Menyelamatkan Hashimoto Rena

Menyelamatkan Hashimoto Rena
Pria Besar


__ADS_3

Gosip tentang anak kelas satu, mereka menjadi bahan pembicaraan karena akhlaknya yang buruk dan selalu membully seniornya.


Yusuke yang tidak sengaja mendengar langsung bertanya tentang Dai yang mungkin membuat masalah lagi. Dan dugaan Yusuke benar. Dai tidak berhenti menindas seniornya.


Ketika Yusuke bertemu dengan Dai yang masuk sekolah lebih awal dan tersenyum bangga bahwa dia tidak dihukum seperti yang dikatakan.


Ketika Yusuke bertemu dengan kepala sekolah yang terlihat menghindari pertanyaan dari Yusuke, kepala sekolah hanya membenarkan bahwa Dai telah mengakui kesalahannya.


Saat Yusuke hendak kembali ke kelas suara yang sangat familiar membuatnya menoleh dan yang Yusuke lihat adalah Dai yang masih membully seniornya.


"..."


Yusuke mendekat dan menampar bagian belakang kepala Dai.


Dai terbelalak dan menatap tajam.


"Senior."


"Apa kau mau aku hajar lagi Gorila?"


"Yusuke-kun!"


Rena yang datang langsung terdiam seketika melihat Dai.


Mata Dai tertuju pada Rena, yang berbalik untuk bersembunyi di belakang Yusuke, karena Rena takut pada Dai.


Rena berbicara dengan nada rendah kepada Yusuke.


"Yusuke-kun, kita harus cepat ke kelas."


"Ya."


Dai tertegun, dia menyukai Rena.


'Senior itu cantik.'


Dai berpikir untuk mencari solusi agar dia bisa mengambil Rena dari Yusuke, tapi masalahnya; Yusuke lebih kuat darinya, dia tidak bisa melakukan apa yang diinginkannya.


Dia harus menghajarnya di depan Rena, itu yang dia lakukan saat SMP. Dia akan dapat melakukannya dengan bantuan teman untuk mengeroyok Yusuke.


Saat belajar di perpustakaan, Yusuke mendengarkan Minami yang kini sedang membicarakan Dai. Minami merasa takut karena merasa diikuti oleh Dai.


"Bagaimana denganmu? Apakah kamu tidak diganggu lagi?"


Midori menggelengkan kepalanya.


Rena tersenyum, dia tenang dengan Yusuke yang meminta Midori untuk berbicara.


Saat Minami, Ayumi dan Midori melihat Rena yang bertanya manja, dan semakin dekat dengan Yusuke, ketiga gadis remaja itu merasa tidak nyaman.


Mereka bertiga bagaikan pengusir nyamuk bagi kedua sejoli yang kini saling berpandangan dengan mata penuh ketertarikan satu sama lain.


Minami sengaja menutup buku itu hingga mengeluarkan suara. Yusuke dan Rena langsung tersadar dengan keadaan mereka saat ini.


'Aku masih tidak bisa tenang melihat mereka seperti itu.'


Saat Yusuke pulang bersama Rena, mereka berdua dihadang oleh Dai dan empat siswa dari sekolah lain. Yusuke mengingat masa lalu, dia tidak asing dengan apa yang dia alami.


'Meskipun mereka masih SMA, mereka sudah terlihat seperti gangster rendahan yang siap bertarung.'

__ADS_1


Yusuke menatap mereka, dia menunjukkan emosi dalam tatapannya.


"Senior, aku ingin bicara baik-baik denganmu. Pacar senior sangat cantik, aku menyukainya, bolehkah meminjam pacar senior?"


Yusuke tersenyum, dia sangat ingin menginjak Dai yang sedang menatap Rena dengan penuh minat.


Yusuke melepas jaket sekolahnya dan memberikannya pada Rena, Yusuke melipat bagian lengan baju sekolahnya.


"Sepertinya aku harus mengalahkanmu lebih buruk lagi agar kau tidak meremehkanku."


Keempat siswa yang menyerangnya secara bersamaan tidak jauh darinya, postur mereka tidak jauh berbeda. Tapi soal pengalaman bertarung Yusuke masih merasa di atas mereka berempat.


Rena yang khawatir tidak bisa berkata-kata dengan apa yang dilihatnya adalah kekasihnya yang begitu hebat hingga mengalahkan empat orang dalam waktu singkat.


"Semua temanmu sudah pergi, hanya kamu yang tersisa, Gorila."


Dai menggertakkan giginya, dia sangat marah dan melepas bajunya.


