
"Dia tidak masuk sekolah selama dua hari."
Kata-kata Minami membuat Yusuke menatapnya.
"Dia bilang dia sakit."
Yusuke tidak mengetahui kebenaran tentang Chiya yang mendapatkan teman baru.
Minami dan Ayumi tidak mengatakannya, mereka memilih tutup mulut.
Yusuke terus sibuk dengan Dai.
Sampai titik tertentu dia benar-benar risih dengan kabar bahwa Chiya tidak masuk sekolah selama seminggu.
Dia pun berinisiatif pergi ke apartemen, dia tidak menemukan keberadaan Chiya, menurut pemilik apartemen jika Chiya pindah dari apartemen.
"Dia bilang dia akan pergi ke apartemen baru."
"Ah, jadi begitu terima kasih."
Wanita yang dia ajak bicara menjawab sambil tersenyum.
'Kenapa dia tidak memberitahuku, dia akan pindah?'
Pada hari Kamis ada berita mengejutkan tentang perpindahan Chiya dari SMA Amai ke SMA Wakai.
Yusuke, Rena, Minami, Ayumi, Midori, bahkan Dai juga penasaran dengan kepindahan Chiya ke sekolah tersebut.
Yusuke yang mewakili segalanya untuk bertanya pada Chiya, yang berkata:
“Sebenarnya aku punya pacar, dan dia bersekolah di SMA Wakai. Dia memintaku untuk bersekolah di sana juga,”
Chiya tersenyum pada Yusuke yang sangat tidak menyukai senyum pahit itu.
"Pacar katamu? Siapa pacarmu?"
Rena memegang lengan seragam sekolah Yusuke.
"Namanya Park Shin."
"..."
Semua orang terdiam dan hanya Yusuke yang terlihat paling kesal.
Dai juga bertanya.
"Apakah kamu tidak tahu bahwa dia sangat buruk?"
"Ya, aku tidak tahu."
Yusuke melihat tugas sistem dan tidak ada yang membantu Chiya, dia menghela napas frustrasi dan melepaskan Watanabe Chiya.
Belum selesai dengan masalah SMA Wakai yang belum ia mulai.
Sosok bernama Jin, sebagai wakil kepala sekolah membuat Yusuke pusing.
Sosok yang sudah dia kenal dalam cerita asli dalam game.
Jin adalah karakter terburuk dengan perilaku buruknya.
Jelas merupakan kisah tersembunyi dari sisi gelap dalam kisah aslinya.
"Akhirnya bajingan ini muncul, kupikir dia tidak akan muncul."
Yusuke memberitahu teman-temannya untuk mewaspadai wakil kepala sekolah yang baru.
Di rumah, Yusuke tenggelam dalam frustrasi.
'Di mana harus mulai untuk menyelesaikannya?'
Dia menggigit giginya dengan erat.
Saat ia terlalu tertunduk untuk berpikir, Rena datang memegang bahunya dari belakang.
"Yusuke-kun, apakah kamu khawatir dengan masalah Chiya?"
"Sejujurnya menurutku ada banyak keanehan tentang kepindahan Chiya. Menurutku sangat tidak masuk akal sampai dia tiba-tiba memilih untuk pindah ke SMA Wakai."
__ADS_1
Rena tersenyum tipis, dia menatap Yusuke ketika mereka bertatapan.
"Mungkin Chiya sedang dalam masalah. Yusuke-kun, aku merasa ini sangat salah,"
Rena menutup matanya, dia membukanya dan melanjutkan kata-katanya.
"Aku tahu dia sangat menyukai Yusuke-kun. Aku, aku tidak yakin dia murni berkencan dengan Park Shin."
"Aku berencana untuk datang ke sana."
"Yusuke-kun pergi ke SMA Wakai?!"
"Tolong jangan hentikan aku..."
Rena mengatupkan bibirnya rapat-rapat.
***
Suara tawa yang begitu puas dari Akuma Kento.
"Kamu membawanya ke sini, benar-benar membuat langkah gila."
"Tidak terlalu gila, aku hanya membawanya karena kita saling melengkapi kan Chiya?"
Chiya yang tersenyum kecut saat Shin berbicara padanya.
Adegan ciuman menjadi tontonan.
Kento yang melihatnya dengan tatapan bosan menatap layar ponsel.
"Sialan, kau membuat orang cemburu, aku juga akan melakukannya, bagaimana dengan dia? Oi, kamu barang bekas, apakah kamu tahu banyak tentang dia?" tanya Kento pada Chiya.
Di layar ponsel terlihat sangat jelas ada potret Keiko Minami.
Dengan jawaban tegas Chiya berbicara.
"Aku tidak benar-benar mengenalnya, dasar bajingan."
"Barang bekas ini sangat bagus hahaha!"
"Jangan panggil dia barang bekas,"
"Jika kau berlebihan, aku hanya bisa mengambil posisimu, mengerti?"
"Apa-apaan ini, apakah kamu mempertahankan sampahmu?"
