dalam artian karena Kezia sedang mendapat tamu bulanan nya.


Jika tidak. Keduanya pasti sudah bersatu saat ini. Hem.. Dimas harus bersabar lagi untuk saat ini. Ingin sekali Dimas meminta hak nya dengan cara lain, tetapi ia tidak mau melakukan itu.


Karena jika dipaksa, takutnya Kezia tidak akan mau dan akan sama lagi seperti yang sudah-sudah.


Dingin dan datar tanpa ekspresi.


"Sebaiknya kita tidur. Besok, masuk pagi kan??" tanya Dimas pada Kezia yang masih betah berada di pangkuannya.


Kezia tersenyum dan mengangguk. "Ya, maaf Bang.. Aku belum bisa memberikan hak mu-,"


"Ssssttt.. Udah sayang. Abang nggak pa pa. Ayo kita tidur. Abang sangat mengantuk. Subuh nanti bangunin Abang ya?"

__ADS_1


"Tentu." Jawab Kezia sambil bangkit dari pangkuan Dimas dan merangkak naik ke ranjang mereka berdua.


Keduanya pun mulai terlelap dengan tubuh saling berpelukan di dalam selimut yang sama. Malam pertama bagi keduanya setelah hampir dua bulan berlalu.


Kezia sudah berusaha merubah dirinya menjadi wanita yang lebih baik lagi. Untuk pikiran buruk atau semacamnya, Kezia tidak ingin memikirkan itu saat ini.


Yang penting ia dan Dimas sudah kembali seperti semula itu sudah cukup untuknya.


*


*


Hari demi hari mereka lewati seperti biasa. Mereka terlihat semakin mesra saja. Kenan dan Bella yang melihatnya merasa bahagia.


Satu bulan kemudian.


Pagi ini Dimas tidak ke rumah sakit. Ia ingin menghabiskan waktunya bersama Kezia. Waktu yang dulu katanya hanya satu minggu ternyata melebar seperti karet.


Bukan karena Kezia belum selesai dengan tamu bulanan nya, tetapi Kezia di hadapkan pada masalah rumah sakit.


Kezia dan Dimas bekerja sama untuk menyelesaiakan nya.


Dan hari ini sampai seminggu ke depan, keduanya kosong jadwal karena sudah ada orang-orang mereka yang membantu keduanya dirumah sakit.


"Yang!"

__ADS_1


"Iya By? Butuh sesuatu??" jawab Kezia yang kini sedang menyusun bajunya dilemari dengan duduk dan Dimas berada di pangkuan Kezia.


Untuk panggilan sendiri sudah mereka biasakan dengan panggilan mesra keduanya.


"Kita belum bulan madu loh.. kamu mau kemana??" tanya Dimas masih dengan tangan menjelajah kesana kemari.


Sesekali Kezia terkikik karena merasa geli sesekali juga melenguh. Dimas menyukai itu.


"Kenapah? Ughh.. Ih! Jangan disitu! Ini belum selesai loh.." Kezia menjawab dengan nafas memburu karena salah satu asetnya sedang di ganggu oleh Dimas.


"Yuk?" ajak Dimas dengan mata berkabut


Kezia tersenyum, "Sabar suamiku. Satu lagi ini selesai. Setelah ini aku full milikmu!" jawab Kezia sambil mengedipkan mata nakal pada Dimas.


Dimas tertawa.


Ia pun kembali sibuk dengan mainan barunya. Kezia pun sibuk dengan pekerjaannnya.


Setelah selesai baru keduanya berada di ranjang mereka.


...****************...


...Marhaban ya Ramadhan.....


...Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. 😊🙏...

__ADS_1


__ADS_2