Menyelamatkan Hashimoto Rena

Menyelamatkan Hashimoto Rena
Gadis Kucing Pemalu


__ADS_3

Yusuke mulai berpikir untuk melatih tubuhnya; dia pergi jogging bahkan bekerja keras dalam push up dengan memaksa dirinya. Sesekali ia kembali mengingat yang sudah lama tidak ia gunakan, seperti tehnik tinju: Pukulan Jab, Hook, Uppercut.


'Tidak buruk untuk Uppercut, akan mantap untuk menghantam wajahnya seseorang kekeke ... Jab tangan kiri terlalu lemah...'


Yusuke teringat saat masih SMA di kehidupan sebelumnya, ia harus bertahan hidup dari para bajingan sekolah, di dunianya yang keras dan kejam jika ia lemah ia akan menjadi karung tinju.


Yusuke tidak bisa tinggal terlalu lama karena musim panas, cukup panas diawal pagi hari. Dia pulang dan melihat Chiya menerima paket dari kurir.


Yusuke yang penasaran melihat ke dalam kotak yang dipegang oleh Chiya.


"Apakah kamu penasaran?"


"Pasti kamu yang membeli alat bantu kesepian ha-ha-ha!"


"Wah, kamu menebaknya dengan benar!"


"Bajingan, kamu serius membelinya?"


'Apakah gadis ini benar-benar sakit? Apakah dia benar-benar membeli barang itu? Padahal aku hanya bercanda...'


"Aku punya hobi bagus, apakah kamu ingin melihatnya?"


"Wah, kamu sakit? Aku tidak ingin melihatnya."


"Aku akan menunjukkan cara menggunakannya."


"Dasar sakit, lebih baik aku mandi."


"Kamu impoten, kasihan pacarmu."


"Chiya, kamu juga bukan apa-apa, kamu bilang aku impoten?"


"Hahaha, apa maksudmu bukan apa-apa? Aku ahlinya, tidak seperti master yang impoten."


Yusuke terlihat serius dan kemudian berbicara.


"Jangan panggil aku impoten, jika kamu melihatnya, kamu akan pingsan."


Chiya tersenyum meremehkan.


"Kuh, paling-paling sebesar cabai.”


"Sialan, lihat ke bawah! Kau bahkan perlu dua tangan untuk menanganinya!"


"Kekeke, omong kosong, kau pikir kau kuda?"


Chiya menjulurkan lidahnya, dan pergi masuk kamar apartemennya.


Dengan gaya kebiasaan Rena; Yusuke berkedip.


Yusuke buru-buru pergi mandi, setelah itu ia mengirimkan pesan kepada Rena yang sedang belajar dan merasa stress.


'(⁠ T⁠ - T⁠ ) Yusuke-kun ...'


'Kamu kenapa Rena-chan?'


'Aku pusing...'


'Kamu harus minum obat.'


'Sudah, tetap saja masih pusing.'


'Apa perlu berciuman biar pusingnya hilang?'


'(⁠ +⁠ _⁠ +⁠ ) Mulai, aku tidak mau, tidak suka.'


[Kunjungi Hashimoto Rena yang sedang sakit! Hadiah 1.000.000: gagal, kematian]


"Sistem ini tidak memberikan tugas untuk waktu yang lama, sekali memberikan tugas, hadiahnya ... cuma segitu?"


Yusuke yang tidak berpikir untuk memilih, dia pergi setelah mengenakan pakaian yang menurutnya rapi.


"Aku akan bertemu calon ayah dan ibu mertua, harus memberikan sentuhan yang bagus pada mereka dan membelikan mereka sesuatu."

__ADS_1


Yusuke memilih browser di internet. Dia melihat jam tangan dan dompet bermerek. Ia merasa akan diterima dengan senang hati dan juga akan mendapatkan penilaian yang baik dari keduanya.


'Cara primitif yang masih digunakan banyak orang untuk memenangkan hati seseorang.'


Yusuke tersenyum puas.


***


⟨ Rumah Hashimoto Rena ⟩


Hashimoto Handa dan Hikari tidak menyangka dengan diberikan kepada mereka, sesuatu yang mahal bisa dilihat dari kualitasnya. Yusuke tidak menyalahkan atau memandang rendah mereka, karena dia tahu ini adalah bentuk dari sesuatu yang sangat nyata dan nyata di lingkungan sosial.


Yusuke ditemani oleh Hikari, dia memasuki kamar Rena. Pemilik kamar kini tertidur pulas dengan keningnya dikompres dengan handuk kecil. Yusuke mengambil kursi di meja rias, dia duduk sambil menunggu dan mengganti handuk kecil yang sudah agak kering.


"Kamu terlalu memaksakan diri, dan kita terlalu lama melakukan panggilan video," gumam Yusuke.


"Aku akan pergi, dan membuatkan bubur untuknya, kurasa dia akan mau makan jika kamu membantu."


Yusuke menjawab dengan anggukan kepala.


Selang beberapa waktu, ibu Rena kembali membawa bubur. Rena masih tidur dengan gelisah, Yusuke tersenyum dan berbicara dengan ibu Rena.


