
⟨ Kafetaria Sekolah ⟩
Semua gadis di sekolah membicarakan anak-anak SMA Wakai.
Hanya Yusuke yang tidak tahu tentang sekolah menengah itu, dia bertanya pada Minami, yang menjawab dengan ketidaksukaan atas apa yang dia bicarakan.
Sekolah Menengah Wakai adalah untuk anak-anak nakal, sekolah dengan popularitas yang sangat rendah dan sangat sial hanya bisa masuk ke sekolah menengah itu.
Yusuke mendengarkan semua yang dia pikirkan bahwa anak-anak dari sekolah menengah itu akan merepotkan, mereka juga mulai aktif menantang anak-anak sekolah lain.
Yusuke menyamakan kejadian ini dengan perebutan wilayah antar sekolah, Yusuke merasa tidak senang karenanya, sesuatu yang akrab sekaligus tidak menyenangkan untuk diingatnya.
"Ada yang bilang, mereka juga menindas anak-anak dari sekolah kita," kata Minami.
Dan Ayumi menimpali.
"Banyak juga yang dipukuli."
"Senior Nakajima, bisakah aku duduk denganmu?"
Dai bertanya pada Yusuke, yang terang-terangan mengizinkannya.
Dai juga berbicara setelah dia duduk, yang dia bicarakan adalah anak-anak SMA Wakai.
Yusuke mendengarkan, dan nama yang tidak dia kenal disebut oleh Dai.
'Akuma Kento' adalah pimpinan sekolah yang merupakan sosok yang ditakuti di sana, termasuk para guru di sekolah tidak berani mendekatinya.
Yusuke tersenyum kecut pada Dai, dia meminta Yusuke untuk ikut mengalahkan 'Akuma Kento.'
"Aku akan ikut jika mereka mulai menggangguku lebih jauh lagi."
Yusuke menatap Dai dengan tegas.
"Kalau begitu, aku akan membantu senior, jika senior sudah membuat keputusan melawan mereka."
'Aku akan diam saja...'
Suara familiar dari Rena yang baru saja tiba membuat mereka menoleh.
Rena melihat Yusuke yang terlihat sangat serius, untuk pertama kalinya wajahnya cukup seram, namun Rena yang terlalu termakan pesonanya, dia hanya mengira itu adalah sisi Yusuke yang terlihat mempesona.
[Sistem telah sepenuhnya diperbarui]
Yusuke tersenyum pasrah karena sistem memberinya tugas yang tidak biasa yaitu bertarung melawan siswa SMA Wakai jika mereka memulai perkelahian.
Hadiah yang diberikan adalah 1 Milyar jika Akuma Kento bisa dikalahkan.
Tidak ada hukuman mati, namun jangka waktu yang diberikan hanya 2 bulan.
Yusuke berpikir dan berpikir, yang harus dia lakukan adalah melatih tubuhnya adalah pilihan yang harus dia buat terlebih dahulu, dia tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan hadiah uang untuk masa depannya.
⟨ Area SMA Wakai ⟩
Di sekolah hanya ada kumpulan anak-anak yang bukan pejuang.
Sangat jauh berbeda dengan SMA saat dia berada di kehidupan sebelumnya saat masih SMA.
Kesempatan yang sangat tidak mungkin untuk melatih anak-anak yang lebih mandiri dan belajar keras.
Dai adalah satu-satunya sosok yang bisa dia jadikan teman.
Dari apa yang Dai sebutkan jumlah berandalan di SMA Wakai ada satu orang yang paling kuat, yaitu pemimpinnya.
__ADS_1
Yusuke dan Dai juga pergi selama akhir pekan, mereka mencari informasi yang lebih detail.
Apa yang mereka lakukan adalah pergi ke sekolah karena sangat terkenal meskipun di akhir pekan masih ada siswa nakal yang tinggal di sekolah untuk bersenang-senang.
Seorang gadis remaja dari SMA Wakai kini sedang berbicara satu sama lain, mereka berempat.
Dai mengajukan beberapa pertanyaan.
"Aku akan memberimu 500.000"
"Wow, kau sangat ingin tidur denganku?"
Yusuke tersenyum kecut.
Dengan tatapan seram Dai mendekat dan meminta gadis itu untuk menjawab dengan singkat dan jelas.
"Aku akan memberitahumu tentang sekolah kami, dan Akuma Kento. Kamu harus berjanji untuk tidak membocorkannya jika aku memberimu informasi."
Gadis itu lebih suka berbicara dengan Yusuke, yang tersenyum ramah, dan menjawab.
"Aku tidak akan berbohong, aku akan membayar."
