Menyelamatkan Hashimoto Rena

Menyelamatkan Hashimoto Rena
Menolong Teman (2)


__ADS_3

Chiya menelepon polisi dan melaporkan kejadian yang terjadi. Mereka berdua menunggu sambil melihat pria yang sudah Yusuke ikat dengan tali.


Yusuke duduk di atas bantal yang sebagai tempat duduk. Chiya terlihat sangat takut dengan yang terjadi.


"Semuanya sudah aman tolong berhenti memelukku..."


Chiya semakin memeluknya, ia hanya diam tak menjawab ucapan Yusuke.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Kau sudah aku beritahu lebih baik berhenti dari pekerjaan seperti ini."


"Aku sudah berhenti dari pekerjaan lamaku, dia saja yang datang ingin berbuat jahat padaku."


"Apakah kamu kenal dia? Kamu jawab saja dengan jujur tidak perlu malu padaku."


"Dia dulunya adalah langgananku. Dia memaksaku."


"Apa kau masih takut?"


"Ya..."


'Aku tidak tahu seperti apa marahnya Rena jika melihatku di peluk seperti ini pasti ia akan marah atau akan menangis.'


Mereka menunggu dan menunggu polisi datang. Pria itu ditahan dan butuh waktu cukup lama bagi Yusuke untuk benar-benar bersaksi. Chiya meyakinkan polisi bahwa Yusuke melakukan ini murni karena dia ingin membantunya dan tidak ada niat untuk memukul pria itu dengan dendam pribadi.


'Apakah mereka gila?'


Seorang wanita yang baru datang terlihat sangat panik, dan Yusuke kaget saat wanita itu menampar Chiya.


'Akan ada perang...'


Polisi melerai mereka berdua yang sedang bertengkar.


'Wanita kalau bertengkar mengerikan juga...'


"Sial! Kenapa aku harus berurusan dengan wanita itu!"


Yusuke mendengarkan semua keluhan Chiya sementara Yusuke mengantarnya pulang.


"Lain kali, jangan biarkan laki-laki masuk ke rumah."


"Ngomong-ngomong kenapa kamu tiba-tiba datang?"


'Oh sial...'


"Aku ingin mampir ke tempatmu, ketika mendengar suara aneh mencurigakan aku langsung mendobrak pintu."


"Jadi?"


"Ya, hahaha..."


Yusuke merogoh saku jaketnya, ia tidak menemukan ponselnya.


'Sepertinya ketinggalan?'


"Ehem, kalau begitu aku pulang, kamu harus lebih baik menjaga dirimu sendiri."


"Yusuke."


"Ya?"


Yusuke terkejut dengan pelukan tiba-tiba itu. Dia hanya membiarkan Chiya memeluknya cukup lama.


"Aku benar-benar berterima kasih bajingan ..."


"Serius, apakah ini pelukan rindu?"


Chiya tersipu.


"Apakah kamu percaya bahwa aku merindukanmu?"


"Aku percaya karena bagaimanapun kita adalah tetangga yang cukup dekat."


'Mereka memberi terlalu banyak tekanan...'


Chiya tersenyum saat melihat Yusuke pergi. Dia semakin yakin bahwa dia sangat mencintai remaja itu.


'Siapa sangka aku akan jatuh cinta padamu...'


Saat Yusuke pulang, yang masih terjaga adalah Rena yang kini menatapnya dengan cemas.

__ADS_1


"Mengapa kamu tiba-tiba lari terburu-buru?, apa yang terjadi?"


"Temanku menelepon, dia dalam masalah."


"Kenapa kamu tidak membawa ponselmu?"


Rena menunjukkan ponselnya.


Yusuke yang sudah tidak punya alasan lagi dia hanya tersenyum.


"Ada apa? Kamu jujur saja padaku."


Rena tersenyum.


'Ini sangat sulit... aku tidak mungkin memberitahu kalau ada tugas dari sistem. Orang mana yang mau percaya? Aku akan dianggap gila.'


Rena memeriksa riwayat panggilan masuk.


"... tidak ada yang menelepon?"


Rena menatapnya dengan rasa penasaran.


"Aku menghapusnya dan segera pergi."


"Untuk apa kamu menghapusnya?"


Yusuke terdiam.


Saat Rena mendekat untuk memeluknya. Yusuke merasa ketahuan bertemu dengan Chiya.


"Yusuke-kun..."


"Ya?"


"Ayo kita lakukan malam ini."


"Huh?"


"Aku mau memastikan."


'Dia tidak marah? Dia ingin kita melakukan itu?'


Yusuke terkejut ketika dia didorong ke tempat tidur.


"Aku pernah membaca bahwa pasangan melakukannya dengan wanita lain, itu akan lemah... Aku ingin tahu apakah itu benar, aku ingin tahu Yusuke-kun..."


Yusuke terdiam.


