Menyelamatkan Hashimoto Rena

Menyelamatkan Hashimoto Rena
Serasi


__ADS_3

Siang itu Rena benar-benar tidak datang untuk menemui Yusuke ditempat kerjanya sebagai kasir minimarket. Yusuke merasa tenang karena dengan adanya Rena pasti akan membuat kegaduhan dengan cemburu karena pengunjung yang ada di minimarket lebih banyak adanya seorang gadis-gadis yang mengantri.


"Kakak kelihat sedih apa yang kakak pikirkan coba tunjukkan senyuman biar kami ikut tersenyum."


Yusuke berusaha untuk tersenyum dengan gadis-gadis yang menggoda dengan banyaknya pertanyaan mereka langsung kecewa saat Yusuke menyebutkan kalau ia sudah punya pacar. Seorang manajer tersenyum bahagia karena dengan kerja Yusuke yang baik dan pendapat banyak langganan itu membuat sang manajer membayangkan akan punya banyak uang di masa tuanya karena sudah mencapai target yang ia tunggu sejak lama.


Seorang wanita berpenampilan mencurigakan muncul sebelum pekerjaan berakhir, dan Yusuke curiga bahwa wanita tersebut adalah pencuri toko serba ada yang terkenal.


Yusuke juga mengamati dan mencatat ketika dia mencoba memasukkan sesuatu ke dalam tasnya. Ingatan masa lalunya tentang kejadian ini di film 2D yang dia tonton tidak masuk akal sampai dia menemukan kejadian yang sama.


Ketika Yusuke sedang bersih-bersih untuk pulang kerja, sang manajer datang dan meminta wanita tersebut untuk pergi ke ruangannya, karena jam kerja sudah selesai Yusuke pun pulang.


"Aku tidak pernah mengira akan seaneh ini jika itu terjadi dalam kehidupan nyata."


Sesampainya di rumah, Yusuke melihat Hashimoto Rena, dia tidak bersemangat, terlihat lesu dan menundukkan kepalanya. Yusuke memanggil Rena, dan Rena menyadari bahwa Yusuke sudah pulang.


"Yusuke-kun~"


"Rena-chan, kenapa kamu begitu sedih?"


"Aku ingin melihatmu lagi. Aku bosan, dan aku merindukan Yusuke-kun."


"Kamu terlalu berlebihan, terlalu lucu."


Gadis remaja itu menangis dalam pelukannya dan Yusuke tersenyum canggung saat Hikari datang, yang kini mendengus kesal melihat kelakuan putrinya yang terlalu manja untuk Yusuke.


"Anak ini benar-benar sulit untuk ditangani, haruskah aku mengurungmu Rena?"


"Mama...!"


"Hikari-san, itu akan berlebihan jika kamu melakukannya."


"Bocah ini sangat mengkhawatirkan, bukankah kamu kesal?"


"Aku tidak bisa kesal dengan Rena-chan."


"Oke, kalau begitu kamu menangani putriku yang cerewet, aku akan meninggalkanmu sendirian untuk melepaskan kerinduan."


Rena tetap memeluknya, tidak mempedulikan perkataan ibunya.


"Hanya Yusuke-kun yang peduli padaku. Mama dan Papa jahat padaku sekarang karena mereka tidak mencintaiku lagi."


"Jangan bicara seperti itu atau kamu akan menjadi anak pemberontak."


"Bukannya seperti itu Yusuke-kun, aku hanya merasa terlalu merindukan. Aku sangat merindukanmu, tapi mereka tidak ingin aku bersamamu."


"Jangan memikirkan hal-hal buruk, lebih baik kamu tersenyum dan berikan aku ciuman terbaikmu."


"Apakah yang biasanya buruk atau tidak baik?"


"Aku hanya ingin lebih."


'Rena semakin tidak jelas dan keras kepala hanya memikirkan cinta, lebih dari segalanya, ini buruk.'


Malam itu, Yusuke mulai menasihati Rena untuk tidak menempatkan dirinya pada posisi anak tidak sopan, meski hal seperti itu sudah ada sejak lama dan semua remaja akan mengalami situasi seperti itu.


"Aku salah..."


"Kamu sudah melihat kesalahanmu, sayang, ingat bahwa tidak boleh berdebat dengan orang tua ..."


Rena mengangguk patuh.

__ADS_1


"Jika kamu berbakti kepada orang tuamu, aku pasti akan sangat bangga dan semakin mencintaimu."


"Kalau begitu aku akan mengikuti apa pun yang dikatakan Yusuke-kun."


'Apakah hanya perasaanku bahwa Rena bertingkah semakin aneh dan hanya mengikuti egonya sendiri?'


"Aku sangat mencintai Yusuke-kun, aku akan mengikuti apa yang kamu inginkan..."


