Menyelamatkan Hashimoto Rena

Menyelamatkan Hashimoto Rena
Pembawa Masalah


__ADS_3

Awalnya Rena senang saat mengira Yusuke akan datang sebagai kejutan, tapi saat membuka gerbang di belakangnya adalah Yamakazi Takeru.


"Selamat sore Rena-chan. Maaf... aku tiba-tiba berkunjung." 


"Takeru-kun? Ada perlu apa?" 


"Aku ingin berbicara denganmu, kita sudah lama tidak berbicara." 


Rena merasa bingung harus berbuat apa, di rumah tidak ada orang tuanya yang pergi ke tempat teman ayahnya. 'Tidak baik mengusir tamu', Rena langsung mengajak Takeru masuk ke dalam rumah.


"Apakah Takeru-kun baik-baik saja dengan teh dingin?" 


"Ya. Aku baik-baik saja dengan teh dingin, terima kasih Rena-chan."


Takeru berusaha bersikap normal, Rena yang dilihatnya kini terlihat lebih cantik dari biasanya.


Suasana menjadi canggung bagi mereka berdua saat mereka menikmati teh dingin mereka. Rena berpikir: 'Jika yang terjadi sekarang lebih awal dan sebelum dia bertemu Yusuke, dan menjadi kekasihnya, itu akan menyenangkan baginya.' Takeru menggaruk bagian belakang lehernya, dan bertanya.


"Apakah kamu baik-baik saja Rena-chan, jika ada yang tidak nyaman aku bisa membantu."


"Aku baik-baik saja Takeru-kun. Aku tidak dalam kesulitan apa pun." 


Rena langsung ke intinya. 


"Saya sangat bahagia, hehe..."


"Syukurlah... aku senang kamu tidak dalam waktu yang buruk. Oh, aku baru saja membeli ini."


Rena melihat apa yang di bawa adalah boneka Panda, dia menyukai boneka seperti itu.


"Popo-chan ya, lucunya..."


Rena pernah membicarakan tentang Popo-chan ke Takeru, tapi tidak terlalu menanggapinya. Tidak menyangka Takeru akan membicarakannya sekarang.


Percakapan berjalan lancar karena mereka berbicara tentang ajaran baru dan mata pelajaran yang paling sulit. Rena yang tadinya tersenyum bahagia kini sedang membicarakan Yusuke yang ternyata sangat pintar. Takeru dengan kecerdasan biasa-biasa saja hanya bisa tersenyum, dan memuji Yusuke atas kecerdasannya.


Selama percakapan, tatapan Takeru menjadi sedih, wajahnya menjadi gelap dan murung. 


"Kamu pasti bahagia bersamanya." 


"Hmm?" 


Rena yang menempelkan jari telunjuknya ke bibir sedang berpikir.


Takeru memberanikan diri berbicara. 


"Kamu pernah memberitahuku bahwa akulah satu-satunya?" 


Rena berkedip, dia mengalihkan pandangannya, dia merasa seperti gadis nakal.


"Semakin aku menyadari bahwa aku salah karena mengabaikanmu, aku menyadari bahwa sebenarnya aku juga menyukainya, aku menyukai semua perhatianmu Rena-chan."


Rena berhenti untuk bertanya pada dirinya sendiri; 'Apakah ada Takeru-kun di hatinya?' Rena mengaku masih ada meski hanya setitik cahaya kecil.


"Dulu, aku sangat menyukai Takeru-kun, aku tidak berbohong. Aku jujur dan aku bersumpah, tapi sekarang... aku menyukainya, aku menyukai Yusuke-kun..."


Rena menggelengkan kepalanya. 


"Salah. Aku mencintainya..." 


"Kamu bilang, kamu juga mencintaiku waktu itu?" 


"Ah, benar..." 


Rena sangat malu.

__ADS_1


"Tolong jujurlah. Rena-chan, kamu melarikan diri, kamu jadikan dia pelarian, kan?"


"A—" 


Mulut Rena terkatup, dengan rasa sesak di dadanya.


"Tidak mungkin kamu berpaling begitu cepat, kan?"


Takeru sengaja melakukannya dengan kata-katanya. 


"Apakah Rena-chan begitu tidak kompeten dalam mencintai seseorang?"


"Maaf kalau aku salah... aku sedang berkencan dengan Yusuke-kun. Takeru-kun bisa menyalahkanku tidak apa-apa..." 


Takeru bangkit dan berdiri di dekat Rena, dengan wajah memelas.


Rena bangkit dan berjalan menuju dapur setelah membereskan cangkir. 


"Aku pergi dulu."


Rena mencuci cangkir dengan perasaan tidak nyaman, dia merasa seperti gadis nakal yang memberikan kata-kata omong kosong untuk mencintai seseorang.


Dia malu dengan apa yang dia yakini bahwa dia akan selalu mencintai Takeru, dan tidak ada orang lain di hatinya, dia bahkan blak-blakan bahwa hanya 'Takeru-kun' yang dia cintai.


Rena kembali dan melihat Takeru masih duduk di tempatnya. 


"Maaf, aku lama ya?" 


