Menyelamatkan Hashimoto Rena

Menyelamatkan Hashimoto Rena
Memilih


__ADS_3

Takeru terkejut, Rena berbicara begitu acuh tak acuh, gadis remaja itu menatapnya dengan tatapan penuh keyakinan.


Mata Takeru bergetar hebat.


Dia tidak menyangka bahwa Rena yang lembut masih bertingkah aneh dan tidak berubah, terlihat jelas baginya untuk melihat bahwa dia telah sangat menyimpang dari sikap aslinya.


"Rena-chan, kenapa kamu bicara seperti itu, kenapa kamu begitu kasar?"


Rena melihatnya tanpa berkedip, dia menatapnya tajam.


"Maaf jika aku kasar Takeru-kun, aku tidak ingin membicarakan hal semacam itu, itu hanya masa lalu yang aku buat dengan keputusan yang jelas salah."


"Kamu tidak salah, dulu aku terlalu cuek padamu, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi," kata Takeru meyakinkan.


Rena tidak ingin melihatnya lagi, dia berbalik untuk meninggalkannya.


Takeru memegang tangannya, dia berharap dia akan mendengarkannya.


"Tolong jangan pergi, aku ingin bicara denganmu lebih lama, aku punya banyak hal untuk dibicarakan dengan Rena-chan."


Dia menatap Takeru dengan jijik.


"Tolong lepaskan cengkeramanmu dari tanganku Takeru-kun."


"Maaf..."


Ia menatap Rena sedih.


Rena juga berbicara dengan tegas padanya.


"Aku sudah menjadi milik Yusuke-kun."


Siapapun yang mendengar nada Rena saat ini sombong dan sombong.


Dia menunjukkan dirinya milik lelaki yang dicintainya.


Dalam diam Takeru sangat marah, dia menggigit bibirnya dengan keras ketika dia melihat dia pergi begitu saja tanpa berbalik untuk melihatnya. 


'Kau sombong sekali Rena-chan, padahal dulu kau ingin aku jadi pacarmu? Aku salah menilaimu Rena-chan, kamu mengecewakanku...!'


Ia begitu marah pada Rena yang hanya seorang gadis yang suka mengejarnya di masa lalunya.


Dia benar-benar tidak menerima kata-katanya yang mempermalukannya.


Rena menggigit giginya erat-erat, dia sangat kesal dengan Takeru yang berbicara padanya seolah dia begitu mudah untuk jatuh cinta.


"Kenapa dia memojokkanku seperti itu? Dia kenapa, dia sangat ingin menunjukkan cinta seperti itu? Lupakan masa lalu... aku tidak peduli."


"Kamu benar-benar mencoba Rena-chan, aku melihat betapa sulitnya ..."


"Yusuke-kun?!"


Rena menoleh saat mendengar suaranya.


"Sepertinya pacarku tercinta masih memiliki perasaan terhadap cinta lamanya?"


"Tidak. Aku tidak mencintainya, aku hanya mencintaimu."


Yusuke tersenyum tipis.


Mata Rana bergetar karena panik.


"Aku percaya, aku hanya bercanda."


"Kamu menakutkan, aku tidak suka kamu bercanda seperti itu."


"Aku mendengar kamu bergumam sebelumnya, apakah itu hanya masa lalu? Kamu sepertinya berbicara bahwa semuanya telah terjadi."


"Kenapa... kenapa kamu berbicara seperti itu...?"


Rena melangkah maju.


"Kamu satu-satunya yang kucintai..."

__ADS_1


"Saya hanya bercanda."


Yusuke mencium kening Rena.


"Jangan sedih, aku bercanda ..."


Rena memeluknya.


Yusuke tersenyum sambil memeluknya, dia berharap itu cukup menarik tapi dia tidak menyangka Rena akan sangat sedih, dan dia menangis di pelukannya.


Perjalanan pulang dalam mobil.


Ia hanya duduk santai sambil menghibur Rena yang bersandar padanya. 


Ibunya melihat bahwa dia sangat tertekan bersandar pada Yusuke.


Ibu Rena termenung sejenak karena merasa keputusan yang diambilnya merupakan kesalahan yang seharusnya tidak dilakukannya.


'Seharusnya aku tetap tinggal... Kupikir akan baik berbicara dengan cinta lamanya...'


Saat hendak ke dapur, Yusuke langsung dibawa ke kamarnya.


Yusuke tersenyum canggung melihat tingkah Rena yang menuntut untuk percaya padanya.


"Aku bilang aku hanya bercanda, berhenti bersedih oke?"


Rena menatapnya dengan lesu.


Dia tersenyum tipis dan memeluknya.


"Jangan marah, aku tidak cinta dia ..."


"Ya ampun, aku percaya, aku percaya."


"Kamu sepertinya curiga aku memilihmu karena melarikan diri ..."