"Aku senang mendengarnya. Aku juga mencintaimu sayang."


***


“Lama tidak bertemu Yusuke, apa kabar?”


"Eh, Chiya kebetulan apa? Oh, kamu juga sama dia?"


"Ya, karena dia terus mengikuti seperti anak ayam."


Yusuke hanya tersenyum canggung saat Park Shin menampar bokong Chiya di depan umum.


"Apa yang kau lihat, apa kau juga ingin mencoba?"


"Bajingan bodoh, kenapa kamu berbicara kasar dengan Yusuke."


"Jadi kenapa kau lebih memilih dia daripada aku?"


Yusuke menghela napas dan berkata, "Dia cemburu seperti Rena."


Tatapan Shin tidak bisa lepas dari Yusuke, padahal Shin sendiri mengikuti Chiya yang sedang memilih barang untuk dibeli.


"Sepertinya kita mengalami nasib yang sama-sama punya kekasih yang sangat pencemburu. Untungnya, tipe seperti itu lebih baik, bahkan jika itu membuat pusing."


'Suaranya nyaring sekali...'


"Tolong pelankan suaramu Chiya atau semua orang akan tuli."


Chiya mengisyaratkan bahwa itu semua salah Park Shin yang memandang Yusuke dengan acuh tak acuh.


"Apakah dia mencoba menantang untuk berkelahi di sini?"


"Aku hanya membeli kebutuhanku dan bajingan ini hanya butuh pisau cukur."


"Kekeke apakah mereka benar-benar diperlukan?"


"Sangat."


"Aku pikir kalian berdua sangat cocok."


"Menurutku kami tidak cocok, kami hanya membuat keributan setiap hari."


Yusuke tersenyum.


"Keributan?"


"Tuan Kasir, mengapa lama sekali, apakah Anda butuh bantuan?" tanya Shin.


"Maaf, aku akan lebih cepat."


"Kamu terlalu jauh," keluh Chiya.


Yusuke menerima lambaian tangan dari Chiya sebelum ditarik oleh Shin.

__ADS_1


Akhirnya memiliki waktu untuk istirahat, Yusuke memilih untuk duduk dan bersantai, tidak sampai seorang pelanggan yang sedang berbelanja datang dan pintu mini market berbunyi, Yusuke kembali fokus.


Seorang wanita berhenti untuk melihat ke arah Yusuke, yang menanggapi dengan mengerutkan kening.


"Ada yang salah Bu?"


"Tidak apa-apa, hanya saja kamu lumayan."


"Terima kasih..."


Yusuke tersenyum lembut, ia tidak menyangka akan dirayu oleh wanita yang lebih cocok sebagai seorang ibu.


"Jika ini terlalu jauh ..."


Hari-hari berlalu dan segera tiba saatnya dia berhenti bekerja, dan suara manajer dipenuhi dengan kesedihan dan ketidaknyamanan karena Yusuke harus berhenti bekerja.


Hashimoto Rena, yang paling bahagia di hari sekolah, menghabiskan banyak waktu berdua dengan Yusuke.


"Aku bisa melihat Yusuke-kun setiap hari!"


"Aku lebih suka liburan untuk menghasilkan uang."


Rena menyaksikan dengan senyum masam.


"Yusuke-kun, bukankah kamu suka kita selalu bersama?"


"Tentu saja aku suka sayangku, aku akan sangat senang jika sering bertemu denganmu."


"Yah, kurasa kamu tidak suka ini. Aku sedih. Aku selalu menunggumu pulang. Aku merasa tidak enak badan. Hidupku penuh dengan kesedihan. Aku kesepian. Kamu tahu?"


"Tentu saja aku tahu, kenapa aku tidak tahu kalau Rena-chan yang cantik berpikiran sama?"


Kata-kata Yusuke penuh dengan godaan seperti playboy, dan Rena tercengang.


"Ehem, apa yang kamu lakukan?"


"Yusuke-kun biasanya tidak berbicara seperti itu, aku terkejut."


"Apakah caraku berbicara salah?"


"Terlalu banyak kebohongan..."


"Banyak kebohongan?"


Rena mendekat, menepuk dada Yusuke dan berkata, "Yusuke-kun sangat tampan hari ini."


"Sayang, sudah lama aku benar-benar merindukan kata-kata manismu."


Rena berkedip.


"Mengapa kamu berbicara begitu aneh hari ini, seperti orang tua."


"Karena aku ingin membuatmu marah."


"Um…..."


Rena mencubit pipi Yusuke.


"Aku tidak ingin marah dan cemburu karena kamu akan marah padaku. Aku takut aku akan sedih jika kamu marah."


"... Aku minta maaf..."

__ADS_1


__ADS_2