
Dai bukan satu-satunya yang membully di sekolah.
Banyak siswa kelas satu yang menunjukkan kenakalan mereka; semuanya laki-laki.
Yusuke yang diberi tugas dari sistem yang menyuruhnya untuk mencegah siswa kelas satu yang nakal.
"Hadiah satu miliar, siapa yang tidak mau?"
Yusuke paling tidak menyukai perundung, dia mengawasi mereka dan mencegah mereka dari perundungan siswa dan siswi.
Yusuke ingat bahwa dalam game yang ia mainkan sendiri banyak sekali hal-hal buruk.
Dia tahu cerita aslinya secara kasar yang sangat berbeda dengan kenyataan saat ini.
Yusuke memegang tangan seorang siswa yang hendak menyentuh seorang siswi yang terpojok.
"Apa yang kau lakukan bajingan!"
"Seharusnya aku yang menanyakan hal sialan itu padamu."
Sejak saat itu Yusuke menjadi lebih sibuk dan mengutamakan tugas yang diberikan oleh sistem.
Dia bahkan mengabaikan Rena, yang biasanya menjadi hal utama dalam hidupnya.
"Yusuke-kun!"
"Aku akan menyelesaikan semuanya dengan cepat kamu sabar ya?"
"Kenapa kamu tiba-tiba berurusan dengan masalah perundung. Masih ada OSIS dan pihak sekolah?"
"Mereka terlalu sibuk untuk berurusan dengan perundang."
Rena berkedip saat dia mendengarkan kata-kata Yusuke.
Selama Yusuke tidak dekat dengannya, dia melihat bahwa Midori juga menjadi hal utama karena dia diintimidasi sejak kelas satu.
Rena yang ingin mengambil tindakan, Minami mencegahnya.
"Jangan lakukan itu Rena."
"Mengapa?"
"Yusuke-kun sudah memberitahu kita bahwa jika dia sibuk dengan para perundung. Kita harus membiarkan dia menyelesaikan semuanya terlebih dahulu."
Rena menarik napas dalam-dalam dan mengangguk mengerti.
Dengan cara lama yang harus Yusuke lakukan, tidak bisa menghindari perkelahian.
Yusuke merasa konyol pada tekad siswa kelas satu.
Semua sudah tahu bahwa dia mengalahkan Dai.
Tapi kelas satu sendiri masih memiliki keberanian untuk melawannya.
Yusuke yang pernah mengalaminya pun tak heran karena di mana pun ia berada, masalah para perundung sekolah yang merepotkan selalu dibanggakan dengan jumlah mereka.
Dai yang tidak mau ikut campur karena mendapat hukuman, dia hanya melihat apa yang Yusuke lakukan terhadap siswa tahun pertama.
Lima orang melawan satu orang dan pemenangnya adalah satu orang yang masih berdiri dengan angkuh dengan cara bicara yang agak arogan.
Dai mengatupkan rahangnya, dia masih ingat bagaimana dia bisa kalah dengan mudah dari Yusuke.
'Bajingan itu seperti monster.'
Selama di rumah yang paling galau adalah Rena.
Ia geram dengan kondisi Yusuke yang memiliki cukup banyak luka di tangan dan wajahnya.
Rena yang marah hanya mendapat senyum tenang dari Yusuke.
"Kenapa kamu tersenyum seperti itu? Berhenti melakukan itu! Yusuke-kun, jangan berkelahi lagi!"
"Kamu tahu bahwa selain keamanan sekolah, ini juga untukmu."
"Untukku?!"
"Jika aku memberi mereka lari terus menerus sesuka hati, siapa tahu kamu akan menjadi target mereka."
Rena terdiam karena apa yang dikatakan Yusuke sangat masuk akal jika dia memikirkannya dengan hati-hati.
Yusuke menekan telapak tangan kanan Rena dengan bibirnya.
__ADS_1
Rena tersipu dan tersenyum.
"Tunggu aku menyelesaikan semuanya, oke?"
"O-oke..."
***
⟨ Kafetaria Sekolah ⟩
Rena tampak lesu dengan senyum pahit. Minami dan Ayumi melihat Rena seperti itu, mereka berdua merasa kasihan padanya.
Minami bicara dengan nada ramah.
"Apakah kamu masih mengkhawatirkannya? Yusuke-kun akan baik-baik saja, semua orang tahu bahwa dia sangat kuat."
"Meskipun Yusuke-kun kuat, aku tidak suka melihatnya dalam keadaan seperti itu. Dia selalu lamban."
Ayumi yang mendengarkannya, berbicara.
"Membujuknya juga tidak mungkin. Akhir-akhir ini, dia sangat keras kepala, kamu tidak bisa menghentikannya begitu saja."
Rena tersenyum tipis.
'Aku tidak bisa mengatur bahwa itu sangat menyebalkan, meskipun dia milikku... Yusuke-kun kenapa kamu begitu keras kepala, sulit untuk mengaturmu …'
Rena melihat Yusuke datang bersama Midori.