"Apakah kau ingin aku memukulmu? Kau lemah sadar dirilah."
Akuma Kento mengatupkan rahangnya dengan erat.
Shin yang memiliki antek-anteknya sendiri, dia percaya diri dan acuh tak acuh.
Shin melihat bahwa Chiya tidak menunjukkan kesedihan apa pun, gadis remaja itu terlihat semakin marah hingga menggemeretakkan giginya.
Sejak kejadian itu geng sekolah terpecah menjadi dua.
Geng Akuma dan Park Shin.
Akuma Kento yang hanya petarung gaya tunggakan condong ke arah fisiknya.
Berbeda dengan Park Shin yang ahli dalam taekwondo.
Chiya hanya dia sambil menatap tajam ke arah Akuma Kento.
'Minami... aku harus memberitahu Yusuke.'
⟨ Motel ⟩
Chiya terengah-engah saat menatapnya, dia sangat kesal karena menyerahkan dirinya secara gratis.
“Kau benar-benar bajingan Shin…”
"Aku seperti ini karena kamu, kan?"
"Jangan omong kosong, kamu sudah menjadi bajingan yang tidak beruntung sejak awal! Kamu berbohong padaku!"
"Ingat jika kamu tidak menurutiku, jelas bahwa yang terburuk akan terjadi pada Yusuke? Apakah kamu ingin aku memerintahkan banyak orang untuk mengeroyoknya? Atau semua orang mengejar pacarnya? Opsi mana yang akan kamu pilih ?"
__ADS_1
"Aku akan mengikuti apa yang kamu inginkan, apakah kamu puas?"
"Saya sangat puas, dan lagi ada putaran 2 dan 3? Kamu tahu aku tidak puas dengan satu kali."
"... terserah, selama kamu mengingat janjimu dan menggunakan kond—"
"Sial, aku tidak suka memakai ini."
Sistem dengan perintah untuk mengalahkan Park Shin, masih sangat sulit untuk ditangani oleh Yusuke.
Sekarang dia bersama Dai, dan Sasaki.
Geng Sasaki sendiri tidak terlibat dalam masalah tawuran anak-anak, dia hanya menjanjikan keselamatan bagi para gadis yang pulang sekolah.
"Dengan kemampuanmu saat ini kamu bisa menangani anak buahnya dengan mudah,"
Sasaki berbicara dengan tegas dan berbicara lagi setelah jeda singkat.
"Tentu saja Dai akan membantu pelatihan juga untuk menjadi lebih kuat dari sekarang."
Yusuke dan Dai duduk berlutut, selama mendapat petunjuk dari Sasaki.
Setelah ceramah panjang selesai, Yusuke pulang dengan mobil Sasaki.
"Yusuke-kun, kamu pulang malam sekali, sudah jam 10."
"Kenapa kamu tidak tidur?"
"Aku tidak bisa tidur."
"Besok aku akan pergi ke SMA Wakai."
"Kamu benar-benar akan pergi?!"
"Aku ingin melawan mereka seperti yang kubilang."
“Yusuke-kun, ini benar-benar tidak berjalan dengan baik dengan tujuan yang kamu tetapkan… Aku sudah berpikir bahwa tujuan yang kamu pilih itu sangat salah.”
Yusuke memilih diam daripada berdebat, dia pergi ke kamarnya dan berkata.
"Aku pikir aku ingin sendirian, tolong tinggalkan aku sendiri ..."
"Ya ..."
Rena pergi ke kamarnya.
Rena dan Yusuke punya masalah masing-masing.
Yusuke memikirkan Chiya yang mungkin terjebak dalam situasi buruk.
Yusuke berharap.
Gadis remaja itu memiliki harapan untuk berbalik dari sisi gelapnya, namun untuk saat ini, Yusuke benar-benar merasa seperti pecundang.
"Sialan, kau seharusnya memberitahuku! Dia dalam masalah seperti sebelumnya! Sistem sampah!"
⟨ SMA Wakai ⟩
Yusuke tersenyum sinis, dia sudah lama tidak merasakan romantisme pertarungan.
Masa depan yang suram juga membuat dia dipandang rendah oleh orang-orang yang mengenalnya dengan baik di kehidupan sebelumnya.
Yusuke dan Dai dibawa ke tempat mereka.
Mata tidak berbohong dengan apa yang mereka lihat.
Dai melihat Yusuke yang kini mengatupkan rahangnya.
Ia teringat kejadian saat bersama Rena di depan Takeru saat itu.
"Jika berada di negara K. Kau benar-benar mati secara tragis."
"Ya, mungkin itu akan terjadi jika ini adalah negara K."
Semua orang tidak mengerti maksud pembicaraan Yusuke dan Shin, yang menggunakan bahasa negara lain.
"Bro, aku benar-benar tidak tahu kamu bisa berbicara bahasaku."
__ADS_1
"Aku mencari di internet dan belajar," jawab Yusuke.