Menyelamatkan Hashimoto Rena

Menyelamatkan Hashimoto Rena
Pacar Yang Menyebalkan


__ADS_3

Keesokan paginya Yusuke dan Rena mencuci sprei. Rena melihat Yusuke sedang menikmati pemandangan saat mereka berdua sedang berada di balkon untuk menjemur sprei.


"Nodanya tidak bisa dihilangkan sepenuhnya," kata Rena, wajahnya tersipu.


"Sepertinya kita harus beli yang baru kekeke kemarin parah sekali."


Rena mendekat setelah selesai.


Rena memeluknya dan memejamkan matanya. Yusuke merasa nyaman dengan kehangatan di punggungnya.


'Mereka benar-benar lembut dan padat..., sial itu mengingatkanku pada kemarin...'


"Bau Yusuke-kun sangat segar, aku menyukainya ..."


'Wow, kamu sangat luar biasa berbicara seperti itu Rena ...'


Yusuke merinding, dia merasakan tangan Rena menelusuri dadanya.


"Yusuke-kun adalah milikku..."


'Dia mengatakannya lagi?'


"Ya, aku milikmu ..."


"Yusuke-kun, apakah kamu benar-benar ingin pindah rumah?"


"Aku berniat mencari tempat setelah kamu pulang ..."


"Mmm..."


Ia hanya bisa tersenyum setiap kali melihat Rena yang sibuk dengan pikirannya sendiri. Yusuke bisa melihat sesuatu yang berbeda dengan Rena yang lebih berani berbicara.


Si pemalu jauh lebih terus terang dengan apa yang dia pikirkan.


'Apakah karena kita melakukan itu dia menjadi seperti ini?'


"Ada apa Yusuke-kun? Apa yang sedang kamu pikirkan?"


"Aku membayangkan," Yusuke menyilangkan tangannya. "Kamu berpakaian lebih modis."


"Apakah cara berpakaianku terlihat jelek ya?"


"Tidak jelek..." Yusuke gugup.


"Mulai sekarang aku akan berusaha, aku tidak ingin mengecewakan Yusuke-kun lagi..."


"Aku hanya," Yusuke tersenyum. "Aku terlalu banyak berpikir, kamu tidak perlu repot ..."


"Mmm..."


Rena tersenyum.


'Hari ini Yusuke lebih tampan...'


'Berpakaian sopan saja mereka tetap terlihat montok, jadi ingin...lupakan...'


Rena tersenyum melihat tatapan Yusuke.


"Mulai..."


Yusuke menoleh ke arah lain.


"Kenapa kamu tidak memakai yang aku belikan untukmu saat itu?"


Rena tersipu.


"Apakah Yusuke-kun ingin aku memakainya?"


Yusuke menggosok bagian belakang lehernya.


"Tentu saja saya mau..."


Rena membasahi bibirnya.


"Aku tidak membawanya, aku sangat bodoh..."


"Hah? Kamu tidak bodoh, aku tahu kepribadianmu... pasti tidak nyaman memakainya."


"Mmm..."


Yusuke garuk-garuk kepala, ia menyesali yang telah ia ucapkan.


"Haa..."


Yusuke merasa seperti bajingan gila yang ingin pacarnya berpenampilan lebih seksi. Impian bodohnya di masa lalu ingin punya pacar cantik dan seksi.


"Huh?"


"..."


Rena malu dengan tingkah bodohnya yang membawa tangan Yusuke ke dada kirinya.


"Kamu suka ini jadi mungkin ..." Rena melihat. "Mungkin—... aku gugup..."


"Ha-ha-ha kamu memaksakan diri..."


'Diingat-ingat aku belum menikmatinya saat aku melakukannya, bukan?'


Rena menggigit bibirnya kuat-kuat.


"Ouch ..."


"Itu salahmu sendiri sejak awal..."

__ADS_1


"Lebih lembut..."


"Ini sudah lembut ..."


Yusuke membimbing Rena bersandar membelakanginya.


Rena menunduk dengan kenakalan tangan Yusuke.


"Kamu benar-benar sial memiliki pacar mesum ..."


"Tidak masalah selama kamu ..."


"Begitu..." Yusuke tersenyum.


"Mmm... Yusuke-kun?"


"Ya?"


"Bisakah aku meminta sesuatu?"


"Oke, apa yang kamu inginkan?"


"Jangan berubah oke...?"


"Hah? Tentu saja, aku akan tetep seperti."


Rena terengah-engah.


"Yusuke-kun, Yusuke-kun!"


"Huh?"


"Berhenti!"


Rena menyingkirkan kedua tangan Yusuke, dan dia segera lari dari tempatnya.


"Mengapa dia berlari dengan tergesa-gesa?"


Yusuke berpikir dan tersenyum sesudahnya.


Yusuke terkekeh saat Rena kembali.


"Apa yang salah denganmu?"


Rena tersipu.


"Jangan tanya..."


Yusuke melayangkan ponselnya, dan menangkapnya, ia ingin melakukan sesuatu yang bisa menghibur.


