Menyelamatkan Hashimoto Rena

Menyelamatkan Hashimoto Rena
Janjinya Yusuke


__ADS_3

Ayumi menyentuh keningnya sendiri dia tidak mau lagi berbicara dengan Minami yang buta karena cintanya pada Yusuke. Ia tidak mau mengakuinya tapi nyatanya semua yang dikatakan Minami seperti penyakit berbahaya sudah banyak ia bujuk dengan hasil yang hampa. Ayumi begitu terarah pada Yusuke yang harus menyelesaikan semua masalah yang terjadi karena perubahan dua gadis remaja yang entah kenapa menjadi aneh.


Yusuke kembali dan menyapa mereka berdua. Minami datang lebih dulu untuk mendekati Yusuke.


"Bagaimana dengan Rena-chan?, apakah dia tidak menanyakan sesuatu?"


Minami menatap Ayumi yang tersenyum dan menjawab.


"Dia hanya bertanya kemana kamu pergi, hanya itu yang dia tanya, dia tidak menginginkan apa pun"


"Jadi begitu... terima kasih atas bantuannya."


Yusuke tersenyum ke arah Minami, Yusuke langsung melewati mereka berdua dan memilih masuk ke kamar Rena. Ayumi tersenyum dan meminta Minami untuk berkemas.


"Hari ini kita pulang, berhenti bersedih. Kamu sangat menyedihkan saat murung seperti itu."


"Aku akan mencoba untuk lebih dekat dengannya."


Minami kaget karena dibawa paksa oleh Ayumi yang menunjukkan wajah kesal.


"Kamu ... kamu lebih baik fokus pada dirimu sendiri dan masa depanmu."


"Mengapa kamu menjadi ibuku? Kamu bukan ibuku Ayumi."


"Oke, sekarang aku ibumu, sudah kubilang lupakan tentang kencan atau semacamnya, masih banyak yang bisa kamu lakukan tanpa memikirkan masalah cinta. Nilaimu juga buruk. Bagaimana kamu bisa naik kelas dan lulus dari sekolah nanti?"


Minami melangkah pergi setelah Ayumi selesai berbicara. Ayumi mengikutinya dengan tegas dan mengingatkan Minami lagi dan lagi.


Yusuke masuk dan yang dia lihat hanyalah Rena yang tertidur lelap, dia sedang mengganti kain yang ada di dahinya.


"Kalau dia jadi seperti ini aku sedih... gara-gara aku dia sakit, tadi malam kita terlalu berlebih..."


"Mmm... Yusuke-kun..."


"Kamu bangun?"


"Tidak apa-apa," Rena tersenyum.


"Kemana saja kamu?"


"Aku membeli sesuatu untukmu."


"Apa itu?"


"Ulurkan tanganmu dulu."


Rena mengikuti permintaan Yusuke.


Kotak putih yang dia buka memiliki cincin di dalamnya, yang jelas adalah cincin emas putih.


"Sesuatu yang kupikir akan pas di jari manisnya..."


"... Yusuke-kun...?"


"Dengan cara ini aku harap kamu tidak akan terlalu cemburu dan percaya padaku."


"Sob... hiks... sob... terima kasih, terima kasih Yusuke-kun..."


"Ayolah, jangan menangis seperti itu..."


"Hiks... aku, aku tidak tahu kenapa, kenapa aku tidak bisa berhenti menangis..."


“Cincin itu hanya melambangkan bahwa aku serius denganmu, karena kita masih sekolah aku tidak bisa membeli cincin tunangan…”


"Hanya ini saja aku sudah sangat senang Yusuke-kun..."


"Ketika kita lulus, aku berjanji akan ada sesuatu yang jauh lebih baik dari itu."


"Aku ingin cepat lulus jika kamu mengatakannya seperti itu..."


"Dan ini, aku tidak yakin apakah kamu mau ..."


"Apakah Yusuke-kun tidak ingin punya bayi..."


"Bukan begitu, kamu akan punya bayi sebelum kita pergi ke perguruan tinggi ..."


"Tidak apa-apa hehehe..."

__ADS_1


"Lain kali aku tidak akan ceroboh jadi kamu minum ya?"


"Aku tidak mau minum..."


"Benar-benar tidak mau?"


"Tidak mau... tidak suka."


"Maka aku akan bertanggung jawab penuh jika kamu hamil."


"Sungguh, jadi akan menikah?"


"Mmm... aku tidak tahu apakah aku bisa atau tidak."


Rena menunduk lemah.


"..."


"Pasti ada cara, aku akan mencaritahu, kamu jangan sedih begitu."


'Mungkin saja di dunia ini tidak akan jauh berbeda.'


Rena memeluk Yusuke dengan gembira.


"Kita lihat saja di internet!"


"Kamu benar tapi tunggu sebentar, jika kamu hamil kamu akan putus sekolah ...?"


Rena berbisik.


"Bukankah Yusuke-kun akan bertanggung jawab penuh?"


