
Malam itu saat ayah Rena pulang.
Yusuke memberikan penjelasan dan bahkan berjanji akan bertanggung jawab penuh.
Handa mendengarkan semuanya dengan serius.
"Bahkan kamu masih sekolah berani berjanji seperti itu, betapa lucunya Nakajima."
"Ah, memang benar aku masih sekolah tapi saya akan berusaha sebaik mungkin."
"Papa jangan salahkan Yusuke-kun."
"Kamu diam Rena. Papa kamu sedang berbicara dengannya."
Rena terdiam saat ibunya melarangnya.
'Yusuke-kun...'
Yusuke tetap percaya bahwa ayah dan ibu Rena sangat mempercayainya. Dan tiba-tiba Handa memutuskan bahwa Yusuke harus tinggal di rumah mereka.
"Rena bilang kamu sedang mencari tempat tinggal kamu bisa tinggal disini, dan hanya membayar sewa."
Yusuke tersenyum dan setuju.
"Baik. Saya akan tinggal di sini."
⟨ Kamar Hashimoto Rena ⟩
"Yusuke-kun, maaf... kamu harus tetap menyewa."
"Mengapa kamu meminta maaf, wajar jika aku membayar sewa."
Rena mendekat.
"Apakah tidak apa-apa untuk membantumu?"
"Itu sangat membantuku."
Rena memeluknya.
"Dengan begini kamu tidak sendiri, aku juga bisa membantumu Yusuke-kun..."
"Apakah kamu memberitahu ayahmu demi semua ini?"
Rena mengeratkan pelukannya.
Rena membaringkan Yusuke di tempat tidur.
"Sebagai gantinya aku a—"
"Apakah pacarku berubah jadi mesum?"
Rena tersipu.
"Aku bukan orang mesum, hanya saja Yusuke-kun menyukainya."
'Aku bisa mati kekeke...'
Rena menghampiri untuk tidur di sebelah Yusuke.
"Aku sering bertanya-tanya apakah kamu kesepian di apartemen..."
"Jujur aku kesepian,"
Yusuke tersenyum.
"Aku tidak punya siapa-siapa..."
Rena melihat Yusuke, dia merasa sangat kasihan pada pacarnya.
"Sekarang Yusuke-kun tidak sendiri lagi, ada aku..."
Yusuke tersenyum.
"Berkat kamu aku lupa namanya sendirian."
"Yusuke-kun, apakah kamu akan memberitahu semua orang bahwa kita berkencan serius?"
"Di sekolah nanti?"
"Ya..."
"Jika kamu menginginkannya, aku akan memberitahu semua orang yang ada di sekolah."
Rena berdebar-debar.
"Aku minta maaf karena aku pernah sangat kasar padamu Yusuke-kun ..."
"Lupakan saja, tidak usah memikirkannya lagi."
"Lucu ya, pada akhirnya aku mencintaimu..."
"Ha-ha-ha!"
Rena heran dengan Yusuke yang tiba-tiba tertawa.
"Maaf-maaf, entah bagaimana terdengar lucu."
"Menyebalkan!"
Rena memunggungi Yusuke.
Yusuke tersenyum, dia mendekat dan memeluk dengan satu tangan.
Rena berbalik dan menekan dirinya ke Yusuke, menyembunyikan wajahnya.
"Yusuke-kun, aku sayang kamu..."
"Aku juga sayang kamu..."
"Yusuke-kun, kamu tidak bosan denganku kan?"
__ADS_1
"Aku bosan denganmu? Bagaimana aku bisa bosan dengan pacarku yang cantik dan berbadan seksi?"
"Mmm... aku takut..."
"Takut kenapa?"
"Aku sudah membaca di sini, lihat."
Yusuke menatap layar ponsel Rena.
“Ada yang seperti itu, untungnya pacarmu tidak seperti itu.”
Rena berkedip.
"Yusuke-kun tidak seperti itu? Yusuke-kun tidak akan pernah bosan denganku?"
"Aku tidak akan pernah bosan padamu."
Senyum melengkung di bibir Rena.
"Aku sangat mencintaimu~"
Yusuke tersipu.
'Dia sangat terbiasa sehingga kupikir dia bukan Rena yang kukenal seperti di game...'
Yusuke tersipu.
"Aset yang sangat bagus ..."
Rena berkedip.
"Aset?"
"... Ayo tidur, sudah malam."
"Sangat nyaman tidur di pelukan Yusuke-kun..."
'Besok pagi tanganku pasti mati rasa kekeke...'
Saat Yusuke tertidur, Rena masih terjaga.
"Kamu milikku Yusuke-kun ..."
***
⟨ Apartemen Nakajima Yusuke ⟩
"Kamu pindah ke rumah pacarmu?!"
"Aku akan tinggal di sana."
"Bagaimana mungkin?, mengapa kamu bisa tinggal di sana?"
"Karena aku ceroboh."
"Jangan bilang..."
"Apakah kamu menghamilinya?"
"Sepertinya mulutmu butuh di sensor. Aku belum sampai sana kekeke."
