Menyelamatkan Hashimoto Rena

Menyelamatkan Hashimoto Rena
Panggil Aku


__ADS_3

Piknik tahun baru nasional yang dilakukan semua orang di dunia diadakan di taman pohon sakura. Yusuke yang dulunya adalah Kim Chul tidak pernah menikmati sesuatu yang baru dan menyenangkan penuh kehangatan bersama keluarganya. Dia tersenyum diam-diam sambil mendengarkan Rena yang suka berbicara dengan ibunya. Yusuke melihat dia tersenyum begitu cantik, gadis remaja itu tersenyum penuh kebahagiaan. Rena yang menyadari tatapan lelakinya; kekasih tampan itu mampu membuatnya tersenyum malu-malu.


'Yusuke-kun tampan sekali, ini curang... aku selalu tidak bisa menahan diri setiap kali melihatnya tersenyum seperti itu, aduh jantungku berdegup kencang...'


Yusuke tersenyum puas saat disuguhkan dengan cara Rena, dia akan menyuapinya. Yusuke dengan lembut menyentuh tangannya, dan membimbingnya untuk memberinya makan dengan lebih baik dan romantis. Sesuatu yang membuat Rena merinding dengan tatapan yang tak bisa ia tahan lagi.


"Yusuke-kun,...jangan lama-lama melihat..."


"Apakah kamu tidak suka aku melihat wajahmu?"


"Bukannya begitu, aku gugup jika kamu terlalu dekat, lihat di sini ada banyak orang, ya, kan?"


"Abaikan saja, tidakkah kamu suka mengabaikan dimanapun kita berada?"


'Oh, tidak, ini benar-benar menyiksaku Yusuke-kun...'


"Jangan menggoda, aku benar-benar tidak bisa memilikimu seperti ini ..."


"Sepertinya kamu mulai bersemangat dengan mudah?"


Rena tersipu sangat merah.


"M-mesum..."


"Bukankah kamu mesum juga? Bukankah kita sama?"


Tidak jauh dari tempat mereka berada seseorang sedang memperhatikan mereka berdua. Takeru lebih fokus melihat Rena, yang paling cantik dan cantik yang pernah dilihatnya sejak lama. Dia tersenyum pahit melihat dia tersenyum bahagia hanya untuk Yusuke. 


'Kalau saja aku tidak begitu percaya diri dan lebih terbuka tanpa acuh tak acuh, dia akan menjadi milikku.'


Dia menatapnya dengan tatapan sedih, dia tidak tahan dengan perasaan dia semakin bergejolak terhadapnya.


'Rena-chan, apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus mengambil kamu dari dia? Aku tidak suka kamu berikan senyum itu padanya, kamu terlalu cantik untuk menjadi miliknya. Aku tidak terima jika kau terus seperti itu padanya.'


Takeru memejamkan mata untuk menutupi kesedihannya sendiri.


Yusuke bertanya pada dirinya sendiri, ia yakin bahwa yang ia rasakan bukanlah nafsu terhadapnya. 


Dia tertawa dalam hati, dan menanyakan ketulusannya; 'Apakah ini cinta sejati?' Dia pikir itu adalah kebenaran baginya untuk percaya. 


Rena melihatnya termenung menatap bunga sakura, dan bunga ume yang telah mekar. Dia bertanya-tanya apa yang dia pikirkan saat ini.


'Kenapa kamu tersenyum sedih seperti itu, apa yang dia pikirkan? Dia tidak kecewa dengan saya, kan?'


Rena memegang tangannya.


Yusuke menatapnya, dan tersenyum.


"Ada apa?"


"Yusuke-kun, apa yang kamu pikirkan?"


"Aku memikirkan sesuatu yang sangat jauh."


"Sangat jauh?"


"Ya, sangat jauh tentang kehidupan masa lalu ..."


"Ada apa denganmu? Apakah masa lalu Yusuke-kun tidak menyenangkan?"

__ADS_1


"Ya... Rena-chan, ayo kita bermain peran?"


"Hah?"


"Aku hanya akan memainkan peran seperti ini, aku akan menjadi Kim Chul, kamu memanggilku Chul."


Rena cemberut karena dia tidak menyukainya.


"Kenapa kamu meminta hal seperti itu, aku seperti berselingkuh jika aku memanggilmu dengan nama orang lain... akan terdengar aneh juga..."


Yusuke tersenyum tipis, dia melangkah pergi.


Dia mengikuti Yusuke.


"Kamu mau kemana, Yusuke-kun? Apa kamu marah karena aku menolak?"


"Aku sangat marah, aku sedang ingin kamu memanggilku seperti itu."


"Kamu minta aku memanggilmu seperti itu, akan sulit bagiku untuk memanggilmu dengan nama yang berbeda ..."


