Menyelamatkan Hashimoto Rena

Menyelamatkan Hashimoto Rena
Memanjakan Kekasih


__ADS_3


⟨ Bioskop ⟩


"Yusuke-kun, apa kita memang harus nonton film horor?"


"Apa kamu takut?"


"Aku takut nonton film horor, kamu jahat sekali memilih film seperti ini, uh...seram..."


"Nanti kalau sudah terbiasa tidak akan seram, kamu pegang popcorn mu dengan baik Rena-chan."


"..."


Rena menarik napas dalam-dalam, ia sudah sangat siap, dan melihat Yusuke.


"Ada apa?"


"Takut..."


"Haha... cobalah untuk tidak takut, ya?"


'Uh, hari ini dia jahat sekali... aku tidak suka film ini…'


Suasana menjadi tegang diawal film dimulai.


"Smith, apakah itu kamu?"


"Ada apa Bella?"


"Syukurlah itu kamu, ada yang aneh kenapa tidak ada orang malam ini." 


Rena memakan popcorn-nya dengan perasaan yang semakin gugup saat ruangan yang ada dalam film semakin gelap dengan adegan lampu yang tiba-tiba mati.


"Tenang, ada aku Rena-chan."


"Aku takut... aku tutup mata saja, ya?"


"Ah, akan buruk kalau begitu."


"Uh, tidak boleh?" 


"Smith, Bryan tidak ada di kamarnya!"


"Mungkin dia pergi ke ruangan tamu."


"Villa yang aneh, kenapa semua orang menghilang?"


"Ayo kita cari Bryan, dia pasti pergi untuk minum-minum…"


Rena meremas lengan jaket Yusuke, tatapan yang sedang mengejutkan langsung dibalas dengan Rena menampar lengan Yusuke.Rena menoleh saat Yusuke tertidur di bahunya. Rena sudah tidak terlalu gugup dan lebih fokus pada Yusuke ketimbang menonton film yang menyeramkan.


Kretek, kretek...


Suara langkah kaki yang begitu jelas untuk di dengar oleh banyak orang yang menonton film. Rena melihat sosok menyeramkan dari balik jendela, ia menutup mulutnya dengan satu tangan.


'Jangan teriak, jangan teriak...'


Rena memejamkan matanya dengan erat.


Rena memanggil dengan nada suara yang rendah, Yusuke masih tidur begitu nyenyak. Rena meremas rambut Yusuke berharap kalau kekasihnya akan segera bangun dari tidurnya.


"Yusuke-kun, Yusuke-kun..."


"Mmm..." 


Yusuke masih memejamkan mata.


"Kyaaa! Smith!"


"Kyaaa!" Suara Rena.


"Bella! Tidak Bella!"


"Sob, sob...hiks..."


Rena menangis bukan karena wanita dalam film terjatuh dari tangga. Rena menangis karena dia sangat takut.


Yusuke merangkul dan membimbingnya untuk bersandar dan meminta untuk Rena memejamkan matanya.


Rena malu karena mendapat teguran dari pengunjung bioskop, karena Rena sempat berteriak beberapa kali. Pada akhirnya mereka di minta untuk keluar. Rena kesal karena Yusuke sejak tadi tersenyum seperti sedang mengolok-oloknya.

__ADS_1


⟨ Kafe Kopi ⟩


Yusuke menikmati secangkir kopi, ia melihat ke arah jendela kaca. Rena malu-malu dengan betapa kerennya pacarnya saat ini.


"Yusuke-kun, kamu hari ini sangat tampan..."


"Ya ampun, apakah Rena-chan baru sadar betapa tampannya aku?"


"Uuh...!"


'Dia jadi narsis, lucunya…'


Yusuke tersenyum dan bertanya.


"Festival musim panas tinggal seminggu lagi, ya?"


"He'em, tinggal seminggu lagi, apakah Yusuke-kun akan pergi?"


"Tentu, aku akan menjemputmu, aku penasaran dengan kamu yang memakai Yukata."


Yusuke teringat cerita asli dalam game.


Rena yang pergi dengan keluarganya, dan bertemu dengan Takeru. Banyak scenario yang sangat menyentuh dalam cerita asli saat Rena dalam peran aslinya sangat berharap untuk bisa lebih mengenal Takeru.


'Itu sudah tidak akan terjadi, aku sudah merubah cerita aslinya.'


***


Hari selanjutnya…


⟨ Lantai Atas Sekolah ⟩


Sosis dan telur gulung, tumis sayuran dan nasi dalam kotak makanan. Rena yang sejak pagi sudah membuat Bento, ia menyantapnya dengan Yusuke.


"Bagaimana rasanya, apakah sesuai dengan selera Yusuke-kun?"


"Sangat enak, meskipun ini terlambat, harusnya aku dapat ini lebih awal, bukan?"


"Ooh, ya sangat terlambat..."


