Menyelamatkan Hashimoto Rena

Menyelamatkan Hashimoto Rena
Theme Park


__ADS_3

Pada hari Minggu pagi: Yusuke pergi ke rumah Rena, sesuatu yang dia janjikan, dia meminta izin kepada orang tua Rena. Yusuke mendapatkan hasil yang memuaskan mendapatkan izin.


“Jangan pulang malam-malam,” kata ibu Rena saat mengantar mereka sampai depan gerbang rumah.


"Kami akan akan pergi dulu Hikari-san."


"Tolong hati-hati..."


Yusuke tersenyum.


"Kami akan berhati-hati."


Selama perjalanan yang dilihat Yusuke hanyalah penampilan Rena yang tak jauh dari berpakaian sopan, dia berharap pacar cantiknya berani berdandan.


'Kalau saja lebih... tidak apa-apa...'


Yusuke lebih memilih naik taksi, dia tidak mau berpeluh dengan orang-orang di bus yang penuh bajingan, dia tidak ingin terjadi apa-apa pada Rena.


Yusuke meliriknya.


'Meski roknya lumayan panjang tetap ada sisi menawannya... Sialan, pikiranku rusak karena Chiya selalu menggangguku!'


Rena melihat Yusuke.


"Kenapa kamu seperti itu? Apakah kamu dalam masalah?"


"Aku baik-baik saja, hanya saja," Yusuke menatap pengemudi dan berbicara lagi. "Aku akan memberitahumu nanti."


Rena berbicara dengan suara rendah.


"Jika kamu ingin membicarakan sesuatu, apa pun itu, katakan saja."


Dia tersipu.


"Sungguh, bisakah aku meminta sesuatu juga?"


Rena berkedip.


"Tergantung apa yang kamu minta," kata Rena dengan suara rendah.


Yusuke tersenyum dan membelai rambut Rena.


"Aku akan meminta apa yang benar-benar aku inginkan nanti."


Rena memperhatikan dalam diam.


Tangannya menyentuh punggung tangan kiri Yusuke, sang kekasih benar-benar membuatnya selalu memiliki banyak pikiran aneh dengan kewaspadaan yang akan ditanyakan sang kekasih.


'Semua yang dia katakan selalu membuatku berdebar... kamu sangat menyebalkan, aku mencintaimu...'


Rena sedang meremas roknya dengan tangannya yang lain, entah kenapa dia menjadi sangat merinding.


⟨ Theme Park ⟩


Rumah hantu yang ditunggu-tunggu oleh Yusuke ditutup karena alasan yang tidak diketahui. Hanya ada roller coaster yang menjadi pilihan keduanya.


Rena merasa beruntung, dia menjadi sangat ceria dan penuh kepuasan dari senyumnya.


"Roller Coaster," gumam Yusuke.


"Aku sangat siap!"


Rena sangat senang sehingga dia membawa Yusuke.


Yusuke tidak menunjukkan ketidakpuasan, dia melihat Rena sangat bersemangat dan sudah puas dengan dirinya sendiri yang juga sangat bahagia.


"Banyak orang."


Yusuke memandang dengan tatapan lesu.


Rena menatap Yusuke.


"Kami mendapat bagian belakang."


"Bagus kalau aku bisa menciummu."


Rena memukul kepala Yusuke dengan lemah.


"Bagaimana bisa seperti itu, dasar menyebalkan."


"Aku merasa seperti sedang mengingat masa-masa indah masa muda..."


"Hahaha, kamu seperti orang tua, Yusuke-kun."

__ADS_1


"Kekeke, aku sebenarnya sudah cukup tua."


"Ah, berarti Yusuke-kun pedo?"


Rena menirunya dengan terkekeh.


Mereka duduk bersebelahan saat menaiki roller coaster. Rena tersenyum cerah sudah lama sekali ia tidak melakukannya, terlalu sibuk belajar dan belajar sejak duduk di bangku SMP.


Selama naik roller coaster, Yusuke yang tadinya santai mulai tersenyum dan merasakan kepakan yang sudah lama tidak dirasakannya.


'Benar-benar menjadi muda sangat menyenangkan!'


Rena yang selalu melihat Yusuke serius dan kalem dengan cara bicara yang blak-blakan, kini dia melihat sisi lain dari Yusuke dengan senyum bahagia.


'Dia sangat imut dan tampan kalau tidak bicara aneh-aneh...'


Setelah selesai dengan banyak kegembiraan singkat, yang tidak terduga sekarang yang dilihat Rena adalah Yusuke merasa mual.


'Benar-benar tidak nyaman...'


Yusuke duduk di bangku panjang.


Rena pergi membeli minuman rasa jeruk agar Yusuke tidak mual. Setelah Rena membelinya dia kembali ke tempat dimana Yusuke sedang tersenyum padanya.