"Tidak. Kamu tidak lama Rena-chan."


Bunyi bel berbunyi sampai tiga kali, Rena buru-buru pergi dan melawati Takeru yang berpaling melihat Rena terlihat senang dan memegang pergelangan tangannya.


"Eh...? Ada apa Takeru-kun, maaf aku tinggal sebentar ya?"


"..."


Rena merinding dengan tatapan dan senyum Takeru. 


Bel berbunyi lagi dan lagi.


Takeru mendekatinya semakin berambisi untuk meyakinkan, dan jawaban Rena.


"Maaf... aku pergi dulu, kita akan bicara lagi kapan-kapan."


Takeru menundukkan kepalanya, dia menggertakkan giginya.


"Rena-chan..."


Yang dipanggil menoleh, tapi langsung memalingkan muka karena terburu-buru menuju halaman depan rumahnya.


"Aku pergi dulu," jawab Rena singkat.


Rena membuka gerbang rumah, dan Yusuke segera menerobos masuk.


"Yusuke-kun?!"


"Tunggu sebentar, aku ingin menghajar bajingan itu."


"Bajingan itu?"


Rena tidak terlalu mengerti, tapi satu-satunya yang ada di rumahnya adalah Takeru.


[Pukul wajah Yamazaki Takeru, yang sedang berada di rumah Hashimoto Rena! Hadiah 100.000.000! Hukuman mati untuk kegagalan!]


"Nakajima?" 

__ADS_1


"Kau tidak beruntung! Kencangkan rahangmu bajingan!" 


Dengan satu pukulan ke wajah; Takeru tersungkur secara menyedihkan.


Takeru kesakitan, dia yakin hidungnya patah karena sakitnya begitu hebat saat pertama kali dia mengalaminya, darah keluar dari hidungnya, ia pingsan karena melihat darah yang begitu banyak.


[Selamat untuk Kim Chul! Anda berhasil menyelesaikan tugas Anda!]


"Kenapa kamu memukulnya Yusuke-kun!"


"Aku kesal lihat wajahnya, maaf..."


Informasi dari sistem mengatakan bahwa Takeru memiliki niat buruk, dan ketika membaca semuanya; Yusuke menjadi emosional.


Yusuke meludahkan sindiran.


"Aku sangat tidak suka dengan orang yang mengambil barang orang lain."


"Takeru-kun?! Yusuke-kun, Takeru-kun pingsan!" 


"Ayo kita bawa dia ke rumah sakit saja," kata Yusuke polos yang mendapat tatapan tidak menyenangkan dari Rena.


Rena menelepon untuk memanggil Ambulan. Sambil menunggu, Yusuke mendapat teguran dari Rena yang marah atas kekasarannya.


Yusuke tertawa kaku, dia tidak punya alasan yang bagus, dan satu-satunya alasan yang dia buat adalah karena cemburu, dia langsung melemparkan tinjunya ke wajah Takeru tanpa berpikir dua kali.


Selama di rumah sakit, Rena meminta maaf atas perbuatan Yusuke. Rena meminta maaf kepada keluarga Takeru. 


Keluarga Takeru sangat marah sehingga mereka berniat memenjarakan Yusuke, tetapi seiring waktu semuanya menjadi damai karena kecemburuan, dan Yusuke sendiri adalah seorang yatim piatu.


Yusuke membawa pulang Rena dimana dia awalnya berniat menunggu Takeru bangun.


"Yusuke-kun, aku harus menunggunya, tidak baik aku pergi karena semuanya terjadi di rumahku." 


"Dia sudah memiliki keluarganya yang merawatnya, kamu tidak perlu repot."


"Tapi a—"


"Mengapa kamu membiarkan dia masuk ke rumah? Ibu dan ayahmu bahkan tidak ada di rumah, ceroboh sekali."


"Tamunya juga Takeru-kun, jadi tidak apa-apa..."


"Tidakkah kamu berpikir apa yang terjadi ketika seorang laki-laki dan perempuan berada di sebuah rumah? Bahkan tidak ada orang lain selain kalian berdua?" 


Selama di dalam taksi: Yusuke tidak berbicara karena lelah menguliahi Rena yang terlalu enteng karena apa yang dikatakannya sebagai alasan; Takeru adalah orang yang sudah dia kenal.


Yusuke sangat berterima kasih kepada sistem yang, dengan keajaiban yang tidak masuk akal, masih konsisten membantu.


"Terima kasih," gumam Yusuke. 


"Terima kasih?" 


Rena memiringkan kepalanya mendengar ucapan aneh Yusuke.


"Ahem, aku berterima kasih pada surga, aku datang tepat waktu, jika aku terlambat, kamu akan dimakan oleh serigala bertanduk."


"Huh, serigala memiliki tanduk?"


"Jangan biarkan dia masuk rumah lagi, itu intinya. Dan jauhi dia."


"Apakah perlu? Aku menjauh dari Takeru-kun?"


"Kalau kau dekat-dekat dengan Takeru, aku akan marah," kata Yusuke.


"Baiklah. Aku tidak mau kamu marah…"

__ADS_1


__ADS_2