Menyelamatkan Hashimoto Rena

Menyelamatkan Hashimoto Rena
Pantai


__ADS_3

Rena tersenyum bahagia, ia mendekatkan wajahnya dengan gemas. Yusuke sedikit memiringkan kepalanya membiarkan Rena melakukan apa yang diinginkannya.


"Aroma Yusuke-kun menenangkan."


'... Wow, kata-katanya! Aku jadi aromatik!'


Yusuke mengusap kepala Rena, tangan kiri Yusuke digunakan sebagai pengganti bantal.


'Besok pagi tanganku pasti akan kesemutan.'


"Pakai bantalnya."


Rena mengambil bantal dan meletakkannya di atas lengan Yusuke.


'Bukankah ini sama dengan bantalan lenganku?'


"Yusuke-kun, aku tidak bisa tidur."


"Hah? Kamu harus tidur, besok kita ke pantai."


"Aku tidak mau... tidak suka."


Yusuke tersenyum canggung, dia berubah menjadi bantal dan guling untuk Rena.


'Dia menggesekkan kakinya ke kakiku...?'


Rena tersenyum sambil memperhatikan perubahan ekspresi wajah Yusuke.


'Tampaknya benar bahwa metode ini disukai oleh laki-laki?'


"Yusuke-kun...?"


"Ya?"


"Apa yang salah denganmu?"


"Aku merasa senang karenamu."


'Hehe, sangat menyenangkan.'


'Wow, dia terlihat sangat bahagia?'


"Yusuke-kun, jangan tidur dulu."


"Hah?"


"Banyak yang harus aku lakukan, kita bisa saling bercerita, kamu bisa menceritakan apa saja."


"Lihat, jam berapa sekarang?"


"Jam 11."


Yusuke mendengarkan semua yang diceritakan Rena tentang dirinya. Yusuke yang mulai bosan langsung tertidur dan mendengkur.


"Kamu tidur ..."


Rena menutup matanya.


Malam telah berganti menjadi pagi, yang tidur dengannya kini sudah tidak ada di tempat tidur.


"Dia masih bisa bangun lebih awal dariku, itu bagus."


Yusuke bangkit dari tempat tidur, dia berpikir sejenak dan pergi ke kamar mandi.


Setelah mandi dia memakai pakaian sebelumnya.


"Bodoh seharusnya aku membawa pakaianku..."


Ia tidak menyangka Rena adalah gadis yang merepotkan karena manja. Dia hanya khawatir jika semuanya menjadi terlalu banyak akan menjadi sangat rumit.


'Jika dia menjadi kecanduan, aku tidak tahu cara untuk mengatasinya.'


"Yusuke-kun, apakah kamu butuh sesuatu?"


Yusuke tersenyum canggung saat mendengar suara Rena di luar pintu kamar mandi.

__ADS_1


'Cukup mengejutkan, sedikit menyeramkan.'


"Aku tidak butuh apa-apa."


"Sarapan sudah siap, setelah mandi, langsung sarapan, oke?"


"O-oke, terima kasih Rena-chan."


"Yusuke-kun, aku kembali dulu, oke?"


"Oke," jawab Yusuke.


'Benar-benar terasa aneh...'


Sarapan dengan kehadiran Hashimoto Handa, Yusuke tidak merasa gugup seperti dulu. Dia kagum bahwa keluarga yang hangat ini memiliki kebiasaan bangun pagi yang baik.


Setelah sarapan, ayah Rena mengizinkan Rena pergi ke pantai bersama Yusuke.


"Tolong jaga dia."


"Saya akan menjaganya dengan sangat baik."


'Seperti yang kupikirkan, semuanya berjalan sangat mudah karena sistem, meskipun sistem tidak memberitahu, aku yakin sistem benar-benar membantu.'


Rena tersenyum bahagia, begitu pula dengan Hashimoto Hikari yang juga ikut bahagia karena Rena tidak menyembunyikan wajah bahagianya.


'Aku bahagia saat kau bahagia...'


Yusuke tersenyum.


Rena dan Yusuke bersiap-siap berkemas untuk baju ganti dan pakaian renang mereka. Yusuke memesan apa yang dia butuhkan secara online.


Minami mengirim pesan bahwa dia berada di dekat halte bus yang tidak jauh dari rumah Rena.


"Mereka menunggu kita di halte bus, ayo pergi."


"Yusuke-kun, apakah ini cukup, apa kamu yakin?"


"Tidak perlu banyak, kan?, kalau kurang bisa aku pesan."


Rena berkedip.


"Hah, aku boros?"


"Kamu tidak boleh boros, kamu harus cukup hemat."


"Ayolah, kamu seperti istriku ketika kamu berbicara seperti itu."


- Blush!


Rena tersipu.


