
Dimana ada yang mendapatkan romansa masa sekolah yang membuat mereka melupakan tujuan hidup mereka di masa depan, namun untuk Dai sendiri, ia merasa membutuhkan cinta.
Yusuke tidak mengolok-olok temannya, karena yakin kalau Dai berpikir untuk memiliki pacar, meskipun jauh dari tampan dan sosok yang populer di sekolah.
"Kupikir kamu hanya mencari kekuatan. Aku tidak menyangka kamu juga menginginkan pacar Dai."
"Apakah senior punya saran agar aku punya pacar?"
"Sepertinya akan sulit, tetapi jangan menyerah, karena ada yang namanya cinta, tidak memandang fisik."
"Ya, sepertinya mungkin ada tempat di mana itu akan terjadi."
"Jika memang ada hal seperti itu, pasti dunia ini akan seperti surga..."
Yusuke tersenyum lemah.
Suara paling merdu yang berasal dari gadis yang paling dia cintai; Yusuke tersenyum pada Rena yang datang ke arahnya.
"Yusuke-kun, kamu sama Dai? Dai kenapa?"
Yusuke bersandar di bangku di taman sekolah dan memberitahunya bahwa Dai menginginkan seorang pacar dan akan berkencan.
"Ini musim semi untuk Dai," kata Rena ceria.
"Rena-chan, apakah kamu punya kenalan yang bisa disarankan untuk Dai?"
"Temanku hanya Minami, Ayumi, dan Midori."
"Hanya mereka?"
"Ya hanya mereka yang dekat denganku."
Dai bersandar dengan perasaan gelisah. Dia melihat ke langit biru dan menoleh ketika dia merasa terlalu terang.
"Sulit untuk menjadi baik ..."
"Itu mudah dan tetaplah yakin ..."
Di bawah pengawasan Yusuke dan Rena, keduanya sering diam-diam mengikuti Dai, yang mencoba memikat siswi SMA di kelasnya dan kelas lainnya.
“Ini ketidakadilan di mana si tampan adalah nomor satu,” gumam Yusuke merasa kasihan pada Dai.
"Padahal dia sudah jadi orang baik," gumam Rena.
"Rena-chan, apa pendapatmu tentang Dai saat ini? Seperti yang kamu katakan, dia lebih baik dari sebelumnya?"
"Ya. Dai sangat baik sekarang, tidak sama seperti sebelumnya."
"Kalau aku Dai, apakah kamu masih menyukaiku, Rena-chan?"
"Mmm, mungkin hehe..."
"Kurasa kamu tidak bisa, kekeke..."
Rena merona merah karena tidak bisa menyangkalnya.
__ADS_1
Selama di rumah, Rena dan Yusuke merencanakan agar Dai bisa punya pacar, mereka ingin membantu Dai dalam banyak hal.
"Ini sulit selama aku mencari informasi yang tidak disukai banyak orang, Dai ..."
"Alasannya dia terlihat seperti gorila?"
Rena berusaha untuk tidak tertawa.
"Ehem ya, kebanyakan sebagai alasan."
"Banyak yang tidak tahu Dai sangat kaya dan cukup baik."
Rena tersenyum mendengar gumaman Yusuke dan berpikir serius.
Rena memijat bahu Yusuke saat Rena berdiri di belakangnya, dia sengaja bergerak ke belakang Yusuke yang sejak awal ingin memijatnya.
"Aku kesulitan Yusuke-kun."
"Lebih baik pijat yang lebih mudah."
"Um, mana yang lebih mudah dipijat?"
Lihat ke bawah."
"Mmm..."
Rena merona merah.
Kembali ke hari festival musim panas di mana Ayumi berbeda dari dirinya yang dulu.
Rena merasa agak tidak nyaman berada di sekitar Minami, yang tidak terlihat ramah karena penampilannya yang lesu. Ayumi pun tak jauh berbeda, lebih memilih diam sambil bermain medsos di ponselnya.
Rena mencoba menenangkan diri dan bertanya, "Ayumi, kamu sibuk?"
"Aku sibuk, bisakah kamu lihat sendiri apa yang aku lakukan?"
Rena terdiam mendengar jawaban tidak menyenangkan Ayumi, sedangkan Minami hanya tersenyum dalam diam.
Melihat suasana seperti itu, Yusuke menatap Rena dengan iba.
