Menyelamatkan Hashimoto Rena

Menyelamatkan Hashimoto Rena
Kelas Tiga


__ADS_3

Mendekati tahun baru semua orang sibuk merayakan tahun baru dengan caranya masing-masing.


Keluarga Hashimoto lebih suka merayakannya di rumah mereka.


Suara yang lembut di telinga, saat Yusuke melamun tentang kehidupan sebelumnya.


Dia merasa hidupnya yang sekarang sangat bahagia.


Sistem yang sering menetapkan tugas tidak muncul dengan notifikasi untuk menyelesaikan misinya.


Yusuke hanya menebak bahwa sistem yang dia miliki selalu muncul jika sesuatu yang sangat buruk terjadi.


"Kalau sudah seperti ini lebih baik aku tidak memikirkannya, lebih baik aku fokus pada kehidupan baruku."


Rena mendatangi Yusuke.


"Yusuke-kun mau kopi?"


"Kopi? Apakah kamu menawariku kopi?"


"Ya. Kamu tahu kalau akhir-akhir ini banyak orang suka minum kopi, kamu mau?"


"Ya, aku mau kamu."


Rena merona merah.


Pada liburan panjang dia berniat untuk mencari pekerjaan paruh waktu.


Dia tidak bisa santai untuk mengandalkan uang yang dia dapatkan dari sistem.


Dalam hidup ada yang pasti dengan uang yang tidak akan pernah ada bagi mereka, akan terus berkurang seiring berjalannya waktu mereka digunakan.


Ayah Rana yang melihat ke arah Yusuke. Ayah Rena menanyakan masalah yang sedang dipikirkan Yusuke.


Dengan apa yang ia dengar dari Yusuke, Handa berniat membantu Yusuke untuk bekerja paruh waktu di tempatnya.


Namun hal itu tidak akan mudah bagi Yusuke karena pekerjaannya mengandalkan fisiknya.


Yusuke menerima pekerjaan sebagai cleaning service.


'Anggap saja aku saja sedang olahraga, karena para siswa sendiri hanya bisa berada di level ini.'


Rena yang paling khawatir, dia ingin melarang Yusuke dengan kerja keras.


Handa meyakinkan putrinya bahwa yang dipilih Yusuke adalah keinginan untuk bekerja mengolah pikiran menjadi dewasa.


Rena tersenyum dan mengangguk.


Yusuke tersenyum pengertian pada Rena.


Suara yang sangat sedih saat mereka berduaan; dengan Rena yang ternyata tidak setuju dengan pilihan Yusuke.


Yusuke hanya tersenyum canggung, ia sudah menduga pacarnya yang cantik dengan sifat manja itu akan selalu menunjukkan dirinya sendirian.


"Kamu harusnya senang kalau aku belajar bekerja, selain itu tidak akan lama, kita akan pergi ke sekolah bersama."


"Tetap saja, aku tidak senang dengan pekerjaan yang akan kamu lakukan Yusuke-kun."


"Cobalah bahagia dengan yang aku pilih."


Saat mulai bekerja.


Dia senang dengan pekerja yang jauh lebih senior usianya, serta sangat ramah dan memberitahu semua yang harus dilakukan.


Dengan pekerjaan yang dia lakukan, dia bisa berolahraga cukup untuk tidak berlebihan dengan bermesraan.


Dia juga bisa mengatasinya.


Yusuke memikirkan seseorang yang saat ini adalah Rena.


Saat pulang yang paling heboh adalah Rena.


Yusuke bermasalah dengan Rena yang semakin manja dan harus mencari cara untuk mengatasinya.

__ADS_1


"Apakah mereka baik padamu?"


Rena yang bertanya begitu cemas tatapannya meminta jawaban terbaik.


"Mereka sangat baik dan ramah kepadaku. Rena-chan tidak perlu khawatir denganku."


Yasuke pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


***


Selama istirahat kerja, lima pria dewasa mengajak Yusuke untuk mengobrol.


Bunyi ringtone dari ponselnya langsung menuntun Yusuke untuk mengangkatnya.


Dia membalas pesan yang dikirim Rena, seseorang menepuk pundaknya untuk melanjutkan pekerjaannya.


Hashimoto Handa menemui Yusuke yang masih sangat rajin bekerja yang sudah masuk dalam seminggu.


Handa memperingatkan Yusuke untuk tidak memaksakan diri, dia masih bisa berhenti jika merasa tidak ingin melakukan pekerjaannya lagi.


Handa tersenyum saat mendengar bahwa Yusuke akan terus bekerja.


Sesampainya di rumah.


Yusuke memilih untuk langsung tidur.


