Menyelamatkan Hashimoto Rena

Menyelamatkan Hashimoto Rena
Menjinakkan Hashimoto Rena


__ADS_3


'Kenapa aku melarang Nakajima-san pulang?'


Rena menunduk karena bingung harus berkata apa? Sepertinya Rena tidak akan menanyakan lebih lanjut tentang hubungan Yusuke dan Minami.


Rena membuka mulutnya dan berbicara.


"Hati-hati di jalan Nakajima-san..."


Jawab Yusuke dengan ramah.


"Ya, kalau begitu aku pulang dulu."


Rena teringat sesuatu yang harus dia lakukan, Rena memanggil dan mengejar Yusuke sebelum pergi jauh.


"Nakajima-san, Nakajima-san! Tunggu!"


"Eh, apa itu Rena-chan?"


"Nomor, nomor. Boleh aku minta nomor ponselmu?"


Rena malu karena sering menolak untuk bertukar kontak nomor ponsel. Rena tidak tahu kenapa dia harus melakukannya, dan ingin bertukar nomor ponsel sekarang.


"Di mana ponselmu, biarkan aku memasukkan nomor ponselku di daftar nomor kontak."


"Ini..."


[Peluk Hashimoto Rena, hadiah 1.000.000]


Yusuke senang sistemnya kembali, dan hadiahnya seperti sangat murah? Yusuke melihat bahwa semua jalan ini kosong dari orang, sangat aneh setiap ada kesempatan seperti ini. Yusuke menghampiri dan memeluk Rena. Yusuke merasa Rena sangat terkejut dan canggung. Tapi Rena tidak melawan untuk menjauhkan Yusuke?


Rena merasa pelukan ini sangat hangat dan nyaman, mau tidak mau Rena tetap diam. Rena meremas seragam sekolah Yusuke. Rena benar-benar merasa sangat aneh sehingga mudah sekali berubah. Yusuke terasa lebih hangat dan membuat Rena lebih nyaman.


'Apakah dia juga akan memeluk Keiko Minami seperti ini juga?'


Rena merasa tidak rela jika itu akan terjadi seperti yang dia pikirkan.


Yusuke merasa hal ini sudah tidak bisa ditahan lagi, ia memegang belakang kepala Rena, dan melakukannya dengan ciuman.


{Heart Points: 3› 4/10}


'Aku merasa ini lebih mudah daripada di game...'


Dada Rena yang montok benar-benar mempertegas kehebatannya. Yusuke semakin masuk dan membuka mulutnya tanpa perlawanan.


Yusuke menyelesaikannya, Rena masih linglung.


'Bibirnya sedikit bengkak apakah aku melebih-lebihkan?'


Yusuke sangat ingin membawa Rena ke tempat sepi jika Rena melihatnya. Yusuke merenung sejenak karena bagaimanapun juga Rena adalah Heroine dalam game tersebut.


"Apakah kamu menyukaiku sekarang?"


Rena tersipu dan menjaga jarak.


'Apa yang kulakukan?! Mengapa aku melakukannya?'


Rena meremas roknya dengan erat.


Rena menatap Yusuke dengan malu-malu.


'Apa yang harus kukatakan, semua yang kulakukan terlalu jelas... Takeru-kun, apa aku benar-benar tidak mencintaimu?'


Yusuke yang sering dipanggil Rena Nakajima-san; bahkan lebih dari Takeru. Panggilan seperti itu yang hanya tahu lebih dari sederhana. Rena bingung dan takut dihakimi sebagai gadis yang mudah berpindah hati.


'Bukankah dia sangat tidak stabil dan berubah-ubah untuk membuat pilihannya?'

__ADS_1


Yusuke mendekati Rena, dan mencium keningnya. Rena tersenyum manis dan ada rona merah di pipinya, sangat jelas terlihat oleh Yusuke dengan kedua matanya.


'Bagus sekali kau tidak fokus padanya, jika kau fokus pada Takeru, akhirmu akan menyedihkan...'


⟨ Kamar Hashimoto Rena ⟩


"Bibir saya?"


Rena baru mengerti mengapa ibunya sangat terkejut melihatnya ketika dia pulang.


[Jalan yang sama seperti sebelumnya~ jalan yang kau lalui bersamanya di masa lalu~]


Rena mengambil ponselnya karena ada pesan dari Yusuke. Dan yang sangat perhatian memberikan emotikon lucu dengan Panda sangat menggemaskan.


'Kami hanya berteman, kami berciuman...?'


Ketuk, ketuk, ketuk.


"Sayang, bisakah kita bicara?"


"Eh, ah, ya...!"


Rena sangat malu karena ibunya terlihat tidak nyaman.


"Apa yang kamu lakukan dengan Yusuke-kun?"


"Ah, itu..."


