Menyelamatkan Hashimoto Rena

Menyelamatkan Hashimoto Rena
Salah Paham


__ADS_3

Suara bel berbunyi; Yusuke bangun dan ketika dia membuka pintu yang dia lihat hanyalah tetangga yang selalu ribut setiap malam. Dia adalah seorang gadis SMA di sekolah khusus perempuan, tetapi perilaku yang gadis remaja tunjukkan pada dirinya sendiri sangat bertetanggaan. Yusuke tahu betul bahwa gadis ini sangat buruk untuk dicontoh.


"Aku punya sesuatu untuk tetangga, terimalah." 


"Thank you."


Yusuke menerima bungkusan buah apel.


"You're welcome~" jawabnya.


Watanabe Chiya; gadis remaja yang cantik, rambut yang di warnai pirang, mata biru melihat Yusuke dari atas ke bawah. 


"Haah..."


"Tetangga?" 


'Bahkan itu lebih besar dari Rena-chan... sayang sekali dia gadis yang nakal.'


Chiya sedikit menjulurkan lidahnya dan membasahi bibirnya. 


"Apakah kamu tidak mengundangku ke dalam?" 


"Tidak."


Chiya segera menerobos masuk, Yusuke menoleh karena terkejut.


'Berani sekali?'


Chiya yang mengenakan Spaghetti strap warna putih dan Hot pants warna hitam memamerkan keindahan kakinya.


Yusuke memalingkan muka.


“Kamar tetangga rapi sekali ya? Kamu orangnya sangat hebat.” 


"Permisi, bisakah kamu keluar? Aku tidak ingin diganggu." 


Chiya mendecakkan lidahnya. 


"Buruk."


"Kamu sangat tidak sopan memasuki rumah seseorang tanpa meminta izin." 


"Karena aku ingin masuk, aku benar-benar tidak ingin ditolak."


Yusuke mengernyitkan dahi, Chiya langsung duduk di tepi ranjang sambil tersenyum polos seolah tidak terjadi apa-apa padanya.


"Hey, apakah kamu dan pacarmu bermain di tempat tidur?" 


"Kamu gila, kenapa menanyakan sesuatu yang begitu pribadi."


Chiya tersenyum jijik. 


"Kamu bilang aku berisik karena aku membawa laki-laki, kamu sendiri yang membawa pacar ke kamarmu."


"Tch, aku masih normal karena dengan pacarku. Kau membawa pekerja kantoran, kau buruk dalam hidupmu sebagai seorang gadis." 


"Buruk? Aku butuh uang, apa buruknya?"


'Dia tidak normal karena cara berpikirnya rusak.' 


"Kekasihmu? Apakah dia masih virgin?" Chiya tersenyum dengan cara menjengkelkan.


"... Apa kau gila?"


"Huh? Kau kasar sekali?"


"Kau pantas dikasari."


"Tarifnya 3000, 30 menit. 6000, satu jam."


"Bajingan, jadi kamu di sini untuk menjual dirimu?" 


"Tentu saja. Aku butuh uang, bisakah kamu membantuku?" 


"Aku tidak suka yang tidak ada segelnya." 


"Hahaha apa-apaan ini brengsek sekali, haha ..."


"Ini 10.000, kamu pergi. Aku tidak butuh room service." 


"Wow, kamu punya banyak uang, huh?"


Tanpa malu-malu Chiya mengambil uang itu dan berterima kasih padanya. 


"Cepat pergi."


"Thank you~"

__ADS_1


Chiya menepuk bokong Yusuke, dan pergi.


Yusuke menyeka wajahnya sendiri, klise dalam cerita, jika seorang pria terjebak dalam situasi yang sangat buruk. Rena yang terkejut saat pintu terbuka, ia akan menekan bel. Chiya lewat begitu saja sambil menghitung uang.


"Wow, pacarmu sudah datang?"


'Bajingan, kenapa jadi begini sialan!'


Sebodoh dan sepolos Rena, dia bisa langsung menarik kesimpulan atas apa yang terjadi.


{Heart Points: 9 > 5/10}


'Argh! Poinnya!'


Yusuke berpikir jika poinnya turun, tandanya akan jauh dari kesulitan yang meningkat, tetapi situasinya akan sulit dalam hubungannya dengan Rena.


“Rena-chan, hal-hal yang kamu pikirkan, tidak seperti yang kamu pikirkan…” 


“Dia siapa?”


"Dia tetangga, dia datang untuk meminjam uang. Aku meminjamkan uangku." 


"Apakah kalian dekat?"


"Tidak."


Rena melihat sebungkus apel di atas meja, ada lima buah.


"Yusuke-kun beli apel di musim panas, susah dicari," kata Rena dengan nada ketus.


Yusuke memegang bungkusan yang diberikan dengan tergesa-gesa, Yusuke melihat di dalamnya sebuah kotak berisi donat.


"Apakah kamu membuatnya sendiri?" 


"Ya," jawab Rena, dia melihat ke tempat tidur dengan hati-hati.


