
⟨ Rumah Hashimoto Rena ⟩
Hashimoto Rena berdebar-debar dengan tatapan mata Yusuke.
"A-apa?"
"Pagi ini kamu sangat cantik Rena-chan."
"Kamu berlebihan Yusuke-kun," kata Rena, dengan malu-malu.
'Apa karena efek dari poin yang sudah meningkat?'
Yusuke melihat sistem, tidak memberikan tugas yang baru, ia melihat kemungkinan yang terjadi di masa depan, ia terdiam sejenak.
Rena melihat Yusuke yang sedang berpikir, ia menduga kalau Yusuke sedang ada masalah.
"Apa ada sesuatu yang mengganggu kamu?"
"Tidak ada, tidak ada sesuatu yang mengganggu aku."
"Sungguh? Kamu yakin tidak ada?"
"Hmm," jawab Yusuke.
Rena tersenyum dan merangkul lengan Yusuke untuk menghiburnya.
"Pagi yang sangat berani Rena-chan."
Rena tersenyum dengan malu.
Mereka lewat tempat yang lebih ramai, tempat yang cukup banyak orang. Rena melihat Yusuke yang berbeda karena mereka biasanya akan lewat jalan pintas di perumahan.
'Apa Yusuke-kun sengaja memilih tempat ramai agar suasana tidak seperti biasanya?"
Rena penasaran.
"Tolong ada jambret!"
"Oh...?"
Dengan sigap Yusuke pergi ke arah orang yang kini ke arahnya.
"Klise sekali!"
Bang!
Dengan sekali gerakan kaki mengenai tengkuk, pria itu jatuh tersungkur.
'Wow~...'
Suatu kejutan untuknya karena kekasih yang ia cintai sangat hebat dalam bidang apa pun bahkan untuk berkelahi sekali sangat luar biasa.
'Aku tidak tahu kalau Yusuke-kun pandai beladiri...'
"Terima kasih, Nak!" kata seorang pria paruh baya.
"Sama-sama," jawab Yusuke.
Kim Chul di masa lalu hanya anak yang suka berkelahi. Dia tidak bodoh karena cukup belajar dan bermain game. Dia bisa menjadi masyarakat yang sangat umum karena dunia asalnya lebih keras dalam persaingan kerja, banyak orang pintar di atasnya dalam kehidupan sosial.
'Tubuh yang tidak pernah latihan, ya tidak usah aku permasalahkan karena tidak ada untungnya untuk berkelahi terlalu sering karena di sekolah tidak seburuk sekolahku di waktu itu.'
"Ini sebagai ucapan terima kasih, terimalah."
"Tidak usah Pak, saya hanya membantu. Anda simpan saja."
"Ya ampun, kamu baik sekali, zaman sekarang hampir tidak ada anak seperti kamu."
"Mungkin ada di suatu tempat Pak," kata Yusuke, dengan senyuman.
Dia melihat Rena yang sangat terkagum, Yusuke dengan bangga berjalan dengan sombong, ia bisa menahan untuk tidak terlalu menonjol kepribadiannya yang sedang besar kepala.
"Apa aku tadi kelihatan keren?"
"Yusuke-kun, sangat keren. Aku sangat senang melihatnya, tapi jangan ulangi lagi tadi berbahaya."
"Iya, kamu tenang saja Rena-chan."
"Mm..." Rena merona merah dengan malu.
Sesampainya di sekolah, yang kini sedang menunggu adalah Minami dan Ayumi. Mereka berdua menunggu karena hanya itu yang bisa mereka lakukan untuk bisa bersahabat lagi dengan Hashimoto Rena.
__ADS_1
"Selamat pagi Minami-chan, Ayumi-chan~" Rena menyapa lebih dulu.
'Kenapa memanggil seperti itu? Apa-apaan ini?'
Minami dan Ayumi terheran-heran, karena sikap Rena jadi sedikit kekanakan.
Minami melihat Yusuke.
'Kamu selalu terlihat tampan...'
Takeru berjalan sendirian tanpa mempedulikan hal tersebut, ia lebih pendiam dan tidak berusaha banyak bicara seperti sebelum-sebelumnya. Yusuke melihat Rena dengan wajah yang suram, Rena yang ia tolak dengan cara mengabaikan kini terlihat semakin cantik dan mempesona.
'Rena-chan...'
⟨ Kelas Musik ⟩
Yusuke mengerenyitkan dahinya dan melangkah maju.
Kelas dimulai dengan suara alunan musik dari piano.
"Aku akan menyanyikan lagu ciptaanku sendiri teman-teman..."
"Eh...? Sungguh...?"
Semua saling menoleh karena keheranan.
{Ting~ tining~ ting~!}
Aku menyayangimu..., aku mencintaimu...
Namun kamu.., namun kamu...
Mencintainya...
Coba kau lihatlah aku..., tolonglah lihatlah diriku...
Yang jatuh..., yang terjatuh..., mencintaimu...
Musim pun berlalu...
Dengannya yang palsu...
Aku masih..., aku masih...
Rena tertegun mendengar lagu yang Yusuke nyanyikan, ia bertanya pada dirinya sendiri? Kenapa lagu yang Yusuke nyanyikan adalah lagu sedih?