Yusuke hanya tersenyum polos.


Rena panik saat melihat Yusuke yang seperti tidak percaya padanya.


Yusuke terbangun di tengah malam, dia mencari minuman dingin di dapur, dia menghela napas, karena listrik padam.


Dia melihat sesuatu yang mengejutkan hampir berteriak pada sosok berbaju putih yang lewat, ketika dia memperhatikan baik-baik calon ibu mertuanya.


"Hahahah, kamu pikir aku hantu?"


"Kamu benar-benar mengejutkanku dengan berpakaian seperti itu saat listrik padam."


"Apa Rena sudah tidak sedih lagi?"


'Mengapa berbicara seperti usia kita sama?'


"Anak itu menjadi sangat bergantung padamu, dia membutuhkan sesuatu untuk mengubahnya menjadi seperti dulu."


"Apakah Rena-chan tidak manja sebelumnya?"


"Dulu dia lebih suka belajar dan menonton film."


Hashimoto Hikari melanjutkan perkataannya.


"Dia juga seorang pekerja keras, dan sekarang dia hanya tahu melakukannya denganmu."


Ibu Rena tersenyum miris.


"Tolong jangan berlebihan."


Wanita di depan Yusuke semakin dekat, dia mengusap kepala Yusuke.


"Aku yakin kamu bisa..."


"Saya akan mencoba..."


'Aku merinding...'

__ADS_1


Senyum yang begitu tulus, Yusuke membalas senyuman itu sebaik mungkin.


Dia kembali ke kamarnya, tapi Rena sudah menunggunya tepat di depan pintu.


Mata itu membuat Yusuke bertanya tentang alasannya.


"Kenapa kamu terlihat seperti itu? Apakah kamu kesal karena ketika kamu bangun aku tidak ada?"


Rena mengerutkan bibir.


Yusuke menebak dan bertanya.


"Apakah kamu cemburu? Kamu melihat aku dan ibumu berbicara satu sama lain dan kamu cemburu?"


Rena menggaruk-garuk kuku ibu jari dengan kuku jari telunjuk.


Rena memilih masuk ke kamar Yusuke, dan tidur.


"Kamu labil ..."


Pagi harinya.


Yusuke melihat Rena sedang duduk dan tampak tidak bersemangat.


"Rena-chan?"


"Ya?"


Rena mendongak lelah.


Yusuke terdiam.


"..."


'Ini sudah tidak normal, dia terlalu cemburu buta tidak peduli siapa asal lawan jenis yang mendekatiku, dia langsung cemburu...'


Saat liburan musim semi.


Yusuke mengubah banyak hal yang telah dia mulai sejak lama, dia tidak ingin hal-hal menjadi lebih buruk untuk dirinya dan Rena.


Sistem yang selalu membantunya saat pertama kali tiba di dunia itu, kini tidak pernah menampilkan notifikasi bahkan untuk tugas yang memberi imbalan uang dalam jumlah besar.


Dia berpikir bahwa dia gagal atau telah menyelesaikan semuanya.


Rena masih belajar dengan tenang tanpa ada keinginan untuk memanjakan diri. Yusuke tersenyum puas selama dia menjadi guru untuk pacarnya.


"... Yusuke-kun, kenapa kamu tiba-tiba seperti ini?, kamu begitu ketat menyuruhku belajar..."


"Kamu harus rajin seperti dulu, kamu terlalu banyak mengabaikan segalanya dan fokus pada hubungan kita."


"Bukannya bagus?, aku sangat suka apa yang telah kita lakukan sejauh ini."


"Apakah kamu hanya ingin menjadi ibu rumah tangga?"


Rena menatapnya.


"Bukannya harus begitu?, kalau dulu... aku tidak fokus ke situ, sekarang berbeda."


"Sepertinya kamu menyerah dan memberikan semuanya padaku?"


"Bukannya kamu akan menjadi kepala rumah tangga?, aku hanya perlu memasak dan merawat kamu, rumah. Aku tidak tertarik menjadi PNS." 


'Dunia ini mulai membaik, PNS adalah pilihan paling tepat, tidak seperti tahun lalu...'


"Jika semua wanita di dunia mendengarkanmu berbicara seperti itu, mereka akan memarahi keputusan yang kamu buat."


"Itu urusan mereka, kan?"


“Kalau jadi PNS pasti bangga sekali.”


"Ayolah Yusuke-kun, coba pikirkan; kalau kita sibuk siapa yang akan menjagamu? Siapa yang akan menjaga anak kita?"


'Dia melihat terlalu jauh ke depan...'

__ADS_1


"Lalu kita bisa mengurusnya dengan mempekerjakan pembantu rumah tangga dan babysitter?"


"Kamu boros, kebiasaanmu boros ... Aku tidak mau! Aku tidak suka!"


__ADS_2