***
Saat Rena bertanya-tanya apa yang terjadi padanya, Ayumi menatapnya dengan tidak suka.
Minami bangkit dan bertanya pada Ayumi, "Aku mau ke Kafetaria, kamu mau ikut?"
"Ya, aku akan ikut denganmu."
Melihat pacarnya benar-benar diabaikan oleh teman-temannya, mata Yusuke terbelalak.
"Minami, Ayumi, bisakah aku ikut dengan kalian?"
Keduanya saling melirik, dan Minami yang menjawab, "Bisa. Ayo kita pergi."
Yusuke yang sedang dalam mood gelisah melihat apa yang terjadi di depannya, ya pertama kali dia melihat situasi ini, Rena diabaikan oleh Minami dan Ayumi, ini adalah sesuatu yang dia duga, namun hanya ada di dunia asalnya.
__ADS_1
"Apakah itu semua karena aku? Tidak mungkin mereka memiliki dendam karena bahkan jika Ayumi sendiri dan Minami lebih dekat, dendam romansa tidak akan mungkin terjadi."
Semakin dia memandang Yusuke, semakin dia tidak tahan, dia mendekati mereka, dan Yusuke duduk dan meminta Rena untuk berbicara.
Yang disebut senyum yang mencakup segalanya muncul di bibir Rena saat ini.
Dia terjebak dalam pikirannya sendiri, menyimpulkan bahwa dia sekarang dijauhi dan dimusuhi oleh Minami dan Ayumi.
Minami ingin berbicara tapi terhenti oleh tatapan Ayumi.
Ayumi tahu betul bahwa dalam keadaan saat ini, Minami tidak boleh berbicara. Minami memilih diam dan terus menikmati puddingnya.
Yusuke yang sangat peka terhadap apa yang dilihat dan didengarnya, sudah tahu betul bahwa pilihan yang harus diambilnya adalah untuk menghibur kekasihnya yang sedang sedih.
"Sebenarnya aku tidak ingin berbicara seperti ini, tapi menurutku terlalu berlebihan jika kamu tidak ramah pada Rena-chan."
Melihat Yusuke, Ayumi menjawab:
"Yusuke, maafkan aku, kamu salah paham, aku sibuk dengan ponselku. Lihat sendiri, aku sedang bermain media sosial, dan aku tidak sengaja mengabaikan Rena."
Beberapa siswa-siswi yang mendengarnya berbicara pelan, sementara beberapa pura-pura tidak mendengar apa yang dikatakan Yusuke.
"Rena-chan, ayo pergi, tidak baik untuk kita jika terus di sini."
Yusuke bangkit, dan Rena di belakangnya juga menyusulnya.
Rena menoleh ke belakang dan melihat baik Ayumi maupun Minami tidak bicara sepatah kata pun.
"Yusuke-kun, kenapa mereka membenciku...?"
Rena bertanya kepada Yusuke, dan Yusuke berbalik dan menjawab.
"Mungkin karena aku, kamu tahu, Ayumi sangat membela Minami, kan?"
"Ya, aku tahu, jadi Ayumi tidak menyukaiku?"
"Aku tidak yakin mungkin karena aku, ya, karena aku lagi."
Yusuke memegang bahu Rena dan berkata dengan penuh kasih sayang.
"Nah, mulai sekarang jangan terlalu cemburu ya?"
"Terdengar sulit, dan aku sudah mencobanya berkali-kali, tapi nyatanya aku selalu merasa berbohong padamu."
"Sayang, jangan sedih, lihat aku, aku yakin kamu bisa, jangan terlalu berkecil hati, kamu pasti bisa, kamu hanya perlu menguatkan hatimu."
Dari apa yang terjadi, Yusuke memberitahu Rena: bahwa karena terkadang terlalu fokus pada cinta dan membuat segalanya terlalu panas akan menyebabkan beberapa hal yang tidak diinginkan di masa depan.
Semua yang terjadi kali ini, Yusuke khawatir untuk waktu yang lama, tetapi dia tidak menyangka ini terjadi.
Rena membenamkan wajahnya di sisi kiri leher Yusuke.
Seorang gadis remaja sangat menyesal dan marah dengan apa yang dia lakukan tetapi dia benar-benar tidak ingin pacarnya tergoda dan tertarik pada gadis lain.
Rena bingung tentang semua yang dia rasa bersalah tetapi dia tidak ingin menilai sepenuhnya salah.
__ADS_1