"..."
Chiya mengalihkan pandangannya.
"Kamu harusnya menggunakan pengaman sebelum melakukannya, jika pacarmu hamil, dialah yang dirugikan karena kamu ..."
Chiya melihat Yusuke yang sudah selesai berkemas.
'Kami akan berpisah ...'
Yusuke tersenyum saat dia berdiri di depan Chiya.
"Aku hanya membawa pakaian, untuk furnitur, kamu bisa memilikinya."
"Apakah kamu serius, mereka kamu berikan padaku?"
"Ya."
"Apakah aku harus membayar dengan diriku?"
Chiya tersenyum manis.
"Tidak perlu," jawab Yusuke, dia membuka pintu.
"Yusuke-kun..."
"Kamu tidak cocok memanggilku seperti itu.
"Bajingan, impoten sialan!"
"Kekeke ini baru cocok."
Chiya menarik napas dalam-dalam, dia berbalik dan melangkah maju.
'?!'
Chiya memeluk Yusuke secara sepihak.
"Apa yang sedang kamu lakukan?!"
"Diam kau bodoh!"
Yusuke menjatuhkan tas di tangan kanannya, dia membalas pelukan Chiya saat Chiya menangis.
"Apakah kamu menyukaiku?"
Mata Chiya terbelalak.
"Aku menyukaimu, bisakah kau tinggal?"
__ADS_1
"Aku impoten, kamu suka pria impoten ternyata?"
Chiya merasa malu.
"Ayolah, itu hanya lelucon ..."
"Aku tahu itu lelucon."
'Sepertinya miliknya jauh lebih besar daripada milik Rena ...'
Yusuke mengakhiri pelukannya.
"Aku tidak bisa tinggal... maaf jika aku harus menolakmu Chiya..."
Saat Chiya berada di kamar dia merasa sangat sedih, dia merenung dengan perasaan tidak nyaman.
"Memeluknya sangat nyaman... sial, kurasa aku jatuh cinta padanya...'
Chiya berencana untuk mendekati Yusuke, saat dia kembali, namun rencana yang dia siapkan gagal karena Yusuke pindah rumah.
“Bajingan,… aku jatuh cinta sungguh lucu…”
Saat berada di dalam taksi, Yusuke bersin dua kali, dia mengira ada yang berbicara di belakang punggungnya.
'Kenapa jadi berubah seperti ini...'
Yusuke melihat mobil lewat.
⟨ Rumah Hashimoto Rena ⟩
"Yusuke-kun, kamu memberikan semuanya pada Chiya!"
"Karena dia tetangga yang baik."
Rena memeluk Yusuke.
"Kamu selingkuh..."
"Hah?"
"Ada bau Chiya di sini..."
'Apakah kamu anjing pelacak?'
"Tadi dia memelukku untuk pamit mungkin baunya menempel."
"Kalian berdua berpelukan?"
"Untuk perpisahan."
"Kenapa pelukan?"
Yusuke tersenyum canggung.
"Karena dia memelukku, apalagi hanya pelukan saja."
"..."
Rena menyelesaikan pelukannya, dia menatap marah ke arah Yusuke.
"..."
"..."
Yusuke melihat perubahan ekspresi wajah Rena yang menjadi sedih. Yusuke tersenyum dan menatapnya dalam diam, dia mengerti, Rena adalah seorang gadis remaja yang penuh emosi tentang kecemburuan.
"Bukankah kamu berjanji untuk tidak cemburu?"
"Aku tidak cemburu, hanya saja kamu memeluknya. Aku tidak suka kalau kamu berpelukan dengan gadis lain."
Rena melihat Yusuke hanya diam sambil tersenyum seolah terlihat sedih.
"Yusuke-kun..."
"Maafkan aku, aku tidak akan melakukannya lagi."
"Janji?"
"Aku berjanji, aku tidak akan melakukannya lagi."
Rena memeluknya senyaman mungkin.
"Bukannya aku marah, kamu jangan sedih ..."
'Ada kalanya kamu harus berpura-pura sedih agar dia berhenti cemburu.'
"Kamu tahu aku sangat mencintaimu, aku hanya tidak ingin kamu menyukai gadis lain ..."
Kamar yang ditempati Yusuke adalah kamar yang sering ia tempati saat berada di rumah Rena. Yusuke berbaring setelah selesai dengan semua pakaian yang dibawanya.
"Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku tidak mungkin santai saja... Tiga hari lagi masuk sekolah."
"Yusuke-kun, waktunya makan malam~"
'Cara dia merangkak ke tempat tidur dan melihatku, aduh... aku tidak bisa menahan diri kekeke...'
"Apa Yusuke-kun sedang tidak mood untuk makan malam, apakah harus aku membawakan ke kamar Yusuke-kun?"
"Aku ingin memakanmu."
"Kya~"
Rena berkedip.
"Yusuke-kun, aku ingin makan malam..."
Yusuke menjauh dan bangkit.
"Mari makan malam..."
Rena tersenyum.
__ADS_1
'Sayang sekali waktu makan malam...'