" Ayo Karaokean?"


"Karaokean?"


Rena melihat model itu sesuatu yang sangat berbeda dari umumnya.


Pemilik salon yang mengikuti petunjuk Yusuke; pemilik salon jadi menempatkan gaya rambut seperti itu menjadi pilihan terbaik yang akan dia pilih untuk menjadi model terbaru.


'Ini yang paling cocok untukku, daripada gaya rambut yang hampir menutupi telinga itu benar-benar menyebalkan.'


"Yusuke-kun?"


"Ya?"


"Sangat cocok untukmu."


"Apakah tampan?"


"Ya~!"


"Kekeke awas makin cinta."


Rena cemberut mendengar perkataan Yusuke yang menurutnya sangat menyebalkan. Dia menampar lengan Yusuke dengan tamparan ringan.


Rena menoleh, dia melihat sosok Takeru sedang mengawasi dari kejauhan.


Dia berbalik dan lebih fokus pada Yusuke, yang tidak memperhatikan keberadaan Takeru.


"Sekarang berani menempel seperti ini ya?"


"Menyebalkan, kamu menyebalkan."


***


Yusuke mendengarkan suara nyanyian Rena. Yusuke berusaha untuk tidak menertawakan suara Rena yang tidak selaras dengan nada tinggi.


"Wow! Suara Rena-chan sangat merdu."


"Benar-benar, benarkah?" Rena bersemangat. "Gantinya Yusuke-kun."


"Aku tidak hafal lagu-lagu di sini."


"Bohong~ kamu sangat baik dalam bernyanyi."


'Aku tidak tahu harus menyanyi apa, tapi hanya lagu negara K.'


Yusuke mencobanya, dia tetap bisa bernyanyi dengan baik meskipun dia menyanyikan lagu yang sangat asing.


'Untungnya tidak sumbang.'


Rena cemberut karena suaranya jauh tertinggal dari Yusuke.


"Kamu bohong, aku nyanyi jelek..." Rena menyilangkan tangannya.

__ADS_1


"Apakah itu gaya menopang gunung?"


Rena mengerutkan kening.


"Menopang gunung?"


Rena melihat tatapan Yusuke.


Dia menurunkan tangannya, dia menoleh ke arah lain, tidak ingin melihat Yusuke.


Yusuke duduk di samping Rena, dan bertanya.


"Apa yang salah denganmu?"


Rena tetap diam.


Dengan nada suara sedang kesal Rena angkat bicara.


"Kamu lebih fokus pada mereka daripada aku, Yusuke-kun mesum."


"Tidak suka dengan aku yang mesum, aku kan memang seperti ini?"


Rena malu.


"Bukan begitu maksudku ..."


Yusuke bangkit dia memegang kedua pergelangan tangan Rena yang dia arahkan ke setiap sisi kepalanya.


"Mereka bagian dari dirimu juga kan?, tidak perlu cemburu."


"Ouch, kenapa kamu bicara seperti itu..."


Rena tetap diam dengan kedua tangan yang dipegang.


Yusuke memperhatikan bahwa ruangan itu tidak memiliki kamera.


"Ayo kita coba di sini?"


"Coba di sini?"


Setelah tersenyum senang untuk dilihat Rena, Yusuke berbicara.


"Akan menantang jika ada di sini Rena-chan."


"Mmm...tidak mau...tidak suka..."


"Aku ingin mencobanya, sayang sekali..."


Rena menggembungkan pipinya, dia tidak peduli dengan permintaan aneh itu. Tapi dia tidak boleh egois karena mereka telah melakukan lebih dari sekedar berkencan.


"Yusuke-kun?"


"Mmm?"


Mereka saling berpandangan, Rena menghela napas, ia menyerah dengan keadaan yang membuatnya menuruti keinginan Yusuke.


"Di rumah saja ya?"


"Aku tidak mau... aku tidak menikmati."


Mulut Rena terbuka dan tertutup, dia kesal karena cara Yusuke menolak.


"Jahat."


"Saya bercanda."


Bibir Yusuke menempel di pipi kiri Rena dengan sayang.


⟨ Apartemen Nakajima Yusuke ⟩


Rena merasa puas, dia merasakan kemenangan telak.


Yusuke melihat Rena pergi ke balkon untuk melihat jemuran mereka.


'Kurasa aku cukup beruntung ya?'


Yusuke melihat kalender di ponselnya, dia memikirkan banyak hal sambil menghitung hari dan tanggal.


"Yusuke-kun, aduh!"


Rena tersandung kakinya sendiri.


Yusuke segera bangkit dan membantu Rena.


"Kamu seperti anak kecil."


Rena tersipu.


"Apakah itu mengganggumu?"


"Ya."


Rena berekspresi sedih.


"Mm..."


"Hey, aku cuma bercanda."


"Jahat."


"Ya maaf kalau pacarmu ini jahat, tidak suka?"


"Tetap suka..."

__ADS_1


'Sebal...!'


__ADS_2