Yusuke berbalik dan tersenyum padanya.


Rena terdiam sedih oleh senyum Yusuke yang tidak bersemangat.


'Kenapa ...'


Rena melangkah dan melangkah sampai tepat di depannya.


"Oke. Chul-kun..."


"Kekeke jadi terdengar aneh..."


Rena menyentuh wajahnya dengan kedua tangannya, dia melihatnya dengan sejuta pertanyaan dari tatapannya.


"Jika kamu punya masalah ceritakan padaku Yusuke-kun. Aku tidak ingin kamu seperti ini. Kamu tahu aku akan ikut sedih saat kamu sedih?"


Yusuke tersenyum.


"Lalu, jika aku bernafsu, apakah kamu juga ikut bernafsu juga?"


"Kamu bodoh, tidak romantis! Kenapa kamu berbicara seperti itu?! Menyebalkan, kamu hanya tahu hal mesum!"


Rena merasa sangat kesal, ia menutup mulut saat baru menyadari berbicara terlalu nyaring.


Yusuke menikmatinya ketika Rena mulai banyak bicara, dia melangkah selangkah diikuti oleh Rena.


Yusuke hanya terkekeh saat baju belakangnya ditarik.


'Biarkan saja dia, nanti dia kesal dan bertindak.'


"Mengapa kamu diam, apakah kamu bosan?"


"Aku tidak bosan, aku hanya memikirkan seberapa banyak omelanmu membuatku menderita?"


Rena menggembungkan pipinya.


"Apakah kamu tidak suka aku mengomel?"


"Aku sangat suka waktu kamu mengomel di tempat tidur, kekeke... terus bilang, Yusuke-kun yang kiri, itu yang itu—"

__ADS_1


Rena mencubit lengan kanan Yusuke dengan ringan.


"Jangan bicara. Seseorang akan mendengarkan nanti."


"Bukankah itu baik karena mereka yang mendengar akan tahu bahwa kita begitu dekat sehingga bahkan kain pun tidak—"


Rena menutup mulut Yusuke.


"Diam... nanti aku pukul...!"


Tatapan itu membuatnya tak bisa bicara lebih banyak. Rena merasa malu untuk dilihat terlalu banyak walaupun nyatanya mereka sudah lebih dari sekedar melihat satu sama lain.


Rena yang gugup dan tersipu malu menjadi kesal saat tatapan Yusuke mengarah ke dadanya.


"Yusuke-kun ... kamu harusnya melihat wajahku ..."


"Wajahmu terlalu cantik, jadi aku melihat yang lain agar tidak malu."


Rena tersenyum tipis, dan menepuk kening Yusuke.


"Dasar mesum~"


Ketika mereka berdua kembali yang terlihat paling marah adalah ibu Rena yang memegang keningnya sendiri, dia tidak percaya putrinya yang begitu mudah menghilang bersama Yusuke.


Rena yang gugup, dia hanya malu dengan tatapan ibunya yang sangat berbeda dan butuh waktu lama untuk semuanya kembali normal.


Ayah Rena pun mengajak Yusuke berbicara empat mata.


Tak lama kemudian, Takeru datang menghampiri Rena yang sedang berbicara dengan ibunya.


Ibu Rena juga mengingat saat Rena lebih banyak membicarakan tentang Takeru saat Rena belum mengenal Yusuke.


Ibu Rena hanya tersenyum saat Takeru menyapanya dengan ramah.


"Rena-chan, bagaimana kabarmu?"


"Aku ... kabarku baik Takeru-kun."


Ibu Rena meninggalkan mereka berdua untuk berbicara satu sama lain, sementara Yusuke sibuk berbicara dengan ayah Rena.


Mereka berbicara dengan akrab seperti tidak pernah terjadi apa-apa di masa lalu. Rena menjawab secukupnya, dia tersenyum seramah mungkin, dia ingin mencari Yusuke.


"Rena-chan, kamu sangat berbeda dari sebelumnya. Kamu terlihat sangat cantik..."


Rena tersenyum canggung, dia tidak merasa senang karena yang memujinya bukan kekasihnya.


"Terima kasih atas pujiannya Takeru-kun, kamu terlalu berlebihan, aku seperti itu ..."


'Kapan ini akan berakhir...'


Takeru mengepalkan tinjunya erat-erat, dan berbicara.


"Aku masih... aku masih punya perasaan padamu Rena-chan..."


"..."


'Bukankah ini terlalu berlebihan...'


"Aku tahu ini terdengar tidak masuk akal, apa yang aku katakan ini serius, aku masih sama ketika aku mengatakan aku menyukaimu... aku harap kamu... menerimaku..."

__ADS_1


"Lucu sekali..."


__ADS_2