'Kenapa? Apa Yusuke-kun tidak bahagia denganku? Apakah Yusuke-kun punya seseorang yang dicintainya?'
Yusuke melihat Rena yang tertunduk, Yusuke tersenyum karena lagu yang ia nyanyikan adalah lagu sad ending dari game yang ia mainkan.
Setelah jam pelajaran selesai, Rena menghampiri Yusuke, dan bertanya padanya.
"Yusuke-kun lagu yang kamu nyanyikan sangat sedih..."
"Apakah kamu tidak menyukainya?"
"Aku... aku tidak suka kalau lagunya sedih..."
"Lain kali aku akan nyanyi lagu anak-anak untukmu, contohnya belalang kupu-kupu."
"Eh...! Lagu anak-anak?"
"Lagu yang cocok untukmu"
Rena mengembungkan pipinya, merasa kesal dengan perkataan Yusuke.
Takeru melihat mereka berdua semakin dekat dan mesra, bahkan di sekolah sangat begitu menyakiti matanya. Takeru mengeretakan giginya, ia marah dan mengepal tinju.
'Rena-chan, aku janji kalau ada kesempatan, kamu putus dengan Nakajima, aku akan memiliki kamu.'
Dalam waktu yang tidak begitu lama Rena sudah jatuh dalam cinta, untuk mencintai Yusuke.
Rena berharap kalau ia tidak akan dalam masalah kalau Yusuke punya seseorang yang ia cintai. Rena tertunduk dan menarik lengan seragam sekolahnya Yusuke.
"Ada apa Rena-chan?"
"Yusuke-kun, apa lagu yang kamu nyanyikan untuk seseorang? Apa kamu punya kenangan buruk dengan gadis yang kamu sukai?"
"TIDAK. Aku tidak punya kenangan dengan seseorang, aku hanya punya hubungan cinta denganmu."
"Kalau begitu bersumpah pada langit, ya?"
"Huh? Aku bersumpah pada langit?"
__ADS_1
"He'em. Aku ingin Yusuke-kun bersumpah pada langit, u-untuk selalu me-mencintaiku..."
"Ya ampun, kamu sangat imut Rena-chan."
"Kumohon cepat lakukan," kata Rena memohon.
"Baiklah. Aku bersumpah pada langit, bahkan pada bumi. Hashimoto Rena adalah cinta sejatiku, aku tidak akan selingkuh."
"Eeh ...? Baik. Aku senang mendengarnya, hehehe..."
"Terus... Aku dapat apa?"
"Ah?"
Rena merona merah.
"Itu... kamu, kan sudah dapat aku..."
"Hahahaha! Hahahaha!"
"Menyebalkan, kamu menertawakannya, aku serius ..."
"Ya, kamu serius sampai aku ingin tertawa."
"Kalian berdua kenapa di tempat seperti ini? Yusuke-kun, Rena-chan? Apa kalian ingin melakukannya di belakang sekolah?"
Minami memergoki mereka yang selalu berada di tempat belakang sekolah setiap jam istirahat.
"Kamu menghalangi kami melaksanakan kewajiban seorang yang berpacaran Minami," kata Yusuke.
Rena sangat malu seakan ada yang mengepul di atas kepalanya.
⟨ Kafetaria Sekolah ⟩
Yusuke melahap dengan nikmat, nasi yang berbentuk segitiga, dengan tambahan rumput laut di atas dan tengahnya. Rena, Ayumi dan Minami sudah kembali seperti semula, mereka bersahabat.
Yang tidak diundang datang, adalah Yamazaki Takeru.
"Apa aku boleh ikut duduk dengan kalian?"
"Boleh," jawab Yusuke.
"Terima kasih Nakajima."
"Sama-sama."
"Bagaimana kabarmu Rena-chan?"
"Kabarku baik saja Takeru-kun."
"Wow, apa kamu sekarang berubah?"
Takeru melihat Minami.
"Maksudmu? Apa yang berubah?"
"Kamu sekarang lebih aktif untuk bicara, tidak pendiam lagi."
"Ah, aku hanya ingin mengubah pandangan orang terhadapku."
"Oh, begitu..."
Yusuke melihat Takeru.
'Mungkinkah dia ingin bersikap baik karena menginginkan wanitaku? Kau jangan bermimpi pecundang.'
Yusuke yang sudah menyogok wali kelas agar bisa piket bersama dengan Rena. Yusuke tidak punya penyesalan. Dia bisa menjaga dan terus bersama dengan Rena dan pulang bersama setiap hari. Rena melihat Yusuke sedang santai duduk di kursi.
"Yusuke-kun, apa kamu tidak ingin membantu aku?"
"Hadiahnya?"
"Eh, dia mulai lagi..."
"Ya ampun Rena-chan sudah peka dengan yang kulakukan, sungguh sayang sekali."
Rena menggulung lengan bajunya, ia mendekati Yusuke yang langsung beranjak dari tempat duduk.
"Apa Rena-chan akan meminta dengan memberikan ciuman pada pacarnya ini?"
"Uh...? Aku tidak mau. Aku menghukum Yusuke-kun tidak dapat apa pun dariku!"
"Ah, teganya Rena-chan."
__ADS_1