"Sudah lama kita tidak melakukan ini…”


Di pagi hari Yusuke dikejutkan oleh Rena yang cemberut, dia pura-pura tidak mengerti dan bergegas bersiap-siap untuk bekerja.


'Sungguh, Rena-chan sangat bersemangat kekeke...'


"Yusuke-kun, apa yang kamu lakukan di tempat kerja?"


"Ya, aku hanya bekerja, hanya itu yang kulakukan."


Yusuke tersenyum.


Rena tersipu.


"Menyebalkan, kamu menjawab dengan acuh tak acuh."


Rena menatapnya serius, dia sangat penasaran dengan apa yang dia alami.


"Kamu harus sabar..."


"Aku tidak sabar."


Dia cemberut.


Yusuke mendekat dan memeluknya.


"Kamu masih sangat muda untuk memiliki anak, ya ampun ..."


"Aku ingin punya anak, kamu tidak mengerti apa yang aku inginkan, Yusuke-kun."


Yusuke menikmati komplain dari Rena yang tidak pernah berhenti.


Yusuke mendengarkan sambil berbaring.


Suara Rena memudar, dan Yusuke tertidur lelap.


Rena menyentuh keningnya sendiri, dia sudah merasa terlalu banyak bicara dengan yang tidak bisa mereka tangani.


Dan dia juga tidak diperbolehkan pergi ke rumah sakit.


'Aku terlalu banyak mengeluh padamu...'


Ia diam-diam mengambil ponsel Yusuke untuk mengecek nomor kontak dan pesan yang masuk.


'Nomornya hanya aku dan Minami ...bkenapa kamu masih menyimpannya?'


Rena meletakkan ponselnya di atas meja.

__ADS_1


Di tengah malam dia terbangun, yang di sampingnya masih tertidur lelap. Yusuke pergi ke dapur untuk mengambil air dingin.


'Tenggorokan kering...'


"Segarnya..."


Ketika dia akan kembali ke kamar dia hampir menabrak ibu Rena.


"Itu hampir saja, Hikari-san."


"Kamu tidak bisa tidur?"


"Oh, aku hanya haus, aku baru saja akan kembali ke kamarku."


Yusuke kembali dan berbaring di tempat tidur.


"Hampir ..."


"Yusuke-kun..."


"Ya? Oh, dia mengigau. Kamu memimpikanku, aku sangat beruntung kekeke..."


Yusuke berhenti dari pekerjaan paruh waktunya di perusahaan Hashimoto Handa.


Hanya tinggal seminggu lagi di musim semi saat hari pengumuman kelulusan dan juga penerimaan siswa.


Dari semua orang di rumah yang paling bahagia adalah Rena yang menyukai musim semi saat bunga sakura dan ume bermekaran.


"Yusuke-kun tunggu!"


"Kamu terlalu lambat, aku akan meninggalkanmu."


"Tidak! Ah, sekarang kamu jahat padaku!"


Suara yang sangat akrab memanggil mereka; Minami yang terlihat sangat bahagia.


Ayumi dan Midori yang mengikutinya, sibuk dengan apa yang mereka lakukan:


Ayumi sedang bermain ponselnya, dan Midori sedang membaca novel.


Minami dan Rena saling menatap untuk beberapa saat mereka terdiam, lalu mereka saling tersenyum.


Saat kelas dimulai.


Guru wali kelas memberitahukan kedatangan murid pindahan yang tidak lain adalah Watanabe Chiya.


"Bukannya dia sekolah, di sekolah perempuan, kenapa dia pindah ke sekolah ini..."


Rena terang-terangan berbicara ketus.


Chiya duduk di kursi belakang tepat di sebelah Dai.


'Mengapa ada Gorila di sini?'


Chiya memalingkan wajahnya.


"Kamu cantik."


'... bajingan, aku digoda seekor Gorila...'


Chiya tersenyum canggung saat Dai banyak bicara, Chiya sungguh-sungguh ingin mendorong Gorila yang tidak hentinya terus menanyakan banyak hal tentang dirinya.


Chiya tersenyum puas dengan dirinya sendiri yang menjadi pembicara yang terdengar samar-samar. Kabar tentang dia berpelukan dengan Yusuke kembali menjadi topik yang dibicarakan.


"Apakah benar kamu bukan kekasihnya?"


"Bukan. Kami hanya teman yang cukup dekat untuk saling berbagi banyak macam hal."


"Woohh, berbagi banyak macam hal apa saja itu?"


Chiya tersenyum.


"Itu rahasia, kamu tidak perlu banyak bertanya lagi."

__ADS_1


__ADS_2