Menyelamatkan Hashimoto Rena

Menyelamatkan Hashimoto Rena
Akuma Kento dan Park Shin


__ADS_3

Rumah tradisional yang cukup banyak dihuni orang berjas hitam kini menatap Yusuke.


Seorang lelaki bertubuh besar bernama Sasaki kini sedang duduk di sofa mendengarkan cerita dari Dai.


Bimbingan yang jelas sangat mudah untuk diajarkan Sasaki, dan penawaran berlaku untuk Yusuke yang ingin bergabung dengan geng Sasaki.


Sesuatu yang tidak berpikir panjang itu langsung ditolak oleh Yusuke yang tidak mau bergabung dengan kelompok gangster.


Sasaki tersenyum, dan dia berharap Yusuke masih memikirkannya.


Dai yang diperlakukan seperti tuan muda, dia sangat bermartabat dengan tubuh yang besar dan tegap itu.


"Di mana kalian berlatih?"


"Kami hanya pergi ke gym untuk latihan fisik, paman."


"Itu tidak terlalu membantu, yang terpenting itu adalah pertarungan nyata."


Yusuke mendapat firasat buruk dari senyum angkuh Sasaki.


'Jangan bilang aku harus bertengkar dengannya lagi.'


Di tempat latihan dikhususkan untuk para anggotanya.


Yusuke mendapat pelatihan langsung yang sangat keras dan penuh dengan romansa perkelahian.


Romansa ini bukanlah sesuatu yang aneh, romansa pertarungan adalah saling tekad untuk saling mengalahkan.


Sasaki hanya tersenyum saat melihat Dai yang kewalahan melawan Yusuke.


Kombinasi teknik tinju yang akurat dan tendangan taekwondo sangat menakjubkan untuk ditonton lebih lanjut.


"Cara bertarungmu seperti negara K. Kamu yang dari negara J, bisa mahir taekwondo, hebat sekali, sayang masih sangat lemah dan terlalu dangkal dalam menyerang titik vital lawan."


'Kenapa dia melepas jaketnya?'


"Kita perlu sparring."


"Baik. Aku akan sparring denganmu...?"


Dai menatap mereka dengan hati-hati.


'Senior melawan paman, betapa sepihak.'


Kaki kanan yang lebih dulu menyerang, yang langsung ditahan oleh tangan Sasaki.


Yusuke bisa merasa betapa kerasnya tubuh pria yang sudah menjadi sosok yang penuh dengan perkelahian antara hidup dan mati.


Tatapan itu seperti membuat dirinya membeku dengan banyaknya intimidasi.


Yusuke menahan pukulan itu dengan lengan kanannya, lengan terkuat untuk orang yang tidak kidal, seperti tak ada apa-apanya menerima pukulan yang begitu berat.


Yusuke sangat berharap ia punya sistem yang membantu saat-saat seperti ini, namun sistem miliknya hanya memberikan tugas dengan hadiah uang untuk keberhasilan.


Dia yang harus berusaha keras untuk meningkatkan kemampuan tanpa ada kecurangan, ia berkelahi di masa lalu sudah banyak pengalaman. 


Namun dalam level ini ia kalah dengan Sasaki bak seekor monster.


'Benar-benar seperti Gorila, beruang sangat tidak cocok dengan monster ini.'


Hashimoto Hikari dan Rena melihat hal itu membuat mereka khawatir. Rena yang sudah menjelaskan semuanya pada ibunya, sang ibu bisa mengerti kebaikan itu, sayang sekali Yusuke memilih sesuatu yang sulit ia tanggung.

__ADS_1


"Yusuke-kun..."


Rena yang tak tega melihatnya begitu sedih saat wajah Yusuke memar di pipi kirinya.


⟨ Kamar Nakajima Yusuke ⟩


"Belum apa-apa, apa yang aku katakan sudah terjadi. Aku benar kan? Kamu pasti akan terluka, lihat sekarang wajahmu memar seperti itu?"


"Aku terlalu ceroboh saat latihan dengan paman Dai."


Dia mendengarkan Rena mengomelinya saat dia duduk di tepi tempat tidur.


Rena tidak bisa menahan emosinya, dia tidak tahan lagi.


Yusuke bersiul merdu untuk mengalihkan perhatian Rena.


Rena menatapnya dengan sangat sedih, dia cukup frustrasi dengan apa yang dilihatnya di wajahnya.


"Dadaku sakit melihatmu seperti ini... Yusuke-kun, kumohon... kamu tidak perlu melakukan ini lagi, oke?"


"Aku sudah bilang bukan? Aku tidak mungkin mundur, tenang saja."


"Sungguh aku tidak bisa tenang, tolong mengerti Kenapa aku seperti ini?"