'Sangat lucu, bagaimana dia begitu menyesal karena baru membuatkan Bento untukku?'


Rena melahap telur gulung yang diberikan Yusuke dengan sumpitnya. 


"Mmm... enak…"


"Kamu sangat imut Rena-chan, aku semakin cinta padamu."


"Aah, jangan bicara seperti itu sangat memalukan…"


Rena menyelipkan rambutnya dengan tangan kiri, ia melihat Yusuke yang tidak berhenti untuk melihatnya.


'Apakah aku terlihat baik, apakah wajahku tidak terlihat aneh?'


Yusuke mengusap bibir Rena, ia mengambil sebutir nasi, dan memakannya.


"Yusuke-kun?!"


"Rasanya lebih enak..."


"... Mmm..." 


Rena menghindari tatapan mata Yusuke.


"Apa cuma perasaanku saja kalau kamu semakin menggemaskan Rena-chan?"


"Aah…?"


Rena terjerat dalam pesonanya, ia menyentuh punggung tangan Yusuke yang menyentuh pipinya. 


"Curang sekali... kamu terlalu cantik Rena-chan..."


"Mmm..."


Rena menggerakkan kepala ke samping kanan, saat Yusuke memanjakan lehernya.


Rena berkedip saat suatu yang menggelitik di lehernya.


"Yamete, yamete kudasai… Yusuke-kun…"


"Bukannya terlambat untuk meminta aku berhenti Rena-chan...?"

__ADS_1


"Kamu jahat, kamu selalu menganggap aku seperti barang... Yusuke-kun..."


"Aku tidak menganggap kamu seperti barang, kalau aku seperti itu, aku tidak akan pacaran dengan kamu Rena-chan..."


"... Kenapa, kenapa bicara begitu?"


Rena merasa campur aduk, ia merasa sedih, bingung dan marah dengan ucapan Yusuke.


'Dia marah?'


Ucapan yang terdengar sederhana sangat menyakiti hatinya, Rena memegang kedua tangan Yusuke.


"Kenapa?"


'Dia jadi manja sekali... lucunya.'


"Maaf, aku salah bicara, aku hanya ingin kamu tahu kalau aku tidak pernah menganggap kamu seperti itu, percaya?"


"Ya, aku pe-percaya…"


Rena hanya berpikir; 'sudahlah', ia harus membiarkan semuanya menjadi berciuman. Toh, ia tidak ingin kekasihnya akan tidak suka kalau ia banyak menolak.


"Rasanya lebih enak, kan?"


Rena mengangguk, ia tidak bisa berkata-kata, dan membasahi bibirnya.


'Poinnya tetap tujuh?'


"Apa Rena-chan tidak senang?"


"Aah, aku senang Yusuke-kun..."


"Untungnya, aku kira kamu tidak senang dengan yang kulakukan."


"Bagaimana aku tidak senang? Aku sangat senang..."


Rena tersenyum bahagia.


'Aku harus menyukainya, aku tidak boleh merasa risih, kan?'


Saat mereka berciuman sekali lagi, Yusuke menyadari ada yang aneh. Rena tersenyum manis.


"Ada apa Yusuke-kun?"


"Kamu tidak suka, ya?"


"Tentu saja aku suka, karena dengan Yusuke-kun."


"Aku tahu kamu bohong Rena-chan, cara kamu berciuman sudah bisa menjelaskan."


"Mmm... aku sedang ada bulanan, jadi suasana hatiku..."


Rena terbelalak, ia menutup mulutnya, ia tidak seharusnya bilang pada Yusuke.


"Ooh, kamu sedang haid?"


"Eeh, ya …"


'Sudah terlanjur … aku malu…'


"Kamu hanya merasa tidak nyaman, dan tidak memarahi aku? Rena-chan sangat baik padahal dalam masa sulit..."


"Tolong jangan kesal karena aku melakukannya, tidak sebaik biasanya Yusuke-kun..."


"Jangan dipikirkan, kamu yang lebih penting, apa perutmu tidak nyaman?"


"Mmm..."


Rena berkedip, dia menyadarinya dan mengangguk dua kali.


***


⟨ Unit Kesehatan Sekolah ⟩


Rena menarik selimutnya sampai setengah wajahnya. Yusuke membawa ke UKS dengan niat baik padahal Rena merasa dirinya tidak sakit parah sampai harus istirahat di UKS.


"Aku bisa meledak... aku berdebar-debar sejak tadi..."


'Pasti orang-orang menganggap aku terlalu berlebih-lebihan, tapi, tapi mana tahan diperlakukan seperti ini, kan?'


Yusuke datang dengan membawa tas milik Rena.

__ADS_1


Yusuke sudah meminta kunci pada wanita penjaga UKS, dan setelah itu ia akan memberikan kunci itu pada penjaga sekolah.


'Tidurnya nyenyak sekali?'


__ADS_2