Menyelamatkan Hashimoto Rena

Menyelamatkan Hashimoto Rena
Perubahan


__ADS_3

Rena mencemaskan Yusuke karena dia dalam masalah dan dipanggil oleh kepala sekolah. Yusuke masih bisa menghadapinya dengan tenang dan menjelaskan.


Dia merasa apa yang dia lakukan tidak salah karena Dai adalah seorang pengganggu. Sato Midori yang menjadi korban juga ditanya kebenarannya.


Midori yang awalnya ragu-ragu mulai berbicara bahwa dia sering diganggu oleh Dai. Para guru yang ada di sana terkejut dan beberapa menutup mata.


Yang Yusuke lihat dan dengar adalah hal yang begitu mudah untuk dilupakan, demi nama baik sekolah; untuk tidak sampai berita tentang bully menyebar ke luar sekolah.


Yusuke ingat bahwa alur cerita dalam game itu sendiri diarahkan pada pelecehan. Yusuke berpikir dan berpikir dia hanya menebak cerita aslinya berubah.


Seingatnya tidak ada Watanabe Chiya dan Sato Midori di game romance yang dia mainkan. Yusuke sangat yakin bahwa kedua nama tersebut bukanlah karakter sampingan.


Saat mereka berjalan keluar dari kantor kepala sekolah bersama-sama. Midori berterima kasih kepada Yusuke karena telah membantunya melaporkan Dai kepada para guru.


"Aku hanya memukulinya."


"Meski begitu, aku tetap berterima kasih kepada Nakajima-san karena telah membantuku."


"Lagipula kita teman sekelas, kamu tidak perlu berterima kasih banyak padaku."


Tidak hanya Rena yang menunggu, Minami dan Ayumi juga menunggu Yusuke yang sedang berbicara dengan Midori. Yusuke tersenyum pada Rena yang cemberut.


Midori hanya mengikuti di belakang Yusuke, Rena, Minami dan Ayumi. Sangat dimengerti jika seseorang yang populer di kalangan gadis-gadis.


'Dia seperti karakter utama dalam sebuah novel.'


Midori merasa sangat jauh dari mereka, ada banyak perbedaan di antara mereka jika dibandingkan dengan dirinya. Yusuke tersenyum pada Rena yang masih cemberut saat diajak bicara.


"Apakah kalian sudah berbaikan? Kalian tidak bermusuhan lagi, kan?"


Pertanyaan langsung Yusuke membuat suasana canggung dalam hitungan detik.


Minami yang angkat bicara.


"Kami bukan musuh, tenang saja Yusuke-kun."


"Aku senang mendengarnya."


"Saling diam bersama sangat tidak nyaman. Aku sudah banyak berpikir untuk tidak melakukannya lagi."


Selama di kelas Yusuke banyak berpikir karena dia sangat penasaran seberapa banyak ceritanya akan berubah, dia berharap tidak melangkah terlalu jauh sehingga dia benar-benar tidak tahu.


'Rena, Minami, Ayumi plus Midori. Apakah aku jadi Raja yang dikerumuni Permaisuri dan Selirnya sekarang? Ini adalah perubahan alur cerita yang sangat bagus.'


Rena benar-benar tidak senang dengan posisinya saat ini seolah-olah dia sedang terancam. Tapi dia sangat tegas dari sikapnya saat duduk di sebelah Yusuke.


'Yusuke-kun adalah milikku...!'


Ayumi menghela napas dan berbicara dengan Midori.


"Agar kamu tidak diintimidasi lagi, lebih baik kamu bergabung dengan lingkaran kami."


Yusuke tersenyum.


"Apa yang dia katakan itu benar."


Midori mengangguk, dia akan bergabung dengan persahabatan yang ditawarkan.


"... terima kasih..."


"Kamu mengatakan terima kasih lebih dari sekali," kata Yusuke.


Midori menatap Yusuke dengan malu-malu, yang paling sensitif selain Rena adalah Minami.


Yusuke langsung merinding.


'Mengapa tiba-tiba menjadi dingin?'


Mereka mulai belajar kelompok. Minami memperhatikan Yusuke yang berbicara dengan Rena. Ayumi dengan lembut menyenggol pinggang Minami, agar tidak terlalu menunjukkan kecemburuannya.


Yusuke sedikit kecewa karena biasanya dia bisa mengolok-olok Rena, saat mereka berdua ada di perpustakaan tapi kali ini dia benar-benar harus menahan diri.


'Sabar ... masih bisa di rumah...'


Rena melihat Yusuke yang terlihat bosan.


"Kamu kenapa Yusuke-kun?"


"Aku sedang memikirkan sesuatu, apakah kamu sudah selesai?"


"Belum ..."

__ADS_1


"... masih lama ya..."


Di tengah belajar, Minami angkat bicara untuk mengajukan pertanyaan.


"Benarkah kalian berdua tinggal bersama sekarang?"


Yusuke terkejut dan bertanya.


"Bagaimana kamu tahu?"


"Dari tetanggamu."


"Oh, Chiya?"


Yusuke teringat Chiya, Yusuke jadi penasaran dengan kabar gadis nakal itu.


"Kuharap dia baik-baik saja dan benar-benar berhenti bekerja seperti sebelumnya."


***


⟨ Halaman Rumah Hashimoto Rena ⟩


Ibu Rena yang sedang sibuk membersihkan halaman dibantu oleh Yusuke yang sedang menyapu dan memotong rumput liar.


"Maaf merepotkanmu Yusuke-kun."


"Tidak masalah Hikari-san."


