
Sebuah suara familiar menyapanya, dia adalah Takeru. Rena diminta untuk mendengarkan apa yang ingin dikatakannya. Rena pun mendengarkannya dan menunggu Takeru selesai berbicara. Hal yang tidak mengenakan adalah Takeru berbicara buruk tentang Yusuke.
"Tolong jangan bicara seperti itu! Yusuke-kun tidak akan melakukannya, dia tidak akan selingkuh!"
"Kamu lihat dia begitu mudah berbicara dengan gadis lain, kamu harus tahu bahwa itu bisa terjadi Rena-chan."
Rena tidak menyangka perkataan Takeru yang dulu dianggapnya sebagai orang yang pendiam dan baik hati, kini berbicara untuk menjelekkan orang lain. Rena sudah kehabisan kesabaran saat berhadapan dengan Takeru. Rena langsung menatap tajam dan memperingatkan Takeru untuk tidak melakukannya lagi, Rena yakin Yusuke setia.
Takeru mengungkit lagi soal Rena yang sudah menyatakan cintanya. Namun dengan sikap acuh tak acuh Rena memalingkan muka karena dia tidak suka ketika hal-hal seperti masa lalu harus diungkit lagi. Takeru juga berbicara dengan penekanan.
"Apakah kamu dulu membohongiku Rena-chan?"
Rena berbalik dan menatap tajam.
"Kamu selalu cuek padaku, kamu tidak pernah peduli dengan semua yang aku lakukan!"
"Dulu aku seperti itu karena agar kamu selalu ada di dekatku! Aku sangat senang ketika kamu begitu peduli padaku Rena-chan."
"Jadi itu sebabnya kamu bersikap dingin padaku? Sayangnya aku dan Yusuke-kun sudah berkencan dan bahkan aku sangat mencintainya."
Tatapan Takeru menunjukkan kesedihannya.
"Apakah kamu benar-benar mencintainya?, kamu dan aku sudah saling kenal lebih lama."
Rena mengenang masa lalu saat bersama Takeru.
Rena mengakui bahwa Takeru adalah sesuatu yang berharga saat itu, Rena menemukan cinta pertamanya saat pertama kali melihatnya. Takeru adalah yang paling penting saat itu bahkan Rena melakukan banyak hal untuk menarik perhatian Takeru. Tapi dia tidak bisa berbohong jika dia mencintai seseorang yang benar-benar menginginkannya.
"Yusuke-kun adalah hal terpenting bagiku sekarang, aku sangat mencintainya..."
"Dia hanya merendahkan kamu! Kenapa kamu berubah jadi seperti ini? Kamu adalah gadis yang baik dan murni..."
"Gadis yang baik dan murni ..."
"Pikir baik-baik, dari awal dia mengincarmu hanya untuk kepuasan pribadi, dia tidak pernah tulus mencintaimu."
Takeru begitu heboh saat berbicara untuk meyakinkan Rena, namun balasan dari semua itu hanyalah senyuman yang seolah tak peduli. Kata-kata Takeru diambil seperti angin yang lewat.
"Kamu telah dibodohi oleh Nakajima," tegas Takeru yang semakin ingin meyakinkan.
Rena tersenyum penuh arti, tak memungkiri dirinya adalah sesuatu yang dijadikan kepuasan pribadi. Tapi yang jelas dia juga puas dengan Yusuke, ketika dia memikirkan bagaimana pikiran nakalnya menggelitiknya, dia tersipu dan tersenyum. Takeru bingung dengan sikap Rena yang berubah aneh.
"Takeru-kun, kamu salah mengatakan itu. Aku sama sekali tidak berpikir seperti itu..."
"Hah?"
Rena pergi dengan lamunannya sendiri memikirkan Yusuke secara sepihak. Ia merasa bahwa Yusuke adalah sosok yang tidak memiliki kekurangan.
Takeru mengikuti dan semakin bertekad untuk meyakinkan Rena yang berbalik dan tersenyum nakal.
"Apa yang kamu ketahui tentang milikku?"
"...!"
Takeru melebarkan matanya karena yang dia lihat adalah ekspresi wajah yang tidak biasa, jadi dia tidak yakin apakah Rena yang dia lihat adalah Rena yang dia kenal.
Rena tersenyum dan berbicara.
"Tolong berhenti menjelekkan Yusuke-kun. Kamu tidak berhak melakukan itu."
__ADS_1
Takeru memegang dan mengguncang tubuh Rena.
"Kamu telah dibodohi olehnya, kamu sadar, kamu menjadi aneh karena dia Rena-chan!"
***
⟨ Kamar Hashimoto Rena ⟩
Yusuke sangat bangga saat melihat Rena belajar dengan giat. Namun, Yusuke tidak menyangka bahwa dia harus meletakkan Rena di pangkuannya saat mereka duduk di kursi.
