
Dia memanggilnya berulang kali setiap kali semua yang dia lakukan Yusuke; memaksa masuk berulang kali hingga dia menekan begitu dalam.
Rena memeluknya dan meraihnya sambil menggaruk punggungnya Yusuke dengan kedua tangan. Yusuke yang sedang bersemangat tidak peduli dirinya disibukkan dengan aktivitas yang penuh dengan kesenangan.
"Ouch Yusuke-kun tubuhku terasa aneh, panas, Yusuke-kun ouch, ah!"
Yusuke sepertinya tidak peduli, ia tetap menikmati semua sensasi yang sangat baru baginya.
"Damn, kenapa kamu begitu nikmat...," kata Yusuke.
"Ouch, aduh, ah... Yusuke, Yusuke-kun..."
Rena memejamkan mata, dia malu dengan suara yang begitu aneh setiap kali Yusuke melakukannya.
Perasaannya sangat nikmat, namun ada suatu yang tak asing, ia ingin ke kamar mandi, namun kedua tangannya dibelenggu oleh Yusuke.
"Ouch harus pergi... Ouch..
Yusuke memejamkan matanya sambil menggigit bibirnya erat-erat, dia semakin gila kenikmatan.
"Sialan, aku benar-benar bajingan!"
"Ah, ah... Ouch, Yusuke-kun!"
Rena merasakan sesuatu yang cukup panas di dalam dirinya, ia melihat Yusuke yang terengah-engah seperti dirinya. Mereka berdua sangat kelelahan.
"Haa...ha...Rena-chan..."
"... tidak..."
Yusuke tersenyum, menyadari dirinya egois dan memaksa Rena menerima semuanya.
"Maaf, ini pasti sakit..."
"... bukan karena sakit..."
"Jadi?"
"... aku tidak ingin mengatakan..."
"Katakan saja jika ada sesuatu yang tidak nyaman bagimu, bicara saja."
"Tidak mau ..."
Yusuke tersenyum dan mencium keningnya.
"Mengapa?"
"Malu..."
"Malu kenapa...?"
Rena menggigit bibirnya.
Yusuke melihat jam di ponselnya, dia berpikir untuk membeli Futon; kasur untuk tidur di lantai, alasannya sekarang dia benar-benar tidak bisa menggunakan tempat tidurnya untuk tidur.
"..."
Yusuke memilih untuk membeli secara online, dia terlalu lelah untuk bangun.
'Aku bajingan, aku mengguncangnya seperti orang kesurupan ...'
Rena merasa bagian bawahnya sangat tidak nyaman dengan rasa yang aneh.
Yusuke melihat waktu yang hanya 15 menit, ia merasa sudah berjam-jam melakukannya.
'15 menit melelahkan sekali ... aku tidak punya pengalaman...'
"Yusuke-kun... kakiku..."
"Ada apa dengan kakimu? Sakit?"
"Lemas... aku ingin bangun..."
"Biarkan aku membantumu ingin pergi ke kamar mandi?"
Rena tersenyum.
"Yeah, ah..."
"..."
Saat mereka duduk bersebelahan di tepi tempat tidur; Rena menyandarkan dirinya ke Yusuke.
"Maafkan aku sangat lemah, aku pusing ..."
Yusuke merasa menyesal.
"Karena aku berlebihan..."
Rena melihat Yusuke.
"Jangan salahkan dirimu, aku saja yang lemah..."
Mereka memilih untuk berciuman.
__ADS_1
Rena menutup matanya, dia memilih untuk membiarkan Yusuke, dan tidak membalas, dia menikmatinya.
'Ciumannya lembut...'
'Dia sangat lelah...?'
5 menit berlalu; Yusuke membantu Rena ke kamar mandi.
Rena merasa sangat malu karena dia yang telah remaja, dibantu oleh Yusuke untuk mandi.
"Yusuke-kun..."
"Ya?"
"Aku bisa keramas sendiri ..."
"Aku tahu kamu bisa melakukannya sendiri, aku bertanggung jawab atas kesalahanku jadi aku membantumu keramas."
"... terima kasih..."
Rena semakin malu karena Yusuke membantunya di banyak tempat.
"Bagiamana cara yang benar membasuhnya?"
"Aku akan melakukannya sendiri setelah kamu keluar..."
"Ajari aku bagaimana caranya?"
Yusuke membicarakannya sekali lagi.
"Aku serius membantu, aku tidak punya motif tersembunyi."
Rena berpikir dan berpikir.
"Benarkah?"
"Tentu saja, jadi ajari aku caranya."
"Baiklah..."
Rena merona merah.
Setelah mereka mandi, yang paling mengejutkan Rena, adalah mereka melakukan hal aneh bersama dan hanya menutupi tubuh dengan handuk.
"Aku akan membantumu berpakaian."
Rena merona merah.
"Yusuke-kun, apa kamu tidak gugup, ini terlalu berlebihan..."
