Menyelamatkan Hashimoto Rena

Menyelamatkan Hashimoto Rena
Rahasia Yusuke


__ADS_3

Dia memeriksa sistemnya, menunya hanya sejumlah uang yang masih ragu dia simpan di bank karena risiko kecurigaan orang-orang.


Yusuke berpikir dan berpikir akan menabung untuk masa depan, ia juga tidak ingin malas bekerja ketika sudah lulus nanti.


Masalah kali ini yang lebih dia pikirkan adalah pacarnya; Hashimoto Rena.


Dialah yang ingin mengubah kepribadian Rena yang terlalu posesif dan overprotektif.


"Yusuke-kun~"


Gadis remaja kesayangannya yang pandai menjaga dirinya tetap tegak.


Yusuke memikirkan banyak ide dan mulai memberi kuliah pada Rena.


"Kamu harus banyak belajar."


Rena tersenyum, dan dia belajar dengan tujuan untuk lulus dan masuk ke universitas ternama.


“Yusuke-kun, apakah tidak ada keringanan untukku~?”


"Tidak sayang~"


“Yah~ tolong~”


Rena yang tidak mau mengecewakan, ia belajar dengan giat.


Yusuke menyempatkan diri untuk pergi, sementara Rena sibuk dengan belajarnya.


Dalam perjalanan Yusuke ke toserba, ia bertemu dengan seseorang, sosok itu adalah seorang remaja yang seumuran dengannya.


Wajah itu dia yakini sebagai ciri khas orang negara K.


Di dalam gamenya sendiri tidak jauh berbeda, ada negara lain seperti di dunia aslinya, dengan nama negara yang hanya disamarkan dengan mengambil huruf depan sebuah negara.


[Sistem sedang dalam pembaruan]


Dia melihat dengan hati-hati ke layar jendela transparan kebiruan.


'Sistem memperbarui dirinya sendiri?'


Dia berpikir akan ada sesuatu yang berbeda setelah pembaruan selesai.


Yang bisa dia pikirkan hanyalah banyak perubahan dalam cerita aslinya, Rena, terlalu jauh dari sifat aslinya.


Ia melihat sebuah kejadian yang berada di sebuah persimpangan, pemuda yang ia lihat sebelumnya, ia mampu melawan 7 orang dewasa yang melecehkan seorang gadis.


Pemuda itu jelas sangat pandai taekwondo.


Yusuke bahkan tidak bisa mengatakan sepatah kata pun, taekwondo lebih kuat dari keahliannya. Yusuke berpikir untuk melatih dirinya sendiri agar lebih kuat.


Dia tersenyum, dia mengambil langkah sambil berpikir bahwa dia harus segera berolahraga seperti sebelumnya, dan berlatih seni bela diri.


'Apa pun bisa terjadi, kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, dan tidak ada salahnya aku berjaga-jaga untuk melindungi Rena-chan.'


Sesampainya di rumah, yang dia lihat di halaman hanyalah Hashimoto Hikari, sedang menyirami tanaman; taman kecil di halaman mereka.


'Seorang ibu mertua yang sangat muda...'


"Yusuke-kun sudah kembali?"


Cara berbicara dan sikapnya tidak jauh berbeda dengan Hashimoto Rena.


Yusuke beruntung memiliki sikap dan keyakinan, meskipun ia memiliki pikiran nakal dan nakal yang sulit ia kendalikan, ia masih sehat dan bijaksana untuk tidak terpikat oleh kecantikan calon ibu mertuanya.

__ADS_1


'Dia sudah memiliki seorang putri yang berusia hampir 18 tahun, dia sangat muda dan memiliki tubuh yang bagus juga, itu tidak realistis ...'


Wajah yang tak kalah cantik dari Hashimoto Rena, tubuh seksi wanita dewasa.


'Sungguh, ini ujian yang sangat sulit, game ini mirip dengan game NTR.'


Yusuke tertawa dalam hati, dia membayangkan itu terlalu nakal, apa yang akan terjadi jika dia mendapatkan anak dan ibunya sekaligus?


Dia menggelengkan kepalanya, dan berpamitan untuk pergi menemui Rena.


'Bisa dipukuli banyak orang kalau aku suka itu.'


Ketika dia memasuki kamar Rena, tanpa mengetuk pintu.


Dia melihat Rena yang terlihat bingung sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Dia melihat Yusuke, dan tersenyum bahagia.


Rena bangkit dan menghampiri Yusuke.


"Beli apa?"


"Aku membeli kue manis. Aku penasaran dengan rasanya."


"Dorayaki? Yusuke-kun belum pernah mencobanya?"


"Ya, makanya aku membelinya."


