Menyelamatkan Hashimoto Rena

Menyelamatkan Hashimoto Rena
Menolong Teman (1)


__ADS_3

Dia merasa beruntung bisa selamat dari pukulan keras pria besar itu. Yusuke bisa melihat pergerakan pukulannya tapi respon tubuhnya sendiri masih sangat lamban.


'Lagipula lawanku adalah seorang gangster. Dia memiliki pengalaman yang berbeda dariku yang hanya pernah berkelahi dengan geng preman sekolah di masa lalu.'


"Aku sangat terkejut kamu pingsan, aku sangat takut jika sesuatu terjadi padamu, kamu memiliki banyak memar."


"Rena-chan sangat mengkhawatirkanku? Aku sangat senang."


Dalam hati Rena merasa sangat marah. Dia benar-benar ingin membalas pria yang menyakiti pacarnya. Rena sadar diri karena dia hanya seorang gadis remaja SMA, dia menahan semua amarahnya.


Malam itu Rena, ayah dan ibunya datang menemui Yusuke. Keesokan harinya Yusuke pulang dan beristirahat di rumah selama dua hari dan kembali ke sekolah.


Yusuke berusaha untuk tidak ikut campur dengan tindakan Dai sampai suatu hari dia mengincar Midori lagi. Dai dan Yusuke bertemu lagi dengan saling menatap dengan emosi ingin saling menghajar.


"Tidak bisakah kau berhenti mengganggunya?"


"Senior, sudah keluar dari rumah sakit? Lebih cepat dari yang kuharapkan."


“Kamu bangga sekali sebagai orang yang suka mengadu kepada pamannya?”


Dai menahan emosinya saat Yusuke terlalu sering mengolok-olok Dai yang seperti anak laki-laki yang suka mengeluh kepada orang tuanya.


"..."


"Meskipun kamu begitu besar, sayang sekali kamu hanya pecundang."


Yusuke, yang tidak takut, tersenyum angkuh. Banyak yang melihat bahwa alih-alih diam dalam ribuan bahasa, dia memilih untuk meninggalkan Midori.


"Terima kasih Nakajima-kun."


"Sama-sama, kau tidak terluka?"


"Untungnya aku tidak terlalu, sekali lagi terima kasih."


'Kalau saja dia tidak mendapat dukungan dari pamannya, aku akan memukulinya habis-habisan seperti yang aku terima dari pamannya.'


"Nakajima-kun, aku ingin mengatakan bahwa Dai memiliki niat buruk terhadap Rena."


"Aku tahu dia punya niat buruk, aku tidak akan membiarkannya."


'Dia sangat baik, dan Rena-chan sangat beruntung memiliki kekasih seperti Nakajima-kun.'


Rena melihat ke arah pintu masuk kelas, dia melihat Yusuke sedang berbicara dengan Midori.


⟨ Rumah Hashimoto Rena ⟩


Yusuke yang sudah terbiasa dengan Rena yang cemburu. Yusuke banyak membujuk Rena untuk berhenti cemberut dan berbicara hemat saat ditanya.


"Aku akan tidur di kamarku."


"Rena-chan... dia marah..."


"Apa kalian sedang bertengkar?" tanya Hikari pada Yusuke.


"Kurasa begitu, maaf Hikari-san. Aku selalu membuat Rena-chan seperti itu..."

__ADS_1


Yusuke tersenyum canggung. Dia pergi tidur dan berpikir untuk mengatasi masalahnya dengan Dai.


'Jika aku tetap diam ... dia akan semakin berani, aku khawatir dia akan membidik Rena-chan pada akhirnya.'


Satu-satunya jalan yang dia pilih adalah mengeluarkan Dai dari sekolah. Pamannya sendiri adalah masalah yang paling sulit untuk dia atasi.


Di pagi hari ketika Yusuke bangun, yang dia lihat hanyalah Rena yang tidur di sebelahnya.


'Dia masuk diam-diam dan tidur? Kamu benar-benar tidak bisa jauh dariku terlalu lama ya?'


Saat Rena hendak bangun, Yusuke pura-pura tidur. Dia berusaha terlihat natural dalam posisi tidurnya cukup buruk untuk tidak dicurigai.


"Kamu sangat kejam untuk tidak pergi ke kamarku untuk membujukku datang, kamu sangat menyebalkan Yusuke-kun."


Rena menempel pada Yusuke, dan menutup matanya lagi.


"Apakah ini sudah pagi?"


"..."


"Wah, kenapa Rena-chan ada di kamarku!"


Rena masih menutup matanya, dia tersipu merah.


Rena menggeliat berpura-pura bangun.


"Selamat pagi Yusuke-kun..."