Yusuke menunjukkan uang yang dia keluarkan dari saku di dalam jaketnya.
Dai terbelalak mendengar keputusan Yusuke, yang benar-benar akan membayar dengan meminta informasi.
Informasi terbaru yang mereka dapatkan dan membuat Yusuke bungkam adalah adanya murid baru yang menjadi perwakilan Akuma Kento, sosok tersebut adalah murid dari negara K.
Nama siswa; 'Park Shin.'
***
⟨ Rumah Hashimoto Rena ⟩
Dia lebih fokus pada olahraga dan diet yang cukup untuk membentuk otot.
Rena yang kini melihat Yusuke semakin sibuk dan sibuk.
Rena merasa tidak nyaman dengan keputusan Yusuke seandainya sekolah mereka mendapat masalah.
"Kenapa kamu mau melakukannya? Dai jangan kamu tiru!"
Yusuke tersenyum, dan duduk di teras.
"Ini demi kita juga, kamu tahu akan sangat menyebalkan jika mereka membuat semua anak dalam masalah?"
Alasan itu tidak membuat Rena yakin, malah memasang wajah serius.
"Aku bilang jangan berkelahi, kamu masih memilih untuk berkelahi."
"Ayolah Rena-chan sayangku, tegakah kamu melihat teman sekolah kita dipalak anak sekolah lain?"
"Tentu saja aku tidak tega tapi, kamu tidak harus melakukannya demi mereka."
"Jangan egois."
"Kamu keras kepala."
Rena dituntun untuk duduk di pangkuannya.
Ia merasa senang dan khawatir bercampur menjadi satu.
Dia tidak ingin pacarnya terluka karena dia akan sangat sedih dan sedih ketika melihat semua itu terjadi.
__ADS_1
Yusuke semakin meyakinkan, ia juga menggoda Rena untuk tidak terlalu melarang keputusan yang telah dipilihnya.
"Berhentilah cemberut, aku akan menyelesaikan semuanya dengan cepat, aku berjanji tidak akan terluka seperti yang terakhir kali."
"Bagaimana tidak terluka?, orang yang berkelahi pasti akan terluka. Aku bukan anak kecil yang bisa kamu bohongi Yusuke-kun."
"Kalau kamu izinkan, nanti setelah semuanya selesai aku akan membawamu ke rumah sakit untuk diperiksa?"
"Serius? Kamu akan mengantarku?"
"Ya, jadi tidak apa-apa?"
"Tapi berjanjilah padaku kamu tidak akan terluka?"
"Saya berjanji."
Rena menekan punggungnya ke dada Yusuke.
Rena tersipu, dan berbicara.
"Apakah kamu hanya diam di saat-saat seperti ini? Kamu tahu di rumah sepi?"
Yusuke menggerakkan tangannya, keduanya bersentuhan dan mulai menjelajahi dada Rena.
Rena menikmati tangan terampil itu, dia menggigit bibirnya sendiri dengan gemas.
"Apakah kamu suka?"
"... Aku suka..."
"Kamu tahu, kamu sudah menjadi gadis yang kecanduan?"
"Mmm, siapa yang membuatku jadi seperti itu?"
“Kekeke, tentu saja aku.”
"Kamu harus bertanggung jawab... Ssst..."
"... kamu terlalu bersemangat..."
Rena menyentuh punggung tangan Yusuke.
"Semua ini karena kamu ..."
Sejak saat itu Yusuke mulai menjadi orang yang sibuk dan sibuk.
Rena yang hanya bisa menunggunya lebih sering bersama; Minami, Ayumi, Midori dan Chiya.
Yusuke dan Dai sering melakukan sparring di sekolah dan pergi ke gym.
⟨ GYM ⟩
Dai kagum karena Yusuke sangat jago bertarung, sebenarnya Nakajima Yusuke bukanlah orang yang suka menghina dan menjahili orang lain, namun dia memiliki kekuatan bertarung yang sangat baik di atas rata-rata.
"Senior Nakajima, jika kamu mau, kamu bisa datang ke rumah kami. Pamanku akan membantu lebih baik dalam perkelahian."
"Paman besarmu itu? Siapa namanya? Aku penasaran kekeke..."
"Nama pamanku adalah Sasaki si beruang merah."
"Wow, nama panggilan apa, beruang merah?"
"Paman adalah orang besar dan bertarung sampai lawannya pingsan, bahkan jika dia sadar itu akan berakhir dengan mengenaskan..."
__ADS_1
'Paman gangster sangat menyeramkan, kelasnya beda dengan para berandalan sekolah."