"Bukannya ini terlalu berlebihan untuknya Hikari-san?"


"Memang, tapi kamu harus tahu bahwa masa depan sangat sulit, jika dia malas dia akan bermasalah di masa depan."


"..."


Yusuke tersenyum dan tidak berkata apa-apa lagi.


Cerita orisinal dalam gamenya sendiri Hashimoto Rena adalah sosok yang sempurna; dia adalah panutan bagi semua siswa di sekolahnya.


'Ketika menjadi nyata, sangat menyedihkan, di dalam game; sendiri hanya gambar dan dialog, cerita tentang sakit hanya potongan untuk mempermanis cerita aslinya.'


Hikari pergi, dia menutup pintu dengan hati-hati setelah mengucapkan selamat tinggal pada Yusuke.


"Dia anak muda yang menarik."


Ketika Rena bangun, yang dia lihat hanyalah Yusuke. Rena merasa senang sekaligus sedih, dia berdebar kencang dan buru-buru ingin bangun.


"Aku hanya akan duduk ..."


"Buburnya masih hangat, kamu makan?"


Rena mengangguk.


"Ya..."


Yusuke membantu Rena makan.


"Jangan terburu-buru, pelan-pelan. Aku akan berada di sini cukup lama."


Rena tersenyum bahagia, pipinya merona.


"... terima kasih..."


"Mulai sekarang kita akan mengurangi jam video call, terlalu banyak juga akan berakibat buruk untukmu."


Mata putih yang berubah menjadi warna merah samar; dia menangis diam-diam. Yusuke memejamkan mata, wanita itu masih sangat muda dan membutuhkan perhatian yang berlebihan.


'Dia masih seorang gadis muda yang tidak stabil dan mengutamakan perasaannya.'


"Aku tidak mau. Aku tidak mau seperti itu."


"Ayolah, demi kebaikanmu sendiri jangan keras kepala, kamu bukan seorang bayi."


Rena tersenyum pahit, dia menjadi menolak untuk makan.


"Aduh, apa yang kamu lakukan?"


Rena mencubit lengan Yusuke sambil melotot marah.


"Kamu jahat, kamu tidak ingin melakukan Videocall denganku lagi, kamu jahat."

__ADS_1


Yusuke meletakkan buburnya.


"Bukan begitu ... aku bilang kurangi saja, aku kira dua jam cukup lama."


Rena menggelengkan kepalanya.


"Tidak-tidak."


[Anda harus mencapai 10 poin untuk memenuhi target, 9 termasuk peningkatan kesulitan.]


'Sial, sistem ini rusak...'


[Misi: Anda harus membuat Rena mencapai *******]


'Hey, jangan merusak suasana! Apa kau gila menyuruhku melakukannya saat dia sakit seperti ini?'


[Hadiah: Hashimoto Rena akan sembuh besok pagi]


"Bajingan."


Rena kaget dengan kata-kata Yusuke.


"Sob... maaf, hiks... aku akan melakukannya, aku akan melakukannya."


Yusuke menyeka air mata Rena.


'Aku menolak misinya.'


[Selamat Kim Chul! Hashimoto Hikari menyukai Anda]


'Jangan bilang ibunya mendengar di balik pintu? Apakah tadi pilihan jebakan atau bagaimana?'


"Jangan menangis, aku tidak bermaksud memarahimu, tenanglah..."


"Jangan marah padaku..."


"Tidak-tidak, aku tidak marah padamu."


Mereka berpelukan; Yusuke merasa tubuh Rena panas.


Dia memilih untuk tidak menggosok punggungnya, akan menjadi masalah jika hal seperti itu terjadi lagi.


'Ibunya sudah menyukaiku, hubungan kita akan menjadi lebih baik Rena-chan.'


"Mengapa wajahmu begitu dekat? Minta ciuman?"


Rena tidak menjawab, dia mendekat dan meraih Yusuke dengan dua tangannya; mereka berciuman dengan Rena yang memulai.


Mereka saling berpandangan, Rena terkejut karena dia melakukan kesalahan dan ada kemungkinan Yusuke akan tertular penyakit tersebut.


"Yusuke-kun, maafkan aku... aku—"


"Bagus sekali, apakah kamu jatuh cinta padaku sampai jadi nafsu?"


Rena menggigit bibirnya.


"Aku tidak mau jawab..."


Rena malu dengan apa yang dia pikir, dia lakukan tanpa berpikir dua kali.


'Tubuhku bergerak sendiri...'


Yusuke tersenyum.


'Aku baru sadar dia tidak memakainya, apakah itu tegang karena dia terlalu menginginkannya?'


Rena gugup saat melihat Yusuke menatap dadanya.


"Pantas saja lebih lembut dari biasanya, kamu tidak memakannya?"


- Blush!


Rena menepuk dada Yusuke.

__ADS_1


"Diam, jangan bicara itu tidak sopan."


'Dia terlalu imut untuk menjadi tipe gadis kucing pemalu...'


__ADS_2