
Ekspresi wajah Rena berubah dalam sekejap mata.
Dia merasa menyesal menunjukkannya karena terbawa oleh emosi yang rumit.
Yusuke melihat itu dengan terkejut, dia menyadari bahwa malam itu benar-benar nyata ketika Rena berubah menjadi aneh.
"Yusuke-kun, kamu tahu aku mencintaimu, kamu tidak boleh berpikir seperti itu, jangan mencoba untuk berpaling, oke?"
"Aku tidak akan melakukannya, aku hanya bercanda. Kamu tahu aku suka bercanda?"
Rena tersenyum dan menjawab.
"Aku tahu hanya saja aku tidak ingin kamu seperti itu, mengerti?"
'Mungkin dia marah tadi, karena Rena sendiri sangat cemburuan.'
Rena mendekat; Mereka berciuman untuk mengungkapkan perasaan mereka satu sama lain dan menenangkan diri.
Yusuke juga memberitahu semua orang bahwa yang dia cintai adalah Rena.
Rena sudah mengetahui masalah foto yang menjadi kesalahpahaman itu.
Banyak yang saling memandang dan bertanya-tanya tentang kebenaran yang masih menjadi misteri bagi mereka.
Minami yang pernah bertemu Chiya sebelumnya.
Minami tidak mudah percaya karena dia sudah tahu seperti apa sikap Chiya saat bersama Yusuke saat itu.
"Yusuke-kun, apa yang kamu katakan itu benar?"
Yusuke tersenyum karena Minami tiba-tiba menanyakan sesuatu yang sudah dia umumkan.
"Apakah kamu tidak percaya padaku Minami?"
"Tentu saja, aku percaya dengan apa yang kamu katakan. Aku hanya penasaran. Aku tahu seperti apa dia saat itu, dia nakal."
Rena melihat bahwa Yusuke sekarang bersama Minami.
Mereka berjalan bersama seperti pasangan yang paling serasi.
Dia mengambil napas dalam-dalam dan melangkah maju untuk berbicara dengan Minami.
Minami yang gugup segera mencari cara untuk kabur, ia melihat tatapan tidak senang dari Rena.
"Dia sampai lari..."
Yusuke melihat Rena yang sedang cemberut dan membuang muka dengan kasar.
"Bukankah terlalu jelas jika kamu menunjukkan Rena-chan?"
Rena menatap Yusuke tanpa berkedip.
"..."
'Kenapa kamu menjadi pemarah sekarang?'
Yusuke berpikir jika Rena tetap pada sikapnya akan ada masalah di kemudian hari.
"Yusuke-kun, aku tidak mau seperti itu."
"Apakah kamu akan terus menunjukkan cemburumu terlalu jelas seperti itu?"
Rena menyilangkan tangannya.
"..."
Lama mereka saling menatap, Rena mendekat dan mengikuti kemauan Yusuke.
"Itu curang, jangan lihat aku seperti itu ..."
"Tolong jangan berlebihan, aku tahu kamu tidak suka aku dekat dengan gadis lain. Aku hanya berbicara. Aku tidak akan selingkuh, kamu tahu seperti apa aku kan?"
"...Ya..."
Rena menutup matanya.
'Dia menjadi kecanduan berciuman ...'
Saat di pintu keluar gerbang sekolah menunggu.
__ADS_1
Chiya yang kini sedang diawasi oleh murid-murid yang akan pulang.
"Hai!"
Semua orang memandang Yusuke.
Rena tersenyum tipis, dia berusaha sabar dan sabar.
Minami, Ayumi dan Midori yang sedang menonton dari kejauhan, mereka berpikir bahwa masalah besar akan terjadi.
***
⟨ Kafe ⟩
"Jangan salah paham. Aku mencarinya karena aku ingin berterima kasih."
"Aku mengerti," jawab Rena seadanya.
Yusuke memutuskan untuk menyerah meminta Rena untuk lebih menahan diri.
Chiya tersenyum dan menatap Yusuke.
Sedangkan dari tempat duduk yang lebih jauh. Minami, Ayumi dan Midori menjadi penonton.
Ayumi dan Midori dipaksa oleh Minami untuk menemaninya untuk melihat sesuatu yang menarik.
Keduanya yakin bahwa alasan yang jelas adalah Minami cemburu karena Chiya mencari Yusuke.
Ekspresi yang terlalu serius di wajah Minami sudah menunjukkan pada mereka berdua. Minami terlalu menyukai Yusuke, yang bahkan sudah punya pacar.
Ayumi mengusap bahu Minami.
'Jika kamu tetap seperti ini untuk waktu yang lama kamu akan menjadi plakor di masa depan.'
Ibu Rena berkedip beberapa kali karena Rena membawa teman-temannya ke rumah, dan dengan kepekaannya, ibu Rena sendiri segera menyadari bahwa ada persaingan.
