Menyelamatkan Hashimoto Rena

Menyelamatkan Hashimoto Rena
Masuk Sekolah


__ADS_3

⟨ Kamar Nakajima Yusuke ⟩


Tanggal 1 September.


"Sudah waktunya masuk sekolah, sistem juga sudah lama tidak memberikan tugas? Apakah sistem pergi tanpa pamit atau bagaimana?"


"Yusuke-kun sudah selesai?"


"Aku sudah selesai, kamu masuk saja."


"Permisi..."


"Wow, kamu benar-benar cantik dengan seragam sekolah ..."


Rena tersipu.


"Oh begitu ..."


"Kakimu sangat cantik..."


'Akhirnya usahaku tidak sia-sia menyuruhnya memperpendek roknya!'


"Rena-chan coba berbalik."


"Berbalik?"


Rena mengikuti keinginan Yusuke.


"Kekeke kamu sangat seksi."


Rena tersenyum malu.


'Kamu sangat nakal...'


Rena terkejut dengan pelukan Yusuke yang tidak biasa dari belakang.


"Ya ampun, kamu sangat harum~"


"Yusuke-kun, kita harus cepat sarapan dan pergi ke sekolah."


"Tunggu 5 menit lagi~"


Rena menutup matanya.


Rena merasa merinding dan tergelitik dengan banyak sentuhan nakal Yusuke.


"Ouch, tolong hentikan kita harus sarapan..."


"Diamlah, aku sudah lama menunggumu terlihat seperti ini ..."


"Ah~ Yusuke-kun, jangan sentuh yang itu~"


“Tolong biarkan aku menyentuhnya~”


"Yusuke-kun..."


'Sial, kenapa aku jadi heboh karena dia memakai seragam sekolahnya?'


Rena menggerakkan tangannya ke belakang dan mengusap rambut Yusuke.


"Tolong berhenti, kamu bisa melakukannya ketika kita sudah pulang sekolah."


Bisik Yusuke.


"Aku ingin itu sekarang..."


"Aku marah sekarang, kamu tahu aku sudah seperti ini, kamu ingin aku menjadi berantakan?"


"Ha-ha-ha cara bicaramu sangat berani Rena-chan."


Rena menjauhkan tangan Yusuke dan memintanya keluar kamar.


Dalam perjalanan ke sekolah, keduanya saling menggoda. Rena berkedip ketika yang dilihatnya adalah Takeru yang sedang berada di gerbang sekolah seperti sedang menunggu seseorang.


Yusuke menatap Takeru dengan tatapan tidak senang, ia ingin sekali lagi menghajar sosok yang begitu berani pada kekasihnya.


"Selamat pagi Rena-chan, Nakajima."


"Selamat pagi."


Yusuke menjawab, Rena diminta untuk segera pergi.


"Maafkan aku atas kesalahanku, aku bertindak terlalu jauh."

__ADS_1


"Kamu bukan hanya terlalu jauh. Kamu memiliki niat buruk terhadap pacarku. Takeru, lebih baik kamu menjauh dari pacarku mulai sekarang."


"..."


Yusuke menunggu tetapi tidak mendapatkan jawaban yang dia inginkan, dia memutuskan untuk pergi dan mengejar Rena.


'Betapa sombongnya, bahkan kamu dan Rena-chan hanya berkencan! Kalian masih bisa putus kapan saja.'


'Ini sudah sangat berbeda dari game, mata bajingan itu terlihat bagus juga? Kamu memiliki dendam terhadapku ya?'


Gadis-gadis yang ada di sana memandangnya. Yusuke tersenyum bangga pada dirinya sendiri.


'Sulit menjadi pemuda tampan sepertiku.'


Rena yang sudah menunggu mencibir ke arah Yusuke yang tersenyum sendiri seperti orang gila.


"Yusuke-kun, tolong cepatlah sedikit."


'Kamu cemburu?'


Yusuke melihat sekeliling yang tidak disukainya adalah tatapan para siswa laki-laki yang sangat cemburu karena dekat dengan Rena.


'Selamat berkabung atas hidup kalian, bunga sekolah kalian sudah jadi milikku.'


Yusuke sangat kecewa karena tidak duduk di sebelah Rena yang mendapat kursi paling depan, sedangkan Yusuke duduk di sebelah gadis kutu buku.


⟨ Sato Midori ⟩


.


Yusuke yang asyik menulis di bukunya, tidak menyadari seberapa jauh gadis itu menatapnya diam-diam dari balik kacamata.


"..."


Yusuke merasa merinding.


'Apakah musim gugur akan jauh lebih dingin?'


Yusuke yang tidak merasa kesulitan dengan IPS menyelesaikannya lebih awal dari yang lain dan pura-pura tidur memikirkan rencana untuk mengerjai pacarnya.


"Nakajima!"


"Ya Pak!"


"Kamu tidur di kelas berapa kamu selesai menulis semuanya?"