Sebuah kue bulat manis yang lembut dengan isi kacang merah, mereka nikmati dengan nikmat sambil memakannya.


Yusuke membeli 10, dan menyisihkan 5 untuk Hashimoto Hikari dan Handa.


"Biarkan aku meletakkannya di dapur ..."


'Apakah dia masih khawatir aku dekat dengan ibunya?'


Yusuke tertawa kaku, dia melihat hasil belajar Rena.


"Fisikanya, dari 20 soal hanya 3 jawaban yang salah, dia sangat pintar, kenapa kamu masih belum puas?"


***


Hashimoto Handa yang baru saja pulang memasang tampang tidak senang di wajahnya menunjukkan ekspresi tertekan penuh masalah.


Yusuke bisa menebak, calon mertuanya pasti memiliki banyak masalah di tempat kerja.


Yusuke ingat ketika dia adalah Kim Chul yang hanya seorang pekerja kantoran, banyak tekanan, banyak lembur, bahkan di dunia aslinya sulit dan sulit untuk bersaing.


'Di sini masih lebih mudah, dibandingkan dengan tempatku, aku selalu berpikir aku akan mati muda...'


Di tempat yang selalu mengedepankan kerja keras apa pun yang terjadi, kebersihan adalah yang utama, fisik dan penampilan seseorang harus terlihat sempurna dan sempurna. Dan kekurangan sekecil apa pun akan menjadi bahan pembicaraan dan ejekan di sekitarnya.


'Itulah mengapa sulit menemukan cara untuk terlihat sempurna bahkan dengan operasi plastik...'


Yusuke menghela napas.


Dua hari kemudian yang berkunjung adalah Chiya dan Minami.


Keduanya menunjukkan rasa hormat mereka kepada ibu Rena.


Mereka berbicara dengan ibu Rena, mereka berdua sangat pandai berbicara dengan wanita yang lebih dewasa.


Ibu Rena melihat Rena, dan menggelengkan kepalanya karena jelas Rena tidak puas dengan kedatangan Minami dan Chiya.

__ADS_1


Datang dengan alasan untuk belajar bersama.


Ibu Rena juga datang untuk melihat-lihat.


Yusuke mendapat tatapan dari ibu Rena yang langsung berbicara dengan Minami, saat Yusuke menoleh ke arah ibu Rena.


Yusuke terkejut dengan gerakannya yang tidak nyaman, dia dicubit oleh Rena, di pinggang kirinya.


'Hahaha, kenapa dia suka mencubitku?'


"Yusuke-kun..."


"Ya? Ada apa Rena-chan."


"Lihat aku ..."


"..."


Apa yang dia lihat adalah Rena yang cemberut. 


'Kamu marah lagi dan lagi kekeke...'


Saat yang lain tidak melihat, Yusuke berinisiatif menempelkan bibirnya ke pipi kanan Rena.


Minami mencuri pandang, dia tersenyum kecut, yang dia lihat adalah hal yang tidak dia suka dimana Rena dan Yusuke menjadi romantis dengan caranya sendiri.


Chiya tersenyum ketika selesai mendengar apa yang ibu Rena katakan, memuji Yusuke karena banyak membantu Rena.


Saat itu hanya mereka berempat: Yusuke, Rena, Minami dan Chiya.


Sesuatu yang tak terduga keluar dari mulut Chiya yang bertanya.


"Rena, apakah kamu sudah belajar banyak dalam posisi mantap dengan Yusuke?"


"Bajingan ini, mengapa kamu menanyakan sesuatu yang seharusnya tidak menjadi pertanyaan?"


"Kekeke aku penasaran."


Rena tersenyum, dia memendam ketidakberdayaan karena tawa Chiya mirip dengan tawa Yusuke.


Minami juga berbicara yang ditujukan pada Chiya sebagai sindiran halus.


"Kamu tidak tahu malu menanyakan hal seperti itu."


Chiya menjawab Minami.


"Kamu yang masih perawan diam saja, ini omongan wanita, kamu masih gadis kecil."


"Jangan asal bicara, aku sudah dewasa."


"Hahahaha! Mungkin itu hanya teori, nyatanya sangat konyol."


Yusuke juga berbicara dengan Chiya.


"Jangan bicara seperti itu, sebenarnya bagus dia masih perawan itu sangat penting baginya."


Chiya tidak peduli dengan apa yang dikatakan Yusuke, dan malah berbicara dengan penekanan.


"Aku ingatkan, Yusuke sangat menyukai gadis remaja yang masih perawan."


Mata Rena bergerak, dan menatap Yusuke dengan tatapan bertanya.


'Bajingan! Mulut Chiya perlu dibungkam dengan sandal!'

__ADS_1


__ADS_2