"Yusuke-kun sangat nyaman..."
"Akhir-akhir ini kamu bertingkah tidak biasa."
"Apakah Yusuke-kun tidak menyukainya?"
"Tentu saja menyukainya karena aku sangat menikmati kamu kekeke..."
'Apakah dia banyak bergerak untuk membangunkan naga?'
"Yusuke-kun, tulisanmu lebih bagus sekarang."
"Berkat bantuan pacarku yang cantik?"
Rena tersenyum dan tersipu.
"Aku semakin mencintaimu Yusuke-kun, aku tidak ingin kamu dekat dengan gadis lain."
"Apakah kamu cemburu karena aku berbicara dengan mereka?"
Rena tersenyum.
Rena bangkit dan berjalan mondar-mandir di kamarnya, dia berbicara dengan nada suara yang ditekankan.
"Bagaimana itu bisa menjadi milik seseorang, aku akan menjadi milikmu selamanya, dan kamu akan menjadi milikku selamanya."
Rena mendekat dan menyentuh wajah Yusuke dengan kedua tangan, Rena menatapnya dengan keinginan untuk menemukan kebenaran dalam kata-kata Yusuke.
"Jika kamu berbohong, aku akan marah."
"Kamu tidak bisa marah padaku, kamu mencintaiku."
Rena terdiam.
Yusuke terkejut dengan posisi pelukannya yang canggung.
"Bagaimana kamu bisa memeluk dalam posisi ini adalah sesuatu yang seharusnya sulit untukmu ..."
"Aku banyak membaca dan mencaritahu ..."
Yusuke menggiring Rena untuk bangun, Rena merasa malu karena mengira itu adalah posisi yang disukai Yusuke.
"Kamu akan pegal dalam posisi itu Rena-chan. Kamu nakal sepertiku, sepertinya kamu tertular penyakit nakalku kekeke..."
Rena hanya tersenyum dengan gaya kedua tangan bersembunyi di belakang.
Yusuke merasakan sesuatu yang panas mengalir di dadanya.
"Sialan, apakah ini kodenya?"
__ADS_1
Yusuke bangun dengan tangan terikat dasi. Dia merasa seperti mainan untuk Rena.
'Sistem!'
Kejadian tadi malam menyadarkan Yusuke bahwa Rena bertingkah aneh.
Yusuke merasa apa yang dilakukan Rena benar-benar sesuatu yang membuatnya cukup ketakutan dalam percintaan liarnya.
'Apakah sistem benar-benar hilang! Rena-chan terlalu liar untuk disebut normal!'
Rena yang baru bangun tidur kemudian melepas dasi yang mengikat tangan Yusuke.
"Yusuke-kun..."
Yusuke mengusap kepala Rena.
"..."
Yusuke terbelalak mendapat ciuman di pagi hari.
'Ini semakin menakutkan dan penuh gairah ...'
"Yusuke-kun sungguh, terima kasih..."
'Aku kehilangan akal...'
Yusuke merasa terpaksa melakukan kesalahan berulang kali. Rena menekankan bibirnya ke pipi Yusuke.
Saat di kamar mandi, Yusuke mencoba memanggil sistem, dia ingin tahu tugas apa yang harus laksanakan tapi tidak ada respon.
"Apakah aku melakukan kesalahan sehingga sistem hilang?"
Yusuke tidak ingin sesuatu yang aneh terjadi dengan perubahan situasi.
"Bahkan sudah seperti R-21..."
Yusuke berpikir sampai dia menemukan bahwa semuanya bergantung padanya, pilihan salah yang dia buat yang mengubah segalanya.
"Apakah sejak aku melakukannya ..."
Yusuke berharap tidak ada hal buruk yang terjadi, dia mengingat pilihan yang menentukan nasib Hashimoto Rena.
'Hotel... meskipun tempatnya berbeda, tetap saja hotel...'
Yusuke menutup matanya untuk mengingat dalam cerita aslinya sendiri Rena dan Takeru hanya sampai nyaris tidak melakukannya.
"..."
Dia tidak bisa mengatakan apa-apa jika terjadi kesalahan dia tidak bisa menyimpan dan mengulang dari titik aman.
Entah kenapa dia merasa sedih dan merasa sangat bodoh, karena dia buta terhadap semua yang dia inginkan.
Yusuke keluar dari kamar mandi dengan lesu, dia melihat Rena tersenyum sambil menunggu.
'Jika sesuatu terjadi ... aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri ...'
Rena menyadari ekspresi sedih di wajah Yusuke.
"Yusuke-kun?"
__ADS_1
"... maaf..."
Rena tertegun tanpa mengerti maksud Yusuke.