"Aku mengerti, tapi aku harus melakukannya."


Masih berlatih sekeras yang dia lakukan untuk menjadi kuat, peningkatan yang memuaskan bisa dia rasakan dari dirinya sendiri. 


Seminggu berlalu begitu saja dengan dia yang kini berjalan bersama Dai. Mereka berdua terlihat sangat percaya diri.


Saat berpamitan dengan Rena, Yusuke mendapat anggukan kepala dan senyuman dari Rena yang tidak bisa menghentikan keinginannya.


Dia yang tidak mau lengah, dia melihat gerakan mereka terlebih dahulu, dia menunggu dan menunggu.


Dia akhirnya mendapat kesempatan ketika pengganggu dari sekolah lain menindas siswa dari sekolahnya.


Ada tiga orang di gang perbelanjaan.


Rena memilih Yusuke yang langsung menyuruhnya pulang bersama Minami dan Ayumi untuk menemaninya.


Tiga pemuda menyeramkan dengan gaya gangster padahal kenyataannya mereka hanyalah siswa biasa di sekolah seperti dia.


Ketiga pemuda itu menyerang dia, pemimpin mereka.


Dia melawan mereka dengan teknik tinju, dia tidak merasa khawatir karena Rena, Minami dan Ayumi berada jauh darinya.


Tidak butuh waktu lama baginya untuk mengalahkan ketiganya.


"Jangan datang ke area sekolah kami lagi, jika kamu terus datang, aku akan mematahkan lehermu."


Ancaman itu membuat ketiganya saling memandang, dan mereka memutuskan untuk kabur setelah berbicara.


⟨ SMA Wakai ⟩


Sementara itu di SMA Wakai.


Seorang remaja berambut merah, dia memukuli bawahannya yang kalah dengan sangat menyedihkan.


Dia melihat remaja itu duduk di sofa tepat di sebelah kanannya.


"Shin, apa yang harus kita lakukan dengan mereka bertiga?"

__ADS_1


"Mencabut kuku ibu jari mereka sudah cukup."


"Hahahaha kau sangat sadis, ahahaha ahahaha!"


"Hanya memiliki dua orang yang bisa bertarung, itu sangat lucu."


Seorang remaja bernama Akuma Kento juga melihat ponsel Park Shin.


"Nakajima Yusuke? Dia yang dikabarkan sangat populer di SMA Amai?"


"Dia punya banyak wanita,"


Shin tersenyum penuh minat.


"Ada apa dengan senyum bajingan ini ahahah!"


Akuma Kento tertawa dan menendang wajah pemimpin anak buahnya dengan tendangan kaki kiri yang berat.


Anak-anak dari SMA Wakai diberi tugas untuk mengumpulkan informasi.


Park Shin yang tertarik dengan kebebasan, dia mengincar Watanabe Chiya sebagai yang pertama.


Namun, selama ia mengamati dari jauh ada yang aneh dengan kegagalan anak buahnya merebut Watanabe Chiya.


"Dia selalu tepat waktu untuk datang, dia sepertinya memiliki dukun yang indra keenam?"


Bangunan sekolah yang terbengkalai adalah markas mereka, dan di situlah Park Shin memulai rencananya.


"Huh, apakah kamu mengatakan dia memiliki indra keenam?"


"Dia selalu tahu dari mana kita mulai, hanya saja dia tidak tahu aku ada di sana untuk mengawasi."


"Ngomong-ngomong, kenapa kamu begitu terobsesi dengan Watanabe Chiya? Menurut anak-anak, dia hanyalah PSK."


[Menolong teman sekolah: 7/7]


'Akhirnya 100 juta...'


[Tugas selanjutnya sedang berlangsung...]


Yusuke merasa lelah selama tiga hari ia harus menyelesaikan tugas sampingan yang diberikan oleh sistem.


'Mereka juga mengincar gadis-gadis dari sekolah kita...'


"Apakah kalian mendengar bahwa akan ada wakil kepala sekolah yang baru?"


"Aku pernah mendengar bahwa dia berasal dari sekolah elit di ibukota."


Gadis-gadis itu mulai bergosip di kelas.


Yusuke melihat Takeru yang lagi merenung seperti pecundang di dekat jendela.


'Dia benar-benar selesai menjadi toko utama di cerita aslinya, efek kupu-kupu ini sangat jelas.'


"Senior Nakajima, apa rencana kita?"


"Mari kita istirahat sebentar, apakah kamu masih ingin bertarung lagi?"


"Untuk memperkuat diri saya tentu saja saya ingin lebih banyak bertarung."


"Kamu petarung maniak bajingan?"

__ADS_1


__ADS_2