Yusuke melihat tato naga.


"Sialan, beraninya kau memamerkan tato cacing di depanku?"


Dai langsung melangkah maju dengan niat untuk menabrak Yusuke, yang langsung menghindar dan menendang Dai yang terjatuh.


"Cih!"


"Sebenarnya kamu payah tapi tidak tahu diri."


Yusuke memukul wajah Dai, menyebabkan Dai pingsan.


"Untung tempat ini sepi, kamu mencari tempat untuk tidur?"


"Yusuke-kun..."


Rena melihat tangan Yusuke yang cukup banyak lecet akibat berkelahi. Rena memuji kehebatan Yusuke yang langsung besar kepala dan merangkul bahu Rena untuk membawanya pulang.


"Yusuke-kun, apa tanganmu sakit?"


"Ini sangat sakit, bisakah kamu mengobati tanganku nanti?"


"Aku akan mengobatinya."


Sesampainya di rumah, Rena langsung pergi mengambil kotak obat.


Yusuke tersenyum canggung melihat tangannya yang penuh plester menutupi lukanya. Rena duduk di samping Yusuke dan menatapnya.


"Yusuke-kun..."


"Apakah kamu tidak ingin memujiku karena memukuli mereka?"


"Yusuke-kun sangat keren, tetapi tetap saja berbahaya..."


"Bahkan lebih berbahaya jika aku tidak memukulinya, kan?"


Rena tersenyum karena Yusuke mengatakan bahwa keputusan yang diambilnya adalah yang terbaik. Ketika mereka semakin dekat untuk mencium satu sama lain, ketukan di pintu terdengar.


"Mama?"


"Apa Yusuke-kun baik-baik saja? Apakah kamu sudah merawat tangannya dengan baik?"

__ADS_1


"Sudah Maa... Yusuke-kun juga tidak terluka parah."


"Apakah itu benar?"


"Ya," Rena tersenyum pada ibunya.


"Mama, tenang saja."


Rena kembali untuk pamit pada Yusuke, Rena pergi membantu ibunya bersih-bersih.


Yusuke menanggalkan pakaian dan bergegas ke kamar mandi.


Semua siswa di sekolah merasa tenang tanpa Dai. Siswa kelas satu lainnya tidak bergerak tanpa kehadiran Dai.


Kepala sekolah memanggil Yusuke. Kepala sekolah mengatakan sekolah akan mendapat masalah karena Dai yang baru mereka ketahui adalah bagian dari kelompok gangster.


'Ternyata begitu...'


"Kau yang memukuli keponakanku?"


Kepala sekolah berkeringat dingin sambil menggosok punggung tangan kanannya. Pria itu mendekat dan berdiri di depan Yusuke.


Yusuke menatapnya.


"Benar-benar tidak masuk akal bagi Dai yang telah aku latih untuk kalah darimu."


"Mungkin karena aku lebih kuat dari keponakanmu."


Pria itu mengatupkan rahangnya.


'Pria besar ini membuat leherku sakit.'


Pria itu memegang bahu kiri Yusuke dengan satu tangan. Yusuke merasakan tekanan dari cengkeraman tangan yang begitu kuat.


Kepala sekolah yang mulai khawatir angkat bicara dan berjanji tidak akan mengeluarkan Dai dari sekolah.


"Sekolah ini adalah yang terbaik. Saya ingin keponakan saya harus tetap sekolah di sini."


Yusuke dipukul di perut dan jatuh ke lantai. Ia menahan rasa sakit yang begitu berat untuk ditanggung oleh tubuh seorang remaja SMA.


Kepala sekolah menutup matanya, dia hanya bisa diam saat Yusuke dipukuli sampai babak belur.


Yusuke bertahan sampai pria itu tersenyum puas.


"Kamu bisa bangun lagi adalah sesuatu yang mengejutkan."


Dalam satu pukulan ke sisi kanan kepalanya, Yusuke langsung pingsan.


Ketika Yusuke membuka matanya dan terbangun dari pingsannya, dia sudah terbaring di ranjang rumah sakit.


Dia tidak menyangka akan dipukuli oleh seorang gangster dengan tubuh kekar dan pukulan yang begitu kuat.


Rena yang baru saja masuk melihat Yusuke dengan sedih dan buru-buru menghampirinya.


Yusuke tersenyum saat melihat Rena yang sedang menangis.


"Hiks... Yusuke-kun..."


"Ayo, jangan menangis. Aku baik-baik saja, aku akan segera sembuh."

__ADS_1


__ADS_2