"Kuharap ini akan berakhir di sini, tidak lebih dari ini..."


"Baik..."


"Putriku sangat cantik, sampai pacarannya tidak sabar, anak yang mudah hari ini, terlalu banyak ..."


***


Pesan lain datang dari Minami.


Yusuke membalas pesan singkat dan melihat perkembangan Rena, yang cukup poin untuk meyakinkannya bahwa Rena menyukainya.


"Jika kita berkencan, dia tidak menolakku lagi bukankah ini baik untuk dia dan aku?"


Besok adalah hari terakhir sekolah sebelum akhir pekan. Yusuke berterima kasih kepada sistem karena telah kembali dan melihat tugas yang semakin Yusuke lakukan tidak bisa membuatnya tidak melakukannya.


Tugasnya adalah sebagai berikut:




Ajak Rena pergi kencan di akhir pekan.




Pergi ke rumah Hashimoto Rena.




Pilih Hotel untuk Rena.



__ADS_1


[100.000.000 hadiah, gagal hukuman mati]


Yusuke merinding dengan hukumnya.


'Pilihan nomor tiga gila, aku bisa dibenci seumur hidup jika aku mengajaknya ke Love Hotel!'


Yusuke hidup sebagai Kim Chul di masa lalu bahkan tidak pernah pergi ke hotel dengan seorang wanita, sekarang sudah seperti seorang pedofil.


Yusuke pergi tidur setelah mandi.


Penyimpanan banyak uang yang bisa digunakan.


'Bisakah aku mengirimkannya ke rekening bank? Aku harus membuat akun terlebih dahulu.'


Yusuke memiliki pilihan untuk tidak menonjol sebagai pusat perhatian, dia akan dicurigai jika seseorang yang tidak jelas memiliki banyak uang.


'Haruskah aku biarkan saja?'


Yusuke lebih memilih cara yang aman agar tidak dicurigai, Yusuke pergi tidur dan paginya harinya ia menjemput Rena terlebih dahulu.


'Kenapa Takeru ada di depan rumah Rena? Dia ingin menjemput Rena?'


Takeru telah menemukan pilihan yang tidak akan pernah dia sesali. Takeru terlalu bodoh untuk mengabaikan Rena yang dulu sangat menyukainya. Takeru merasa sangat kesepian dan hampa sejak Rena bersama Yusuke, namun kini Takeru percaya bahwa ini adalah kesempatan baginya.


Rena mendengar suara bel berbunyi, biasanya Yusuke tidak akan membunyikan bel. Yusuke aktif lebih suka menunggu seperti membuat kejutan yang selalu mendebarkan.


Yusuke bisa melihat dari sisi dinding gang, Rena sangat terkejut, dia seperti sedang mencari sesuatu dan kembali normal.


'Apa kamu kecewa kalau bukan aku di depanmu, Rena?'


Yusuke keluar dan pergi ke arah mereka berdua, perubahan yang sangat jelas di wajah Rena sangat mengembangkan potensi untuk semakin menyukai Yusuke.


'Aku senang Takeru-kun datang menjemputku, aku hanya kecewa karena Nakajima-san tidak ada. Ah, apakah itu dia?'


Yusuke terlihat sangat keren, Rena terlalu lama menatapnya, rasanya pipinya panas sekali. Rena masih bisa merasakannya di bibirnya, mereka melakukannya untuk waktu yang sangat lama.


Rena tidak membencinya.


'Nakajima-san... dadaku terasa sangat tidak enak, ini buruk sejak kapan ini...'


"Nakajima?"


"Yo Takeru, kamu datang pagi-pagi sekali. Kupikir tidak apa-apa jika aku tidak terlalu pagi hari ini."


Yusuke memanggil Rena dan mengabaikan Takeru.


"Rena-chan, kemarilah..."


"Eh...?"


Rena melihat dengan mata terbelalak, Rena melangkah seakan lupa bahwa yang ada di dekatnya adalah Takeru yang merupakan cinta pertamanya.


"Rena-chan?"


Takeru bertanya dengan bingung.


Yusuke memeluk Rena yang terkejut dan, Yusuke berbisik: "Rena-chan, aku sangat merindukanmu."


"Nakajima, apa yang kamu lakukan, kamu memaksa Rena-chan lagi?!"


Takeru terlihat sangat marah.


Tanya Yusuke pada Rena yang langsung menangkap perkataan Yusuke.


"Apakah aku memaksamu?"


"...Tidak. Takeru-kun, Nakajima-san tidak memaksaku."

__ADS_1


"Kenapa begini, bahkan kamu dan Nakajima sudah tidak pacaran, Rena-chan."


'Kau yang meninggalkan Rena saat di game, kau tidak usah dekat dengan Rena-ku.'


__ADS_2