Menyelamatkan Hashimoto Rena

Menyelamatkan Hashimoto Rena
Kencan Yang Berlebihan (21+)


__ADS_3


⟨ Ruangan Tertutup Warnet ⟩


[Goda Rena: Gagal hukuman mati]


Nakajima Yusuke merasa senang melihat Rena yang tampak bahagia dan santai di dekatnya. Ia mencoba untuk memperhatikan Rena sebanyak mungkin, memperhatikan setiap gerakan dan ekspresi wajahnya.


Namun, saat melihat Rena duduk di pangkuannya, Yusuke merasa canggung dan sedikit tegang. Ia tidak pernah melakukannya sebelumnya, dan merasa tidak tahu harus bagaimana.


Rena melihat kecanggungan di wajah Yusuke dan merasa terharu. Ia merasa senang bahwa Yusuke merasa sedikit gugup saat berada di dekatnya. Ia mengerakkan pinggang untuk menyamankan duduknya, di pangkuannya dan tersenyum lebar pada Yusuke.


"Aku senang bisa menghabiskan waktu bersama kamu, Yusuke-kun," ujar Rena.


Yusuke tersenyum dan merasa merinding saat ia mendengar suara Rena. Ia merasa begitu bahagia bisa merasakan kehangatan dari pelukan Rena.


"Rena-chan," gumam Yusuke, memperhatikan ekspresi wajah Rena yang begitu lembut. "Kamu selalu membuatku merasa nyaman."


'Sungguh, bahaya...'


Kedua tangan Yusuke berlatih, ia menguleni dada montok Rena.


Rena menarik napas dalam-dalam ketika Yusuke menekan dengan jari-jarinya. Sensasi itu membuatnya merasakan desiran yang membangkitkan nafsu dan membuatnya membalas dengan berciuman. Tangan Yusuke turun ke bawah dan membelai yang di bawah Rena, menahan dan menikmati berciuman dengan Rena.


Mereka terus berciuman untuk beberapa saat, memenuhi ruangan dengan suara resah, tapi mereda ketika Yusuke berbisik di telinganya.


"Apakah kau ingin lanjut?"


Rena mengangguk, matanya berbinar penuh keinginan untuk Yusuke melanjutkannya.


Rena merintih saat Yusuke memasukkan jemarinya menyentuh bagian bawah Rena, Yusuke menekan yang bersembunyi di balik kain putih.


Setelah beberapa saat, Yusuke merasa Rena sudah siap untuk memulai sesuatu yang lebih tinggi.


⟨ Pusat Pembelanjaan ⟩


Yusuke memutuskan untuk menunggu Rena di luar ruang ganti sambil melihat-lihat di sekitar. Setelah beberapa menit, Rena keluar dengan senyuman menghiasi wajahnya.


"Bagaimana?" tanya Rena sambil berputar-putar memperlihatkan pakaian barunya.


"Kamu selalu terlihat cantik, Rena-chan," jawab Yusuke dengan senyuman.


Rena terkejut mendengar pujian itu, ia senang mendengarnya.


"Terima kasih, Yusuke-kun," kata Rena sambil tersenyum malu-malu.


"Mari kita lanjutkan berbelanja," ajak Yusuke.


Mereka berdua melanjutkan kencan mereka dengan berbelanja dan menikmati waktu bersama. Itu adalah kencan yang menyenangkan bagi keduanya, dan Rena berharap banyak di masa depan.


⟨ Toko Ponsel ⟩


"Ah, tidak usah Yusuke-kun, kamu tidak perlu membelikan ponsel baru."

__ADS_1


"Terimalah, aku ingin membelikan ponsel untukmu, Rena-chan."


"A-aku tidak enak, Yusuke-kun. Kamu sudah terlalu baik padaku."


"Tidak perlu memikirkan itu, Rena-chan. Aku memang ingin memberikan yang terbaik untukmu," kata Yusuke dengan wajah memohon.


"Baiklah, terima kasih banyak, Yusuke-kun. Aku akan merawat ponsel ini dengan baik."


"Tidak masalah, Rena-chan. Semoga ponsel baru ini bisa membantumu dalam aktivitasmu sehari-hari."


"Aku yakin akan sangat membantuku, Yusuke-kun. Terima kasih sekali lagi," jawab Rena dengan senyum bahagia.


Yusuke merasa senang bisa membuat Rena bahagia dengan hadiah kecil ini. Baginya, Rena adalah prioritas utama sang heroine dalam game. Yusuke merasa senang bisa menunjukkan rasa sayangnya.


"Aku selalu ingin melihat senyummu, Rena-chan."


'Aih, aku malu dengan ucapanku sendiri.'


Hatinya penuh dengan kehangatan dan rasa syukur. Dia merasa beruntung memiliki seseorang seperti Yusuke dalam hidupnya. Dia berjanji akan selalu merawat ponsel baru ini dengan baik dan menjaganya dengan baik, sebagaimana Yusuke telah menjaga hatinya dengan baik.


***


Sore itu Rena melihat Yusuke sedang berbalik untuk pulang, kencan mereka sudah selesai begitu cepat tak terasa mereka sudah berkencan sejak pagi. Rena masih di ambang pintu gerbang rumah tradisional, ia melihat Yusuke sampai benar-benar sangat jauh.


"Aduh, aku sangat berdebar-debar, bagaimana ini?" tanya Rena pada dirinya sendiri.