Suasana di kamar Rena menjadi sangat canggung. Chiya lah yang memecahkan kecanggungan itu.
"Wow, jadi kalian benar-benar mendapat restu!"
"Y-ya ..."
Rena yang datang membawa beberapa gelas jus jeruk.
Dia memandang Chiya dengan tatapan penuh kekuatan untuk menjaga dirinya agar tidak cemburu.
Minami, Ayumi, dan Midori hanya diam-diam meminum jus jeruk, mereka memperhatikan percikan tatapan yang saling bersaing.
Yusuke mengembuskan napas frustrasi.
'Ini sudah menjadi Harem...'
[Sistem: Pamerkan kasih sayang Anda! Hadiah 100.000.000. Menolak akan mendapatkan hukuman mati!]
"..."
Sementara yang lain berbicara satu sama lain, Yusuke disibukkan dengan pikirannya sendiri. Dia harus menunjukkan kasih sayang di depan orang lain.
"Rena-chan."
"Ya, Yusuke-kun?"
Semua orang terbelalak, yang paling kaget adalah Minami dan Chiya. Midori yang pemalu menutupi wajahnya dengan kedua tangan, tetapi mengintip melalui celah jarinya.
Chiya mulai tersenyum, dia sangat kesal dengan adegan ciuman yang dia lihat di depan matanya.
Minami pura-pura tetap tenang, Ayumi berusaha tetap fokus pada ponselnya.
"Aku akan menunjukkan kepada kalian cinta kami yang sangat menarik."
"Bajingan, kamu tiba-tiba menjadi gila?"
"Aku hanya ingin memberitahumu bahwa Rena-chan adalah satu-satunya yang kucintai."
"Kamu benar-benar jadi bajingan..."
Setelah semua yang Yusuke lakukan, dia bisa mengetahui dengan lebih jelas siapa yang menyukainya. Minami, Chiya, dan bahkan yang tidak pernah diduga Yusuke adalah Midori.
Setengah jam mereka hanya mengobrol canggung dan berpamitan untuk pulang.
__ADS_1
Rena melihat Yusuke tertunduk dan memasang wajah yang sulit dimengerti.
Dia merasa seperti orang yang kejam untuk menunjukkan kepada seseorang yang memiliki perasaan padanya.
"Yusuke-kun?"
"Mmm?"
Yusuke menatap Rena.
"Aku merasa sangat bersalah."
"Yusuke-kun tidak seperti itu, karena semua orang tahu bahwa Yusuke-kun hanya milikku dan Yusuke-kun hanya menginginkanku..."
Yusuke terbelalak, Rena mendekat di pangkuannya, mereka berciuman saling berhadapan.
Di celah ciuman, Rena berbicara.
"Aku mencintaimu..."
Pagi harinya.
"Semuanya sudah siap Maa..."
Ibu Rena tersenyum dan berbicara.
"Apakah dia selalu memaksamu?"
Rena berkedip, tidak mengerti perkataan ibunya.
"Apa Maa?"
"Mama mendengar semuanya. Apakah dia memaksamu? Kalian melakukannya hampir setiap hari."
Rena membuat wajah serius.
Ibu Rena terdiam melihat putrinya seperti itu.
Ibu Rena berbicara dengan tegas.
"Biasanya hanya dua kali seminggu, bukannya dua hari libur dalam seminggu."
Rena tersenyum malu.
Ibunya menepuk keningnya.
"Ya ampun, untungnya dia memakainya."
Rena mengangguk polos, yang sebenarnya terjadi jika Yusuke tidak pernah menggunakannya.
"Kamu harus tahu kalau tidak baik untuk terlalu sering, nantinya salah satu dari kalian akan bosan."
Rena tersentak.
"Bosan?!"
Yusuke sarapan dengan lesu.
Ibu Rena melihat Yusuke yang tidak bersemangat.
'Anak ini karena dia masih muda terlalu berlebih-lebihan, haruskah aku memperingatkannya saja?'
Sang ayah pertama kali mengambil inisiatif.
Yusuke dan Handa berbicara secara pribadi setelah mereka sarapan.
"Aku tahu kamu masih muda dan penuh semangat. Nakajima, mulai sekarang kamu harus mengendalikan dirimu."
"Baik. Saya mengerti."
'Padahal Rena yang...'
Aturan yang dibuat Handa.
Rena dilarang mencari Yusuke di kamarnya.
Dan tidak ada kedekatan yang berlebihan selama lima hari.
Ibunya Rena mengangguk saat pengumuman diberikan.
__ADS_1
Rena tersenyum tipis, pikirannya benar-benar tidak menerima aturan dari ayahnya. Apa yang mereka lakukan dalam bercinta sudah seperti lagu mengantar tidur bagi Rena.