Menyelamatkan Hashimoto Rena

Menyelamatkan Hashimoto Rena
Kata-katanya


__ADS_3

⟨ Kamar Hashimoto Rena ⟩


Setiap orang punya ketakutannya masing-masing, begitu juga dengan Rena yang bisa merasakan ketakutannya sendiri. 


Hal semacam ini terdengar sangat konyol tapi bisa dimaklumi karena Rena sangat mencintai pacarnya. 


Suara yang keluar dari mulutnya adalah suara yang begitu penuh kekhawatiran. Setiap kali berpikir selalu ada stres yang begitu memusingkan.


Sebuah suara yang begitu familiar memanggilnya.


"Rena-chan, kenapa seperti itu?"


Dia menoleh dan menjawab.


"Aku memikirkanmu Yusuke-kun."


Yusuke hanya terkekeh mendengarkan, dia tahu betul bahwa Rena selalu berlebihan selain cemburu.


"Jangan main-main dengan hal-hal yang tidak kamu butuhkan, kamu akan cepat tua."


"Sayangnya aku tidak ingin cepat tua, apa kamu ingin aku seperti itu?"


Yusuke mendekat dan berdiri di samping meja belajar Rena, kata Yusuke juga.


"Tentu saja aku tidak ingin kamu cepat tua itu akan sulit bagiku."


"Hehehe, lucu kalau kamu kena masalah karena aku, aku merepotkan Yusuke-kun. Bayangkan kalau aku tidak nyaman dan kamu marah pasti menyenangkan."


"Tawa genitmu selalu membuatku bergairah."


Rena tersipu saat dia bersembunyi dari balik buku untuk menutupi wajahnya yang hangat.


"Hmm..."


Rena selalu bingung dengan apa yang dia pikirkan tentang dirinya dan apa yang dia lihat adalah masalahnya adalah pacarnya terlihat semakin tampan setiap saat.


Dengan cepat buku di tangan diambil, Rena yang tersipu malu buru-buru menoleh dan tertawa kecil membuat telinganya memerah.


Dengan kedua tangan menutupi wajahnya, dia juga berbicara terus terang.


"Kamu sangat curang, hanya aku yang seperti ini, kamu curang."


"Aku curang?"


"Kamu selalu membuatku gugup itu kecurangan Yusuke-kun."


Yusuke mengerutkan kening karena sesuatu yang terdengar tidak masuk akal.


"Kamu sangat imut sayang, kita telah melakukan banyak hal, aku bahkan tidak tahu berapa banyak, kamu masih sangat pemalu dan imut."


Rena menutup buku itu, lalu bangkit dan merentangkan kedua tangannya.


"Peluk~"


"Kamu mulai masuk ke mode manja lagi? Aku sedang tidak mood untuk memelukmu, sayang sekali."


"... yah, jika kamu tidak mau, tidak apa-apa ..."


Yusuke memeluknya dengan sayang dan sedikit mengangkatnya.


"Berat badanmu bertambah."


"... jahat ..."


"Yang mana yang paling jahat saat aku seperti ini, apa saat aku di tempat tidur? Menurutmu mana yang paling jahat?"


"Terkadang kamu jahat di tempat tidur, kamu kasar."

__ADS_1


"Bukankah itu yang kamu minta? Kamu bilang aku kasar saat melakukannya, kamu bilang aku menginginkanmu?"


Rena tergagap, dia malu.


"A-aku... sudahlah!"


Yusuke menurunkan Rena, yang saat ini melihat keresahan yang jelas yang tidak dia sembunyikan.


"Ya ampun, kalau sudah seperti ini kamu pasti mau lagi?"


"Kamu salah~"


Rena tersenyum dan keluar dari kamar.


"Kecanduan sudah parah, bahkan hasratnya lebih kuat dari laki-laki."


⟨ Dapur ⟩


Hashimoto Hikari melihat banyak perubahan dari putrinya yang dulu berpakaian sopan kini berani memakai baju yang cukup ketat dan hot pants.


Sangat jauh berbeda dengan gaya gadis remaja yang umumnya di negara J. Alasan yang kuat hanya untuk menyenangkan pacarnya, sesuatu yang tidak seharusnya dia pikirkan.


Selama dia mengamati putrinya juga sangat berani untuk terang-terangan menempel pada Yusuke. Hashimoto Hikari menarik napas dalam-dalam untuk memahaminya.


'Anak itu mengubah putriku seperti ini...'


Dia melihat bahwa Yusuke tersenyum puas dan sangat menikmati apa yang dilihatnya.


'Apa boleh buat, ini juga dengan restu kami ... jadi sudah selesai ...'