Dia tidak yakin apakah Yusuke akan menghubunginya lagi atau tidak setelah kencan mereka.


Rena mencoba menenangkan dirinya sendiri dengan berjalan-jalan di dalam taman kecil di depan rumahnya. Dia menikmati keindahan taman yang disusun dengan rapi dan terawat dengan baik. Tiba-tiba, ia merasa ponselnya bergetar di sakunya.


Dia segera mengambil teleponnya dan melihat nama Yusuke di layar. Dia tersenyum dan menjawab panggilan tersebut.


"Hari ini menyenangkan, ya?"


"Iya," jawab Rena.


Mereka mulai berbincang-bincang tentang kencan mereka. Rena merasa semakin dekat dengan Yusuke setiap kali mereka berbicara. Setelah beberapa menit, Yusuke mengatakan sesuatu yang membuat hari Rena menjadi lebih baik lagi.


"Rena-chan, aku sangat menikmati kencan kita hari ini dan ingin melanjutkan lagi," kata Yusuke.


Rena merasa hatinya berdebar kencang. Dia merasa senang dan lega bahwa Yusuke juga menginginkan hal yang sama. Mereka berbicara selama beberapa menit lagi dan setuju untuk bertemu lagi minggu depan.


Setelah menutup telepon, Rena merasa seperti buru-buru menuju pintu rumahnya. Dia tahu bahwa ini adalah permulaan dari sesuatu yang indah dan dia tidak sabar untuk kencan selanjutnya.


⟨ Kamar Hashimoto Rena ⟩


Rena menulis dalam buku harian, selama ia kencan dengan Yusuke. Rena melihat ponsel baru yang di belikan Yusuke.


'Dia baik sekali...'


Rena berdebar-debar sambil menyentuh kedua pipinya.


Rena mengingat kejadian sebelumnya saat kencan mereka.

__ADS_1


Ketika mereka berjalan-jalan di taman, Yusuke memeluknya dari belakang. Rena tersenyum dan menikmati momen itu.


"Hari ini sangat indah," kata Rena.


"Ya, aku senang aku bisa menghabiskan waktu bersamamu," jawab Yusuke sambil tersenyum tipis.


Rena merasa sangat bahagia. Setelah kencan yang menyenangkan, Yusuke mengantarnya pulang dan memberinya ciuman lembut di bibir.


"Terima kasih untuk hari yang baik," ucap Rena.


"Aku senang jika aku bisa membuatmu senang," jawab Yusuke sambil tersenyum lagi.


Rena sangat bersyukur memiliki Yusuke sebagai pacarnya. Ia berhenti menulis dan memeluk buku hariannya erat-erat.


"Aku sangat beruntung," gumam Rena senang.


Malam yang rumit Rena sulit tidur saat mengingat bagaimana Yusuke menyentuh saat mereka di warnet, sangat intens dan mesra.


Perasaannya bertentangan, di satu sisi dia merindukan sentuhan Yusuke, tetapi di sisi lain, dia merasa khawatir bahwa hubungan mereka tidak akan berjalan sesuai rencana. Rena bertanya-tanya apakah Yusuke tertarik padanya sebagai wanita.


Rena merenungkan semua hal ini ketika tiba-tiba ponselnya berdering. Dia melihat nama Yusuke di layar dan hatinya berdetak lebih cepat.


Suara kucing sangat berisik dari belakang rumahnya membuatnya kesal dan sedikit terganggu, tetapi akhirnya dia mengangkat telepon.


"Halo?"


"Kenapa kamu belum tidur?" tanya Yusuke dengan suara yang lembut.


"Aku tidak bisa tidur..."


Rena merasa agak gugup karena mendengar suara Yusuke.


"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu," kata Yusuke.


Rena menunggu dengan tak sabar untuk mengetahui apa yang ingin Yusuke bicarakan.


"Apa itu?"


Yusuke berbicara dengan suara lembut dan hati-hati, membuat Rena merasa seperti dia sangat peduli padanya.


"Rena-chan, aku hanya ingin tahu apa kamu merasa nyaman denganku seperti yang kita lakukan di warnet?"


Rena tidak tahu bagaimana harus menanggapi pertanyaan ini. Hatinya berdegup kencang, dan dia merasa seperti dia telah terjebak dalam situasi yang rumit.


"Ya, aku merasa nyaman bersama kamu, Tetapi aku tidak yakin tentang nyaman, kurasa kamu berlebihan," jawab Rena akhirnya.


Yusuke terdengar sedikit lega ketika mendengar jawaban Rena.


"Baik. Aku mengerti. Maaf, kalau aku membingungkanmu, aku akan lebih baik lagi," kata Yusuke dengan tenang.


Rena yakin bahwa diskusi mereka belum berakhir, tetapi dia merasa lega setidaknya mereka telah memulainya meskipun berlebihan.


Meskipun perasaannya sulit disimpulkan, dia merasa lega karena paling tidak, dia dan Yusuke sedang saling terbuka dan jujur tentang perasaan mereka. Rena akhirnya memilih untuk tidur, dan dia merasa sedikit lebih damai setelah percakapan itu.

__ADS_1


Hati-hati, Rena mengambil keputusan untuk tetap berada di dekat Yusuke dan melihat ke mana hubungan mereka akan berjalan. Dia membuka matanya untuk semua kemungkinan dan mengikuti aliran waktu.


__ADS_2