
"Aku ingin memenuhi permintaan nya papa. Permintaan terakhir yang sangat melukai hati dan persaaanku. Walau dia tahu aku sangat mencintainya hingga saat ini, tapi ia tetap meminta ku pergi. Salahkah aku yang menuruti permintaannya?" tanya Dimas yang membuat Papa Rian lagi dan lagi hanya bisa pasrah.
"Oke, jika kamu tidak ingin bertemu dengannya. Lalu, bagimana dengan ketiga anak mu? Tidakkah kamu ingin menemui mereka? Mereka sangat merindukan mu, Nak. Kamu ayahnya. Kamu masih hidup. Sekiranya kamu memang benar sudah meninggal pastilah lain ceritanya. Papa terpaksa berbohong pada Kezia demi diri mu. Papa lelah berbohong Nak. Papa sudah melihat Kezia selama tujuh tahun ini hidup dalam keyakinan jika kamu masih hidup dan pasti akan kembali lagi. Ingat nak. Berdosa bagi seorang suami yang mengabaikan istrinya begitu saja tanpa sepatah katapun!"
"Tapi aku selalu mengirimi uang untuk Kezia, papa. Nafkah lahirku tetap berjalan selama ini. Walau Kezia sendiri tidak tahu karena rekening yang terlalu banyak di tangan nya. Tapi aku yakin, jika dirinya pasti mengambil dari nomor rekening pribadiku yang pernah aku berikan padanya."
"Iya papa tahu. Tapi kamu sudah terlalu lama bersembunyi darinya dan dunia, nak. Mereka menganggap jika kamu sudah tiada.."
"Biarkan mereka beranggapan seperti itu, pa. Aku tidak peduli."
"Hah. Terserah padamu Mas. Kamu akan menyesal jika suatu saat putri kamu akan menikah tetapi harus diwakilkan oleh wali hakim sementara kamu ayahnya masih hidup. Dan pernikahan itu akan dianggap Zina dan tidak sah!"
Deg!
Deg!
Dimas memejamkan kedua matanya. Ia menghela nafas berat. Setetes buliran bening mengalir di pipinya.
"Lantas, aku harus apa papa? Aku harus apa jika cintaku saja tidak menginginkan ku? Aku bertahan selama ini karena bisa melihat mereka berempat lagi Pa. Satu tahun. Satu tahun aku koma karena kecelakan itu. Jika bukan karena mendengar suara tangisan Kezia yang mengatakan jika ke tiga anakku sudah lahir, mungkin saat ini aku sudah beneran tidak ada. Hiks.. Aku harus apa papa? Aku terpaksa bersembunyi darinya lantaran sangat mencintainya.. Hiks.." Dimas tersedu di hadapan sang papa yang kini juga ikut menangis mendengar jawaban yang sama dari Dimas setiap harinya jika papa Rian memaksanya untuk kembali.
"Maafkan Kezia, nak. Berdamailah dengan keadaan dan hatimu. Terima Kezia. Papa yakin, jika Kezia sudah menyesal karena telah melakukan hal itu padamu. Kezia pun sama menderitanya nak. Bahkan sekarang, ia lebih menderita lagi saat ketiga anakmu selalu menanyakan mu padanya dimana dan kenapa.. Hiks.." isak papa Rian yang membuat Dimas pun semakin tersedu.
__ADS_1
Anak dan Ayah itu tersedu saat mengingat Kezia. Masih teringat jelas saat tujuh tahun yang lalu dirinya kecelakan pada saat akan ke bandara seorang diri.
Winda yang terus menerus menghubunginya berulang kali karena takut ketinggalan pesawat membuatnya sedikit tidak konsentrasi.
Berulang kali Winda menghubunginya. Saking kesalnya Dimas saat itu, ia mengangkat panggilan itu. Tetapi saat ia ingin berbelok, tiba-tiba saja dari arah berlawanan sebuah truk melaju dengan kencang dan menghantam mobilnya hingga terpental sejauh dua puluh meter.
Mobil itu meledak setelah salah satu warga setempat mengeluarkan Dimas dengan keadaan terluka parah di bagian kepala sebelah kanan nya.
Ia dilarikan kerumah sakit terdekat. Warga yang menolong Dimas itu hanya menemukan KTP dan alamat tempat tinggal salah satu saudaranya yang berada di London lengkap dengan nomor ponselnya.
Orang itu segera menghubungi nomor itu yang ternyata saudara kembar dari almarhum mama Diana yaitu tante Riana.
Sejak saat itulah tante Riana dan keluarga yang mengurus segala keperluan Dimas dirumah sakit. Ia dinyatakan koma karena benturan keras yang mengenai otak sebelah kanannya.
Dimas sadar satu tahun kemudian saat kezia sudah melahirkan ketiga anaknya yang sudah berusia tiga bulan.
Dimas bisa melihatnya di dalam mimpi. Kezia memintanya untuk bangun. Tetapi tidak bisa menyentuhnya karena terhalang tembok tipis tetapi bisa tembus pandang itu.
Dan saat itulah Dimas bangun dari komanya. Sebuah keajaiban yang dirasakan oleh dokter yang mengurusnya kala itu.
Dan saat ia sadar, ia sudah melihat papa Rian sudah ada bersamanya disana dalam keadaan yang sangat menyedihkan.
__ADS_1
Beliau begitu senang saat tahu Dimas sadar dan bangun dari komanya. Sejak saat itulah ia memutuskan untuk menetap di London karena memikirkan kesehatan Dimas.
Dan kenapa Dimas tidak pulang setelah ia sadar dari koma nya?
Karena Dimas berpikir jika Kezia sudah tidak menginginkannya lagi. Karena ingatan masa lalunya tentang perpisahan yang menyakitkan itu terekam jelas di memorinya yang tidak rusak akibat benturan keras itu.
Oleh karenanya, Dimas memilih menetap di London demi menghindari Kezia.
Cinta? Rindu?
Tentu saja. Hingga saat ini Dimas masih mencintai Kezia. Bahkan tidak berkurang sedikit pun.
Rindu nya terhadapa Kezia dan anak-anaknya hanya bisa ia tumpahkan lewat doa dan air mata di setiap malamnya.
Hanya itu yang bisa Dimas lakukan untuk mengurangi rasa rindunya terhadap keluarga kecilnya.
Yang tanpa Dimas tahu, jika Kezia pun melakukan hal yang sama dengannya. Ia bertahan di dalam keyakinan nya jika Dimas, suaminya ayah dari ketiga anak kembarnya masih lah hidup hingga saat ini.
Sebuah keyakinan yang patut di tiru.
...****************...
__ADS_1
Beberapa bab lagi tamat ye?
Pantengin terus agar tidak ketinggalan!