"Aku mengerti. Aku bertanggung jawab."


"Uuh, aku semakin mencintaimu."


Rena mengajak Yusuke untuk tidur dengannya.


"A-apa yang kamu lakukan?"


"Kita akan melakukannya lagi..."


"Kamu sakit...!"


"Aku sudah lebih baik Yusuke-kun."


Rena merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


"Aku pusing..."


"Sudah kamu tidur saja..."


"Ayo~"


Yusuke mencium kening Rena.


"Tidur, aku tidak ingin melakukannya."


***


Pada akhirnya Yusuke yang tidak bisa menahan diri dan melakukan kesalahan yang sama karena Rena benar-benar menahannya untuk tetap melakukan kesalahan.


Rena terlihat lebih baik, namun ternyata Yusuke yang sedang demam.


"Yusuke-kun, ayo makan bubur~"


Yusuke membuka mulutnya.


'Jadi aku yang demam sekarang...'


Yusuke ingat ketika dia masih muda dia demam tinggi dan diasuh oleh bibinya.


'Sekarang aku sedang dirawat oleh pacarku, ngomong-ngomong kenapa Rena senang sekali?'


"Yusuke-kun lihat ini ada kabar baik untuk kita!"


“Gila… ada juga yang menikah umur 17 tahun…”

__ADS_1


"Aku sangat senang."


'Apakah kamu begitu bahagia menikah muda ...'


"Yusuke-kun, aku sudah punya nama untuk anak kita."


'Dia siap menjadi ibu muda, aku tidak bisa melakukan apa-apa pada tingkat ini ...'


"Bagaimana dengan Nakajima Ryosuke, aku akan memberikan nama itu jika anak kita laki-laki."


"Kamu bahkan belum hamil, tidak baik memberi nama sebelum hamil."


Rena menggembungkan pipinya.


Ayumi dan Minami datang untuk berpamitan. Dan kabar buruknya adalah karena Yusuke sedang sakit. Hal yang sangat tidak ingin Ayumi dengar adalah penyebab penyakitnya karena terlalu banyak hubungan pribadi.


"Aku benar-benar malu, dan kamu melakukannya."


"Itu, mau bagaimana lagi, Yusuke-kun sangat seksi."


Ayumi terdiam.


'Apa hubungannya dengan seksi...'


Minami berbalik karena tidak ingin mendengar lebih lama lagi, dia hanya mengirim pesan dengan kesembuhan Yusuke. Rena kembali untuk memberitahu Yusuke tentang kedatangan Ayumi dan Minami.


"Mereka langsung pulang?"


"Ya, mereka langsung pulang. Yusuke-kun, apakah kamu merasa lebih baik?"


"Kupikir aku menjadi lebih baik, aku tidak pusing seperti sebelumnya."


'Mungkin aku satu-satunya di dunia ini yang sakit karena melakukan terlalu banyak...'


Keesokan harinya mereka pulang.


Yusuke memilih pergi ke rumah Rena sebelum kembali ke apartemennya.


Hashimoto Hikari merasa sesuatu yang dilakukan kedua anak muda ini terlalu berlebihan untuk dibandingkan, sama seperti orang dewasa yang terlalu jauh.


Rena paling heboh dan menunjukkan cincin putih di jari manisnya.


Hashimoto Hikari menutup mulutnya dengan satu tangan, dia tidak menyangka anak muda saat ini begitu berani.


"Dia mengatakan itu ketika dia memberimu cincin itu?"


"Bagaimana Mama lebih menyukai Yusuke-kun?"


"Dia anak yang baik, aku pasti menyukainya."


'Sungguh! Suamiku saja butuh waktu lama sekali menjadi seperti itu, bahkan suamiku tidak melakukannya dengan baik. Putriku terlalu beruntung, itu bagus!'


Hikari diam-diam menelepon suaminya dan menceritakan apa yang telah terjadi.


Hashimoto Handa merasa gila jika seorang anak yang masih sekolah memiliki pilihan seperti itu.


"Sayang, apa yang harus kita lakukan? Rena sangat bersemangat dan dia tidak masalah jika hal itu terjadi."


"Aku sibuk. Kita akan bicara di rumah, tapi jaga Nakajima di rumah."


"Aku mengerti. Aku akan memintanya untuk tinggal di rumah. Jangan terlalu banyak berpikir."


Yusuke hanya membelai rambut Rena, dan membiarkannya dengan sikap manja.


Mereka berada di halaman dan duduk di lantai teras.


"Yusuke-kun, aku mencintaimu..."


"Aku juga mencintaimu, kamu sangat manja."


"Apakah kamu tidak suka kalau aku manja?"


Yusuke melihat Rena cemberut.


"Tentu saja suka..."


Hashimoto Hikari mengintip.

__ADS_1


'Mereka sangat mesra, aku juga ingin seperti itu dengan suamiku... tapi dia tidak bisa seperti itu... menyedihkan...'


__ADS_2