Rena tersipu.


Yusuke tersenyum dan bertanya.


"Apakah tidak nyaman tidur sendirian?"


Rena cemberut.


"Kekeke... kamu lucu kalau cemberut."


***


Seorang gadis remaja sekarang melihat ke jendela, dia tidak mendengar semua yang dibicarakan guru. Dia melamun tentang seorang remaja yang sudah lama tidak dia temui sejak remaja itu memutuskan untuk pindah rumah.


"Watanabe Chiya!"


"..."


Dia bangkit dari bangku, dia memilih untuk meninggalkan kelas dan berdiri di dekat tembok untuk menerima hukuman.


Chiya adalah yang paling populer dan paling modis, tetapi ada beberapa yang tidak menyukai penampilannya seperti simpanan pria paruh baya. Seorang guru wanita menghembuskan napas kasar dia lelah memarahinya.


Chiya kembali ke rumah bersama dua temannya yang dia anggap sebagai geng di sekolah perempuan. Chiya buru-buru pergi ketika dia melihat sosok yang dikenalnya. Dia berhenti ketika dia melihat remaja yang akrab dia dengan pacarnya.


'Bajingan itu benar-benar melupakanku, dia tidak pernah datang menemuiku sekali pun. Kalau kita hanya berteman setidaknya temui temanmu dengan alasan berkunjung!'


Chiya kembali ke apartemennya, dia pindah ke apartemen yang sebelumnya ditempati oleh Yusuke. Dia berbaring dengan perasaan lelah dan sedih.

__ADS_1


"Sejak dia pergi, rasanya sangat sepi, tidak semenyenangkan dulu..."


Pada malam hari terdengar suara bel berbunyi dan saat membuka pintu ada seorang pria yang langsung datang memeluknya.


Chiya mendorong pria itu menjauh darinya.


"Aku sangat merindukanmu!"


"Kamu merindukanku? Sudah kubilang sebelumnya bahwa aku berhenti."


"Aku bisa membayar lebih! Aku bisa membayar satu juta!"


"Aku tidak membutuhkannya. Aku sudah punya banyak uang dari pekerjaan baruku."


Chiya mengusir pria yang pernah menjadi pelanggannya. Pria itu tetap bersikeras dia punya alasan mengapa dia sangat menyukai Chiya.


"V-tube saja tidak menjanjikan, aku bisa memberi lebih setidaknya kamu harus mau bermain denganku!"


"Kenapa kamu memaksaku! Aku bilang aku sudah berhenti bajingan!"


"Lihat, bernilai satu juta! Hanya satu malam, aku berjanji ini akan menjadi yang terakhir kalinya?"


"Bajingan! Aku bilang aku sudah berhenti apa kamu tuli?"


Pria itu terlihat sangat marah hingga Chiya terkejut karena baru pertama kali melihatnya marah seperti itu.


"Kamu jual mahal denganku setelah kamu berhenti! Kamu dulu sering memintaku untuk datang!"


"Aku yang dulu masih gila, dan sekarang aku sudah waras alias sudah bertobat."


"Hahaha! Jangan bercanda!"


'Om ini sudah tidak waras lagi...'


Chiya terkejut ketika pria itu mencoba memaksanya.


"Aku sangat merindukanmu, akhir-akhir ini aku sangat merindukanmu."


Pria itu sangat terkejut ketika Chiya menolak begitu banyak dan menamparnya. Pria itu marah dan membawa Chiya dengan paksa ke tempat tidur.


"Sial, aku akan melaporkanmu jika kau memaksaku bajingan!"


"Diam! Kau terus meronta, aku akan menghajarmu!"


"Aduh! Kau gila!"


Chiya tidak yakin apakah dia akan selamat melihat pria itu semakin gila dan bahkan bertindak kasar padanya. Ketika dia tidak memiliki kekuatan untuk melawan; suara pintu terbuka dengan kasar. Pria itu berbalik dan yang tidak dia duga adalah seorang remaja yang kini sedang tergesa-gesa.


Yang paling terkejut adalah Chiya, yang tidak menyangka Yusuke akan mendobrak pintu dan masuk menghajar pria itu. Dengan pukulan keras Yusuke menghajar pria itu secara sepihak.


"Kau gila! Kenapa kau memukulku bajingan! Argh!"


"Kau bajingan sialan! Kau pantas dipukuli!"


[Misi: Selamatkan Watanabe Chiya! Jika Anda gagal mendapatkan hukuman mati]

__ADS_1


Yusuke memukuli pria itu sampai pingsan. Chiya hanya menatapnya dengan tidak percaya karena Yusuke menghajar pria itu dengan sangat keras.


__ADS_2