Rena menyelipkan rambutnya, dia tersenyum, dan berbicara.


"Bukankah aku akan menjadi istri Yusuke-kun?"


Yusuke merasakan aliran panas di dadanya.


'Sial, aku ingin menerkamnya!'


***


⟨ Halte Bus ⟩


"Maaf lama, apa kalian menunggu kami lama?"


Minami tersenyum dan menatapnya dengan tatapan lembut.


"Kami tidak menunggu lama."


Rena menyadari bahwa Minami adalah temannya, bahkan mereka menjadi lebih kuat dari teman, mereka adalah teman yang sangat dekat, sebelum ada Yusuke.


Rena lebih fokus pada Yusuke, tepatnya Rena seperti orang yang melupakan teman dan memilih pacarnya untuk menjadi yang utama.


Ayumi sedang sibuk bermain ponselnya, dia sedang menonton video di ponselnya. Buat mereka cukup lama untuk datang sampai mereka membuang 10 menit menunggu bus sampai.

__ADS_1


Setelah bus datang mereka naik ke bus dan mendapat tempat duduk di belakang. Satu laki-laki dan tiga perempuan, Yusuke menjadi tontonan sejak pertama kali naik bus.


Dia merasa seperti sedang mengajak jalan-jalan permaisuri dan kedua selirnya. Yusuke tersenyum, dia berada paling pojok karena Rena menghadang Minami yang terlihat tidak senang.


Yusuke tersenyum pahit ketika mengingat bahwa di cerita aslinya, dua sahabat Rena adalah sosok yang banyak memberikan dukungan di saat Rena sedih.


'... aku mengubah ceritanya sejauh ini ...'


Minami bukanlah karakter utama, dia adalah karakter pendukung Rena. Yusuke menarik napas dalam-dalam, dia mengubah alur cerita aslinya menjadi cinta segitiga yang kompetitif.


Yang ia pastikan adalah yang masih normal sesuai perannya adalah Fumiko Ayumi.


'Kuharap dia tetap seperti itu, akan konyol jika genre game berubah menjadi Harem.'


"Kita sudah sampai di pantai~"


Memalukan bagi seorang siswa sekolah menengah untuk mengatakan itu dengan lantang.


Yusuke mengusap wajahnya, dia seharusnya meneriakkan hal seperti itu seperti mereka.


Mereka memesan penginapan yang tidak jauh dari pantai, mereka akan menginap selama satu hari.


'Ini adalah pengalaman pertamaku, maksudku aku tidak pernah berteriak seperti itu meskipun aku masih di taman kanak-kanak.'


Rena menoleh, dia tersipu ketika Yusuke melihatnya.


"..."


"Apa kamu senang."


Rena meletakkan telapak tangannya di dada bagian atasnya.


"Saya sangat senang..."


'Kurasa aku benar-benar jatuh cinta pada Rena...'


Cinta yang Yusuke rasakan jauh dari yang ia rasakan pada awalnya dan bahkan kini ia lebih dan lebih tertarik dengan karakter Rena yang menjadi target utama di cerita aslinya.


'Aku benar-benar tidak percaya ini benar-benar terjadi... kamu berhak bahagia, harapanku terkabul...'


Mata Minami melebar, Ayumi malah menjatuhkan ponsel yang dipegangnya. Yusuke benar-benar gila melakukannya, adegan ciuman di depan umum.


Minami menyaksikan dengan mata gemetar.


Rena tidak menolak untuk mendorong Yusuke menjauh darinya, dia membalas dan tidak peduli ketika cukup banyak orang yang menonton.


Ayumi melihat dan membawa Minami pergi.


"Lupakan saja dia, dia hanya orang gila..."


⟨ Penginapan ⟩


Yusuke tertawa sendiri sambil berbaring di tempat tidur.


"Aku sudah gila melakukan itu padanya di depan begitu banyak orang, haha! Sialan!"


Suara bel berbunyi, Yusuke yang sudah mengenakan jaket yang resletingnya dibiarkan terbuka dengan celana pendeknya, ia menuju ke arah pintu.


'Apakah dia juga menyukai warna ungu sepertiku, atau apakah dia mengikuti apa yang aku suka?'


"Pada tingkat ini kita seperti pasangan dalam jaket yang sama."


"Lucu, aku merasa seperti terong berjalan hehe..."


"Terong baik untuk kesehatan."


"Benar-benar, kah?!"


"Mungkin."


Rena menatap dengan malas karena apa yang dikatakan Yusuke hanya asal-asalan.


Dengan jahilnya Yusuke menyentuh dan menarik turun ritsleting jaket Rena.


'Sial, mereka sangat mantap!'

__ADS_1


Rena menarik napas dalam-dalam.


"Mulai," kata Rena, dia menarik tangan Yusuke.


__ADS_2