Rena mendengar penjelasan yang terjadi saat Midori mendapat masalah dari anak kelas satu.
Pengganggu dari siswa kelas satu sangat sulit diatur sehingga Yusuke sendiri terlalu terjebak dan mengambil tindakan yang cukup ekstrim.
Saat Rena sedang membaca di perpustakaan.
Takeru mendekatinya untuk berbicara dengannya.
Rena tersenyum sedikit tetapi tidak benar-benar menanggapi.
"Rena-chan biasanya tidak sendirian."
"Aku sedang ingin sendirian."
"Apakah Nakajima sibuk dengan urusannya?"
Takeru tersenyum canggung, ia hanya merasa kasihan pada Rena yang kurang mendapat perhatian.
"Rena-chan aku benar-benar minta maaf."
"Aku sudah memaafkanmu Takeru-kun, bagaimana kabarmu?"
"Ya, aku baik-baik saja dan bisa berpikir jernih."
"Apakah Takeru-kun sudah menyesalinya?"
"Iya, aku sudah menyesali atas semua yang terjadi..."
Rena menutup bukunya dan berpamitan pada Takeru yang hanya bersandar di kursi.
Dia merasa tidak ada kesempatan untuk menjadi seperti sebelumnya.
Dia bertanya pada dirinya sendiri dengan egois, dia menyimpulkan bahwa semuanya salah Yusuke.
Takeru tenggelam dalam pikirannya sendiri sampai akhir.
Saat Rena keluar dari perpustakaan, yang dilihatnya adalah sosok Dai yang kini sedang menatapnya.
"Senior."
"Ya?"
Rena tersenyum tipis, dia mendengarkan Dai yang memuji kecantikannya.
Rena memberi alasan sibuk, dia ada urusan untuk bertemu teman-temannya.
Dai melihat Rena pergi dengan tergesa-gesa.
"Senior benar-benar cantik, aku ingin tahu bagaimana jika aku menghukumnya ..."
Saat piket sore.
Yusuke hanya duduk melihat Rena sibuk membersihkan kelas.
__ADS_1
"Bisakah aku membantumu Rena-chan?"
"Kamu tidak perlu membantu! Kamu lihat betapa menyedihkannya kamu sekarang..."
"Aku berjanji saat mereka berhenti menindas, aku akan berhenti."
"Kapan?"
Rena mendekat.
"Kapan kamu akan berhenti dan semuanya berakhir?"
Yusuke tersenyum.
"Ayolah, jangan pasang wajah sedih seperti itu..."
"Aku tidak sedih..."
Dengan tampang mengantuk Yusuke melihat Rena yang hendak menangis.
"Yang mencoba merundung Midori juga sudah dihukum oleh kepala sekolah, aku yakin tidak akan lama."
"Wajahmu jelek sekali..."
"Kekeke, apa kamu kesal karena aku jelek?"
"Sangat kesal, aku tidak suka Yusuke-kun jelek."
Rena tersenyum kecil.
Saat di rumah Yusuke terbaring lemah, ia merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
Rasa perih di bibirnya juga sangat mengganggu.
Dia melihat sebuah sistem yang sudah menceritakan kesuksesan yang dia lakukan.
"Seminggu lebih sedikit akhir aku menyelesaikannya ..."
Yusuke memeriksa tugas apa yang harus dia lakukan.
Dia terlalu lelah untuk bertarung lagi, dia juga penguasa sekolah.
"Jika ada perebutan wilayah aku tidak akan berpartisipasi, ini bukan dunia asalku, ini tidak mungkin sama dengan tempat asalku. Bentrokan antar sekolah akan sangat merepotkanku."
Esoknya.
"Yusuke-kun, kamu demam!"
'Oh sial! Apakah aku sakit...?'
Yusuke merasa sangat mengantuk.
"Lelah... aku mau tidur lagi Rena-chan..."
Rena khawatir.
Rena yang ingin meminta izin tidak masuk sekolah, tidak diperbolehkan oleh ibunya.
Yusuke dirawat oleh Hashimoto Hikari selama Yusuke sakit.
"Kenapa kamu tidak mau pergi ke rumah sakit?"
"Aku tidak terlalu suka rumah sakit."
"Ya ampun..."
Yusuke berbicara ngelantur saat melihat Hikari.
"Kamu sangat mirip dengannya, kalian berdua cantik ..."
Hashimoto Hikari tersipu.
"..."
Setelah Hikari merawat Yusuke.
Dia banyak memikirkan Yusuke.
"Ya ampun, apa yang kupikirkan?"
Dia menggelengkan kepalanya merasa bahwa pikirannya sedang dibingungkan oleh pembicaraan sembrono Yusuke.
__ADS_1
Saat terlalu memikirkan Yusuke, Rena yang baru pulang, Rena bergegas ke kamar Yusuke.
"Tidak. Aku tidak bisa terlalu terbawa..."