Rena melihat.
Yusuke tersenyum.
"Mengapa?"
"Ternyata Yusuke-kun bisa juga tidak mesum..."
"Rena-chan sekarang berani menghakimi ya?
Rena menggelengkan kepala.
"Tidak berani..."
Setelah mereka berpakaian, Yusuke melihat sebuah toko online yang menjual 'futon.' Rena juga melihat, dan menoleh untuk melihat wajah Yusuke.
"Yusuke-kun?"
"Ya?"
Yusuke fokus melihat layar ponsel.
"..."
Rena menekankan bibirnya ke pipi kiri Yusuke dengan gemas.
{Heart Points: 9 > 10/10}
Yusuke mengerjapkan mata saat melihat ponsel tersebut, dan mendapat kejutan yang tak terduga.
***
Saat Chiya berada di apartemennya, dia bisa mendengar suara tetangganya bercinta.
"Itu menyebalkan, dia selesai begitu cepat ..."
Chiya bangkit dan pergi ke kamar mandi.
Dia melihat ke cermin dengan senyum masam, dia sangat kesal dan jengkel dengan perilaku pacaran Yusuke. Namun, dia tidak bisa melawan karena dia hanya tetangga bukan pacarnya.
'Dia sombong sekali, ya aku tahu laki-lakimu sangat nyaman untuk diajak bicara ... Dia cuma beruntung...'
Ia memutuskan untuk segera mandi.
'Bajingan itu, lumayan...'
__ADS_1
Dia memutuskan untuk jalan-jalan dan tidak terjebak dalam pikirannya, dia akan menemukan seseorang yang bisa memuaskannya untuk menghilangkan stres.
“Haa… aku ingin bercinta denganmu…”
Chiya yang terlihat seksi, dia bersiap untuk pergi. Dia melihat seorang kurir sedang berbicara dengan Yusuke, Chiya lewat tanpa melihat ke belakang.
Yusuke melihatnya.
"Chiya...?"
Yusuke tidak mendapat jawaban, dia menghela napas.
'Marah itu wajar, semoga semuanya baik-baik saja, tipe gadis seperti dia tidak akan menyimpan dendam, kan?'
Yusuke membeli dua futon yang dibentangkannya di lantai. Rena mencobanya, memberanikan diri untuk langsung tidur di futon karena Yusuke membeli yang baru dan sangat bersih.
Futon yang sudah dengan selimut. Mereka tidur berdampingan, Yusuke membuka futon Rena, dia masuk ke satu tempat bersama Rena.
"Yusuke-kun, sesak..."
"Diam sejenak aku bertanya-tanya bagaimana cara tidur di dalam dengan kekasihku yang cantik."
Rena menyingkirkan selimutnya, dia memeluk dan mengelus dada Yusuke.
"Ini akan menyesakkan pada tingkat ini ..."
'Wow, aku merinding?'
"Yusuke-kun...?"
"Ya?"
"Aku mencintaimu~"
Yusuke mengerutkan kening.
Yusuke membungkam Rena dengan berciuman, mereka membalas dengan nikmat.
"..."
"...Um..."
Rena memegang tangan Yusuke yang sedang menyentuh dadanya.
"Yusuke-kun, apa kamu tidak ingin pindah rumah?"
"Pindah rumah?"
"Ya, kuharap Yusuke-kun pindah rumah..."
"Apakah itu karena Chiya?"
Rena mengangguk lemah.
"Kamu ingin aku pindah?"
Rena melihat dan menyentuh pipi kiri Yusuke.
"Sejujurnya aku ingin kamu pindah, apakah kamu mau melakukannya?"
"Kurasa aku harus mencari tempat yang lebih luas."
Rena memeluknya dengan sayang, dia senang karena Yusuke tidak menolak permintaan egoisnya.
"Kamu milikku, aku mencintaimu Yusuke-kun~"
Yusuke tersenyum kaget melihat tingkah Rena.
Rena tiba-tiba berhenti karena merasa tidak nyaman di suatu tempat.
"Apakah kamu masih sakit?"
"Kurasa tidak terlalu..."
"Yusuke mengajak Rena untuk tidur.
Rena tersenyum, dia menutup matanya, dia berharap semuanya menjadi sesuatu yang akan bertahan lama untuk dia dan Yusuke.
"Ano... Yusuke-kun..."
"Ya?"
"Apakah aku benar-benar akan punya bayi?"
"Ah, kalau itu masih banyak kemungkinan."
"...Kurasa aku akan mendapat masalah..."
Rena menatap Yusuke.
"Jika aku memikirkannya dengan hati-hati, Papa mungkin akan marah padaku Yusuke-kun?"
"Jika aku mengatakan yang sebenarnya itu bukan tidak mungkin, aku akan membantumu santai saja."
Rena menyembunyikan wajahnya di leher Yusuke.
__ADS_1
"... tolong bantuannya Yusuke-kun..."