'Hahaha, apakah dia cemburu? Rena yang cemburu lucu, mari kita lihat seberapa cemburunya dia?'


"Berantakan." 


"Aku belum sempat membereskannya."


Rena bergerak menyentuh pipi Yusuke dengan kedua tangannya, dia melihat lebih dekat untuk memastikan. 


"Tidak bengkak juga?" 


"Ha-ha-ha..."


'Bukankah terlalu berlebihan bagi seseorang untuk cemburu?'


"Aku akan sibuk mulai besok, aku minta izin untuk bisa bertemu denganmu, aku pulang dulu Yusuke-kun," kata Rena sambil menjauhkan diri dari Yusuke.


"Aku akan mengantarmu pulang." 


"Tidak perlu, aku sudah memesan taksi, jadi kamu tidak perlu repot."


"Kapan kamu memesannya?" 


"Itu, taksinya sudah menunggu, aku hanya bilang sebentar..."


"Kamu marah?"


"Mmm?"


Rena menggigit bibirnya dengan keras dan berbicara. 


"Aku tidak marah. Aku tidak akan marah, bagaimana aku bisa marah?" 


"Kamu tidak bisa berbohong."


Rena mengalihkan pandangannya, dia berbalik. 


"Aku pulang dulu." 


Yusuke menahannya dengan memeluknya.


"Tunggu. Aku sudah berganti pakaian, dan akan mengantarmu." 


"Tidak per—" 


Yusuke mencium pipinya.


Rena menurunkan pandangannya.


Yusuke mengantar Rena pulang dengan taksi. Rena terdiam sambil menatap Yusuke secara diam-diam. 


"Aku tahu pasti kamu pikir aku selingkuh, kan?" 

__ADS_1


"... TIDAK." 


"Kalau tidak, mengapa wajahmu begitu sedih?" 


"Aku sedih karena ... aku sedih." 


"Astaga, sungguh ambigu..."


Rena semakin sedih dengan nada suara Yusuke yang terdengar kesal.


Sopir taksi hanya bisa tersenyum melihat cekcok anak muda yang masih pacaran. Hal ini bisa dimaklumi karena sopir taksi saat muda juga mengalaminya.


Tangan Rena menyentuh punggung tangan Yusuke, dan meremas tangannya. 


"Jangan marah ..."


"Pak, tolong abaikan kami." 


"Tentu," jawab sang sopir. 


Yusuke memegang belakang kepala Rena, mereka berciuman.


Rena yang berusaha menolak karena malu, terbawa suasana dan pasrah.


{Heart Points: 5 > 7/10}


Mereka berhenti berciuman. Yusuke mengelus kepala Rena yang menunduk. 


"Jangan cemburu, aku tidak selingkuh." 


Rena mengerutkan bibirnya, dia tidak berpikir dia bisa melakukannya.


Pengemudi yang diam-diam mengawasinya angkat bicara untuk menasihati. 


"Kesalahpahaman itu normal dalam berkencan."


"Mengatakan bahwa itu normal tidaklah benar, Pak," jawab Yusuke. 


"... Benar."


Dengan suara rendah Rena berkata. 


"Tidak sopan." 


"Mmm?"


⟨ Pintu Gerbang Rumah Hashimoto Rena ⟩


Rena menggaruk kuku telunjuknya dengan kuku jempolnya. Yusuke tersenyum melihat apa yang Rena lakukan.


"Yusuke-kun, bisakah aku sering video call?" 


"Ya. Kamu bisa melakukannya, itu akan lebih baik daripada hanya menelepon." 


Rena tersenyum senang. 


"Terima kasih Yusuke-kun... terima kasih..."


Rena berkedip, dia menunggu. 


"Ada apa?" 


"Tidak apa-apa, aku-aku masuk dulu..." 


"Kita sudah berciuman, mau lagi?"


Rena yang akan membuka pintu, dia mengurungkan niatnya. Dia tersenyum malu-malu, karena Yusuke tahu apa yang dia pikirkan. 


"TIDAK..."


Gerak mata Rena menjadi gelisah saat mengingat sosok Chiya yang bahkan terlihat seksi dengan pakaian yang sangat berani. 


'Dia hanya tetangga Yusuke-kun, mereka tidak berkencan di belakangku... Yusuke-kun sudah bilang dia tidak berselingkuh...'


Rena menoleh, bibirnya bergetar berusaha menahan diri agar tetap bisa bertanya pada Yusuke.


"Yusuke-kun, apakah kamu menyukai sesuatu seperti itu?"


"Apa itu?"


"Itu, kamu tahu bahwa gadis sebelumnya terlalu boros untuk berani berpakaian seperti itu, aku-aku juga bisa…”


"Ha-ha-ha! Y-ya. Aku akan menunggu jika kamu ingin berpakaian seperti itu."


Rena menggigit bibirnya.


"Beri aku waktu... a-aku akan mencoba."

__ADS_1


"Baiklah," kata Yusuke tersenyum sangat puas.


'Wow, bukannya ini bonus?'


__ADS_2