'Calon ibu mertua sangat cantik dari segala sudut dia sangat mirip dengan Rena... sungguh, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya...'


"Yusuke-kun?"


Rena berjongkok dan menatap Yusuke.


Tatapan itu ditutupi oleh Rena yang tiba-tiba datang, tatapan Rena penuh curiga. Yusuke tersenyum canggung dengan tatapan Rena seperti itu.


'Apakah dia menyadarinya? Aku sangat memalukan kekeke.'


Dengan suara rendah Rena bertanya.


"Kenapa kamu melihat Mama seperti itu Yusuke-kun?"


- Blush!


'Wajahnya yang memerah benar-benar menggoda... Pikiranku menjadi gila...'


"Kamu sudah seperti udang goreng ..."


"... aku bukan udang, kamu selalu menyamakan aku dengan yang aneh-aneh."


"Kamu adalah udang merah."


Ibunya Rena merasa dirinya cukup iri dengan kemesraan putrinya dengan sang pacar.


'Putriku selalu mendapatkan apa yang kuinginkan... aku merasa sangat ... astaga, apa yang kupikirkan?'


Yusuke membawa rumput yang telah ia masukkan ke dalam kantong plastik hitam. Rena yang membantu merasa cukup lelah karena merasa tidak nyaman dengan tubuhnya yang lelah.


"Akhir-akhir ini aku merasa sangat lelah..."


"Bagaimana bisa kamu tidak lelah ... kamu selalu meminta di atas dan tidak menginginkan berada di bawahku?"


Rena tersipu dan memalingkan wajahnya.


Yusuke meletakkan apa yang dibawanya di suatu tempat di luar rumah, setiap hari para pekerja akan datang untuk mengambil sampah di tempat itu.


"Yusuke-kun..."


"Apa?"


“Kenapa kamu melihat Mama seperti itu? Aku sangat curiga, aku tidak suka kamu melihat Mama seperti itu…”


"Ha-ha-ha, apakah kamu cemburu pada ibumu sendiri?"


"..."


Yusuke berbalik dan meminta Rena untuk ikut. Mereka berjalan berdampingan, Rena melihat Yusuke yang hanya diam tanpa berkata apa pun.


"Yusuke-kun...?"


"Kecemburuanmu terlalu berlebihan Rena-chan."

__ADS_1


Rena tersentak, dia merasa sesak dan terjepit oleh kata-kata tajam Yusuke.


"Maaf... aku terlalu banyak berpikir, jadi aku seperti ini..."


Yusuke tersenyum mendengarnya.


Saat makan malam.


Rena ingin memastikan tapi kali ini Yusuke tidak melihat Hashimoto Hikari seperti sebelumnya, Yusuke lebih fokus berbicara dengan Hashimoto Handa.


Rena merasa dirinya sangat aneh, ia takut Yusuke akan memiliki perasaan terhadap wanita yang sudah bersuami sekalipun.


'Tidak mungkin Yusuke-kun tertarik pada Mama...'


Selama di sekolah, Rena juga menganggap Yusuke perlu diawasi karena pacarnya adalah sosok yang nakal dan selalu bergaul dengan gadis dan wanita dewasa.


Saat piket sore yang kebetulan jadwal Yusuke bersama Minami. Rena mengawasi sambil membantu meskipun bukan gilirannya piket sore.


'Ketika Rena cemburu, itu sangat berlebihan...'


Di malam hari Yusuke merasa sangat lelah dengan apa yang dilakukan Rena begitu luar biasa menjadi pacar yang mudah cemburu.


"..."


Rena semakin mempersempit jarak dengan Yusuke.


'Apakah cincin yang kuberikan tidak cukup untuk meyakinkan Rena? Aku yakin itu menenangkannya? Apakah dia akan terus seperti ini?'


Rena melihat Yusuke sedang berpikir sambil bersandar di sofa.


"Yusuke-kun, Papa dan Mama akan pulang lusa..."


"..."


Yusuke masih menyentuh dagunya sendiri, pikirnya dengan wajah serius.


"Yusuke...?"


"..."


Rena menggembungkan pipinya.


Rena berinisiatif untuk duduk di depan Yusuke. Kedua tangannya Rena memegang bahu Yusuke.


'Wow, posisi macam apa ini!'


"Yusuke-kun, kenapa kamu selalu melamun?"


Tangan Yusuke memegang pinggul Rena.


"Aku bingung memikirkan posisi apa yang belum kita coba?"


Rena tersipu.


"Mulai... dasar mesum ..."


"Padahal kamu yang mesum di sini, lihat posisi kita sekarang, jadi siapa yang pertama kali melakukannya?"


Rena menegang, dia mengerucutkan bibirnya tidak ingin berbicara.


"Aku seperti ini karena kamu. Yusuke-kun, aku sudah memanggilmu berkali-kali, kamu tidak menjawab, aku jadi kesal."


"Karena kesal jadi agresif?"


Rena merasa malu.


Rena yang tak mau berbicara langsung mengambil langkah agar mereka berciuman. Yusuke yang terkejut beberapa saat, dia mulai menjawab.


'Bukannya dia terlalu agresif!'


Mereka menatap dengan terengah-engah.


"Aku tidak suka kalau Yusuke-kun mengabaikanku..."


"... kamu hebat sekali..."


"Karena kamu nakal, apa boleh buat..."


Yusuke menyentuh pipi kiri Rena.


'Aku mengubahnya menjadi seperti ini... Rena-chan dalam game berubah menjadi tidak polos lagi, tapi aku tidak menyesal...'

__ADS_1


__ADS_2