"Kamu seharusnya tidak memaksakan diri jika kamu tidak nyaman naik roller coaster."


Rena mengusap bahu Yusuke.


"Aku tidak tahu akan jadi seperti ini, dan aku banyak berolahraga..."


"Kamu tahu kadang-kadang sesuatu tergantung pada kecocokan? Mungkin saja Yusuke-kun tidak cocok untuk naik roller coaster."


Yusuke mencubit pipi kanan Rena.


"Aku baru tahu ada sesuatu yang seperti itu."


Rena merona merah, cara itu sangat aneh dan aneh, tapi dia tidak bisa menolak karena dia tidak merasakan sakit, hanya rasa geli unik yang dia rasakan.


"Sayang, mereka sangat imut, lihat saja mereka."


"Hah... itu masih cinta monyet, apa yang membuatmu terkejut dengan itu?"


"Sangat bodoh."


Pasangan lain berbicara tentang mereka.


“Kamu sudah seperti udang rebus Rena-chan?”


Rena menoleh dengan kesal dan menggembungkan pipinya, dan berbicara.


"Jangan mengolok-olokku seperti itu Yusuke-kun."


Rena memukul lengan Yusuke dengan lemah.


Yusuke yang sudah merasa lebih baik, dia bercanda dan mengeluarkan ponselnya.


"Ayo kita foto bersama?"


"Ya!"


Rena mengangguk mantap.


"Kita akan berfoto, aku ingin fotonya."


"Dekatkan kepalamu."


"Sudah dekat bukan?"


Rena mendekat, jari-jarinya membentuk huruf V.


"Lucu."


"Lucu?"


"Seperti anak sekolah dasar."


Rena tersipu.


'Menyebalkan...'


'Dia bahkan lebih cantik di foto.'


Yusuke meminta untuk mengambil foto lagi hingga lima kali, pasangan yang tadinya meremehkannya mulai bergabung dengan cara yang sama.

__ADS_1


"Yusuke-kun, kirimi aku fotonya..."


"Kiss pipiku dulu?"


"Ouch ..."


Yusuke menunggu dan menunggu, karena dia bosan menunggu; ia memasukkan ponselnya ke dalam saku bajunya.


"Tunggu..."


"Terlalu lama," kata Yusuke dengan ekspresi tidak puas di wajahnya.


Ciuman mendarat di tempat yang salah.


Rena bangkit dan berjalan pergi, Yusuke buru-buru mengikuti.


'Rencanaku sukses besar!'


"Mereka melihatnya, kamu sengaja Yusuke-kun."


"Delicious, kan?"


"Ouch..."


Rena mengigit bibirnya dengan lemah, ia membasahi bibirnya.


"Apakah kamu ingin naik Carousel?"


Yusuke melihat kuda-kuda komidi putar, sangat diminati oleh kebanyakan anak-anak, dia ditawari untuk menungganginya?


"Itu terlalu... kamu ingin mengendarainya?"


Rena mengangguk.


Awalnya Yusuke hanya ingin melihat Rena mengendarainya, beberapa keluarga melihatnya, seorang ibu menyarankan Yusuke untuk menemani Rena, agar tidak mempermalukan pasangannya.


Sangat memalukan baginya bahwa beberapa orang melihatnya. Yusuke berpikir kembali menjadi Kim Chul: dia seperti kembali ke masa lalu untuk pergi ke taman hiburan bersama teman-teman sekolahnya.


Rena mengerjapkan matanya saat melihat Yusuke yang ada di sampingnya, dia merasa salah mengambil keputusan. Yusuke mungkin akan terpaksa naik komidi putar.


"Yusuke-kun, Yusuke-kun?"


"Ya?"


"Malu ya?"


"Aku tidak malu, santai saja!"


Setelah selesai dengan komidi putar.


Rena berkedip menunggu Yusuke yang sedang menatapnya, dia melihat bahwa tempat yang akan mereka tuju sangat sunyi.


"Kenapa?"


"T-tidak kenapa-napa..."


Rena teringat sesuatu.


"Yusuke-kun di dalam taksi apa yang ingin kamu katakan tadi?"


Yusuke menggosok-gosok belakang lehernya.


"Itu, aku tidak mau lagi mengatakannya karena rumah hantunya."


"Bicara saja, dan apa hubungannya dengan rumah hantu?"


"Dengar, aku ingin melakukan sesuatu di rumah hantu."


"Apa itu?"


"Membuat hantu cemburu."


"Eh...?"


Rena tidak mengerti.


Yusuke berbisik.


Rena merasa sangat berdebar dan merasa sangat malu ketika semua itu di bisikan.


"Kamu jahat, kamu tidak boleh seperti itu!"


"Akan mendebarkan keke..."

__ADS_1


Rena menyilang tangan.


'Wow, apakah dia marah? Imutnya..."


__ADS_2