***


Di pagi hari.


Yusuke merasa sangat lelah, dia harus membuktikan bahwa dia tidak bercinta dengan gadis lain.


'Gila... aku harus melakukannya 10 kali...'


Yusuke sarapan dengan lesu.


Berbeda dengan Rena yang tampak segar dengan senyum cerah di bibirnya.


"Yusuke-kun mau nasi lagi?"


"Oke, aku lapar hehe ..."


Tekanan yang sangat canggung dari Hashimoto Handa. Dia mendengarkan semuanya dengan sangat gila, dia bahkan tidak pernah membuat suara sebanyak Yusuke.


'... tolong jangan lihat aku seperti itu calon ayah mertua ... Kamu tidak tahu putrimu yang melakukannya, dia benar-benar menyiksaku ...'


Handa menatapnya.


Saat berangkat sekolah, Yusuke bertanya pada Rena.


"Apakah tadi malam membuktikan bahwa aku tidak selingkuh?"


Rena tersipu.


"Yusuke-kun sudah cukup membuktikan."


'Huh! Cukup membuktikan!'

__ADS_1


Yusuke berpikir bahwa Rena telah menjadi sangat pandai bercinta, tetapi yang terburuk adalah dia seperti orang yang kecanduan.


"Kamu sangat bahagia, apakah kamu benar-benar menikmati tadi malam."


Rena tersenyum.


"Aku suka Yusuke-kun yang agresif."


"Kamu benar-benar suka aku bersikap kasar ketika seperti itu kekeke ..."


"Kupikir Yusuke-kun tidak akan bosan denganku seperti itu, dan masih sangat menginginkanku..."


"Rena-chan, kupikir kamu terlalu mengkhawatirkan sesuatu yang tidak akan terjadi."


Yusuke tersenyum dan berbicara lagi.


"Aku tahu kamu benar-benar berusaha untuk tidak kalah dan memaksakan diri."


"Jangan khawatir, aku tidak memaksakan diri Yusuke-kun."


'Apakah kamu serius? Apakah itu hanya tebakanku!'


"Kamu serius?"


Rena tersenyum.


'Pada tingkat ini saya akan menjadi pohon kering ...'


Yamazaki Takeru menatap Yusuke dengan kesal. Takeru muak melihat betapa dekatnya Rena dengan Yusuke.


'Rena-chan rusak karena Nakajima!'


Ada keributan di sekolah karena foto yang dipasang di papan pengumuman sekolah. Yusuke terkejut dengan itu.


Minami dan Ayumi menatap Yusuke dengan tatapan rumit. Sementara Rena hanya menunduk, dia sudah tahu kebenaran bahwa Yusuke bertemu Chiya.


Sejak itu Yusuke dikenal sebagai playboy. Rena yang banyak ditanya soal hubungannya dengan Yusuke, Rena cukup cuek dengan senyumnya.


Yusuke mendapat tatapan dari Minami.


"Kamu sangat berani, aku tidak menyangka kamu begitu berani."


Yusuke hanya tersenyum mendengarnya, Minami terlihat sangat kecewa.


Banyak yang memandang Yusuke dengan tidak nyaman. Gadis-gadis itu meminta Rena untuk mempertimbangkan kembali tetap pacaran dengan Yusuke.


Takeru semakin yakin bahwa dia harus bertindak untuk Rena.


Ia tidak ingin Rena salah dalam berpacaran, Rena sudah banyak berubah sejak bersama Yusuke.


'Rena-chan seperti dicuci otak. Nakajima, kamu sudah keterlaluan!'


Ketua OSIS memanggil Yusuke. Tatapan gadis remaja itu benar-benar tidak menyenangkan.


"Kau benar-benar mengecewakanku."


'Apa-apaan ini...? Apa kau juga mengurusi masalah siswa?'


Yusuke mendapat banyak teguran dari ketua OSIS, dan wali kelas termasuk kepala sekolah. Yusuke memilih diam karena baginya tidak ada gunanya meyakinkan mereka.


Pelajaran pun risih dengan berbagai tatapan yang menyudutkan Yusuke. Rena juga tidak menyukainya, bukan karena Yusuke dan Chiya. Tapi teman sekolahnya.


Bersandar dengan frustrasi, Yusuke duduk di bangku di taman sekolah. Ia kini bersama Rena sambil termenung menikmati pemandangan daun kemerahan yang berguguran satu persatu.


"Sejuknya musim gugur ..."


Rena tersenyum.


"Yusuke-kun, kamu merasa terbebani dengan gosip itu?"


Yusuke menoleh.


"Kamu cemburu?"


"Kamu beruntung karena aku memastikan kamu tidak melakukannya dengan Chiya."


"Kalau misalnya aku melakukannya?"


Tatapan Rena berubah menjadi menakutkan.

__ADS_1


'Apa-apaan itu!'


__ADS_2