***


Di kelas musik khususnya vokal, yang terlihat paling cemerlang dari yang lain adalah Nakajima Yusuke yang dikenal jago menyanyi.


Yang membuat kagum seluruh siswa dan siswi adalah Yususke masih mampu mempertahankan suaranya yang merdu dengan lagu-lagu dalam bahasa asing, Inggris.


Mata berbinar dari siswi lain harus membuatnya berani, dia berjanji untuk tidak berlebihan, dia hanya memberi mereka senyuman.


Dan mereka menatap ngeri.


Yusuke hanya tersenyum kaku di dalam hatinya, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi dengan sikap pacarnya, dia juga tidak tahan untuk menyudutkannya terlalu banyak.


Rena, tidak seperti sebelumnya, yang duduk paling depan, dia bertukar posisi bangku dengan Sato Midori. Rena yang cukup keras kepala memaksanya untuk memenangkan apa yang diinginkannya.


Nama panggilan Rena sendiri bukan lagi bunga sekolah, nama panggilan gadis remaja itu berubah menjadi mawar berduri. Julukan itu muncul karena Rena memiliki sikap cemburu yang nyata.


Saat Yusuke bertemu Minami saat istirahat kedua. Minami lebih memilih untuk menghindarinya, bahkan kontak mata juga dihindari.


"Ada apa Yusuke-kun?"


"Minami terlihat sangat aneh."


"Aneh bagaimana?"


"Dia seperti menjaga jarak denganku."


Rena sangat senang di dalam, dia berharap tidak ada orang lain yang mencoba untuk dekat dengan pacarnya.


Sesuatu yang sangat tidak terduga ketika mereka berdua melihat Takeru dan Midori di taman sekolah, sedang berbicara satu sama lain.


Yusuke yang merasa tidak nyaman segera mendatangi mereka.


Takeru menghindari kontak mata dengan Yusuke dan Rena. Dia lebih memilih pergi setelah dia selesai berbicara dengan Yusuke.


Yusuke bertanya pada Midori, yang menjawab.


"Apakah dia menanyakan sesuatu tentang Rena-chan?"

__ADS_1


"Tidak. Dia hanya berbicara tentang PR."


"Oh,"


Yusuke juga berbicara lagi.


"Jika dia mengatakan sesuatu yang buruk tolong beritahu aku."


Rena melihat Yusuke yang kini berpikir seperti detektif. Rena bertepuk tangan memecah keheningan.


"Bagaimana kalau kita pergi ke Kafetaria?"


⟨ Kafetaria Sekolah ⟩


Suasana suram dan kelam Minami yang membuat Ayumi kaget dia buka mulut untuk bertanya padanya.


"Mengapa kamu begitu murung?"


"... aku lelah.."


"Lelah?"


Penasaran Ayumi bertanya sekali lagi dan mendapatkan jawaban yang mengejutkan.


"Lelah kenapa?"


"Lelah karena cinta..."


"Tidak masuk akal, apa hubungan cinta dengan kelelahanmu..."


"Kamu banyak main medsos, jadi bodoh..."


Minami melihat Yusuke, Rena dan Midori datang ke arahnya.


"Mengapa kamu begitu sedih?"


Ayumi mengikuti arahan Minami.


Dia segera bangkit dan meninggalkan Ayumi sendirian. Yusuke merasa tidak nyaman dengan apa yang dilihatnya, dia mengambil tindakan untuk mengikuti Minami setelah meyakinkan Rena.


"Minami!"


Orang yang dipanggil mempercepat langkahnya, dia terdiam saat bertatap muka, akan sangat menyedihkan jika dia menunjukkan wajah sedih padanya.


"Kemana kamu akan pergi?"


"Aku sedang tidak enak badan, aku akan pergi ke UKS."


Yusuke menyentuh dahinya.


"Kamu tidak demam ..."


Ia memejamkan matanya menikmati sentuhan itu. Yusuke masih dalam posisinya, ia langsung tersadar dari tingkah laku Minami.


Sebuah kata mengejutkan keluar dari mulutnya.


"Apa kamu masih belum bisa melupakanku?"


Minami berhenti menutup matanya, dia melihat Yusuke dengan mata berkaca-kaca.


"Pertanyaanmu tidak menyenangkan ..."


"Maaf ... aku hanya ingin memastikan."


Minami menunduk saat saran dibuat untuknya.


"Jangan menyiksa dirimu sendiri, aku pernah berkata bahwa pasti ada seseorang yang lebih baik dariku."

__ADS_1


"Ya," respon singkat Minami.


__ADS_2