"Kalau begitu maju!"


Yusuke bangkit dan menulis di papan tulis untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh gurunya.


'Apa-apaan ini karena ini seperti makan ramen, haha... lakukan saja untuk membuat semua orang terkesan.'


Guru wali kelas terdiam.


'Kenapa dia bisa menjawabnya?!'


Saat kelas selesai, Yusuke mengajak Rena ke Kafetaria. Rena tersenyum bangga dengan apa yang Yusuke lakukan tadi, banyak yang tidak mengerti tapi Yusuke bisa menjawabnya.


"Yusuke-kun benar-benar sangat pintar..."


"Tentu saja, pacarmu sangat pintar."


"Benar-benar sangat pintar sehingga aku merasa sangat kalah..."


Rena pura-pura sedih sambil diam-diam menatap Yusuke.


"Jangan sedih, kamu lebih cantik saat tersenyum."


Rena tersenyum, dan Yusuke tenggelam dalam pikirannya.


'Aku butuh tempat sepi...'


Saat Yusuke keluar dari toilet, ia melihat seorang gadis kutu buku bernama Midori yang kini basah kuyup. Yusuke berpikir sejenak, dia tidak menyangka hal seperti ini akan terjadi lebih awal dari yang dia kira.


"Apa yang terjadi padamu? Kamu bilang siapa yang menindasmu."


Midori hanya menunduk dan berjalan pergi.


Yusuke melihat sekeliling, banyak yang tidak ingin melihat Yusuke.


Yusuke khawatir sesuatu yang lebih buruk akan terjadi pada gadis itu, dia ingat pernah diintimidasi di kehidupan sebelumnya juga jadi dia merasa kasihan padanya dan ingin membantu.


Guru wali kelas yang baru saja diajak bicara oleh Yusuke hanya bisa menghembuskan napas karena kelelahan. Dia telah memperingatkan banyak siswa nakal tapi mereka tidak mendengarkan.

__ADS_1


"Apakah kamu akan membantuku Nakajima?"


"Saya akan membantu Anda."


"Aku senang kamu ternyata anak yang baik."


"Penampilan saya menipu orang, jadi tolong jangan anggap saya nakal."


Guru wali kelas tersenyum canggung dengan lelucon yang tidak lucu.


Saat Yusuke hendak mencari Rena, yang dilihatnya saat itu adalah Takeru yang sedang berusaha berbicara dengan Rena.


"Bajingan, apa yang kamu lakukan?"


"Nakajima?"


"Apa yang sebelumnya kurang?"


Yusuke mengatupkan rahangnya dengan erat.


Rena yang melihat hanya tersipu malu melihat pacarnya yang cemburu.


Rena yang mendekat, dan tiba-tiba Yusuke memaksanya untuk lebih mendekat.


"Aku sudah bilang bajingan, bahwa Rena adalah pacarku, kan?"


"..."


Rena tersipu.


"... Yusuke-kun tanganmu..."


"Biarkan dia tahu bahwa kamu milikku... Takeru, bisakah kamu melihat apa yang aku lakukan? Perhatikan baik-baik jika dia tidak mengatakan apa-apa, sudah jelas, kan?"


Takeru kesal melihat Rena yang hanya diam saja diperlakukan seperti itu.


'Apakah kamu menjadi seperti itu sejak bersamanya?'


"Nakajima, kamu merendahkan Rena-chan!"


Yusuke menatap Rena.


"Sayang, apa aku merendahkanmu?"


Rena tersipu dan menggeleng pelan.


Mata Takeru melebar.


Yusuke tersenyum puas, dia merasa seperti aktor NTR tingkat tinggi.


'Ya ampun, kapan lagi aku bisa seperti ini seumur hidup hanya hal semacam ini hanya lelucon yang kubayangkan!'


Takeru membungkuk sambil berjalan pergi, Yusuke melihat Takeru yang benar-benar tidak jauh dari pecundang.


Rena semakin malu dengan tangan Yusuke yang tidak mau berhenti.


"Apakah kamu belum puas?, nanti akan ada yang melihatnya."


"Apakah kamu malu?"


Rena menggembungkan pipinya.


Yusuke berhenti, dia mengelus kepala Rena.


"Apakah kamu kesal karena yang melihatnya adalah orang yang pernah kamu cinta?"


"Jangan bicara..."


"Kekeke..."


Rena menepis tangan Yusuke, Rena melangkah maju.


"Aku pergi, aku akan mencari Minami dan Ayumi."


"Apakah kalian akan berbaikan?"


"... aku ingin minta maaf..."


Yusuke memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya, dia mengikuti Rena.


"Aku benar-benar puas, rasanya berbeda saat kamu pakai seragam sekolah..."


Rena menepuk kening Yusuke.

__ADS_1


"Kamu mesum!"


'Padahal kamu lebih mesum, dan mainmu juga brutal ...'


__ADS_2