Menjemput Maaf Istriku

Menjemput Maaf Istriku
Bonchap 4


__ADS_3

Setelah mereka puas berbulan madu untuk saling meluapkan rindu, kini kedua pasangan yang sedang dimabuk gelora rindu itu kembali menemani ketiga anaknya untuk berkeliling kota London.


Kali ini Dimas tidak mengizinkan Kezia dan ketiga anaknya untuk turun dan berjalan kaki karena salju semakin banyak turun.


Kezia sangat takjub melihat kebesaran Allah itu. Bagaimana tidak. Seumur hidup baru kali ini ia melihat salju.


Ternyata sangat menyenangkan.


Hari-hari mereka lewati dengan sangat bahagia. Seperti kata Dimas kemarin, bahwa lima hari kedepan ketiga anaknya ingin tidur bersamanya.


Tetapi ketika pulang ke Indonesia mereka akan tidur di kamar masing-masing. Dimas menyetujuinya.


Ia yang masih merindukan Kezia ada saja ulahnya untuk bisa bersama wanitanya itu. Mereka sering diam-diam di kamar mandi saat ketiga anaknya sudah pulas.


Pengalaman baru untuk keduanya saat sudah memiliki anak. Ingin melepaskan rindu saja harus sembunyi-sembunyi.


Mereka menikmati hari-hari mereka di London sebelum kembali ke Indonesia.


*

__ADS_1


Satu minggu kemudian.


Hari ini mereka semua akan kembali ke tanah air. Tante Riana merasa berat melepas Dimas dan juga keempat orang itu yang sudah membuat rumahnya terasa ramai.


Tetapi apa yang harus mereka perbuat jika itu yang harus ia lakukan. Karena Dimas sudah bersatu kembali dengan Cintanya maka tidak ada alasan lagi baginya untuk menahan mereka semua.


Dan saat ini ke enam orang itu sedang berada di dalam pesawat dan akan menuju ke tanah air. Kezia memeluk erat tangan Dimas saat sekilas ingatan yang katanya Dimas kecelakaan pesawat yang ternyata kecelakaan mobil.


Dimas memeluk erat tubuh Kezia yang bergetar karena menangis. Inilah Kezia. Ia akan terlihat kuat dan tangguh dihadapan orang.


Tetapi bila bersama Dimas, ia selalu lemah. Karena kelemahan dirinya ialah suaminya sendiri. Sekarang ditambah dengan tiga orang anaknya. Yang membuat rasa lemah itu semakin menjadi bilamana terdengar kabar buruk untuk mereka berempat.


Butuh waktu belasan jam untuk tiba di Jakarta. Saat ini mereka sudah tiba di Jakarta dengan selamat.


"Uwak Kenan!! Adek pulang bawa Papi!!" pekiknya pada Kenan yang kini sedang tertawa melihat tingkahnya.


"Iya sayang, itu papi kalian. Uwak bilang apa dulunya sama kalian?" tanya Kenan sambil menyalami Dimas dan memeluknya dengan erat.


Ia juga memeluk Kezia yang kini tersedu di pelukannya. "Sudah! Ayo kita pulang. Kakak dan juga saudara kita yang lain sudah menunggu kepulangan kalian ke rumah. Ayo Mas! Papa! Apa kabar?" tanya Kenan sembari menyalami Papa Rian dan memeluknya.

__ADS_1


"Alhamdulillah baik, Nak. Sudah berapa anggota mu?" Papa Rian tertawa.


"Banyak Pa! Hampir satu rombongan! Kenan tergelak kuat karena Kezia memukuli lengannya.


Dimas pun ikut tertawa.


"Wak, adek mau jawab pertanyaan uwak tadi." Kata Diayunzia pada Kenan.


"Jawablah, semua orang ingin mendengarnya."


"Em.. Uwak bilang.. Jika papi masih hidup, maka mintalah sama Allah untuk di pertemukan. Dan jika papi sudah tiada, maka doakan beliau di setiap sholat kita. Tapi adek yakin, kalau papi masih hidup. Makanya setiap malam ketika pukul tiga pagi seperti yang uwak ajarkan pada kami bertiga untuk berdoa. Kami meminta sama Allah agar mempertemukan kami dengan papi. Dan ya, Allah mengabulkan. Terimakasih ya Allah.. Karena telah mengabulkan doa kami bertiga!" imbuhnya yang membuat Kezia dan Dimas segera memeluknya dengan menangis.


Ketiga anak kembar itu dipeluk erat oleh kedua orang tuanya di bandara di mana semua orang keheranan melihat mereka semua.


"Ayo, kita pulang. Jika ingin tahu lagi tentang anak-anak mu dirumah saja. Nanti abang diamuk kakak iparmu jika terlalu lama."


"Iya karena pangeran kecilmu tak ada yang menjaga ketika kakak ipar masak!"


"O.. Harus itu! Sebagai papa yang baik, abang seorang siap sedia ketika istri membutuhkan!"

__ADS_1


"Ck. Ye lah.. Abang yang paling baik!" ucap Kezia dengan malas yang diatanggapi oleh mereka semua dengan tertawa.


Mereka semua pulang kerumah Dimas dan Kezia yang ada di Jakarta. Rumah yang selama ini ia tempati selama tujuh tahun terakhir ini.


__ADS_2