
Pikir Yusuke; jika semua ini sangat menggelikan bagi seorang remaja laki-laki di satu tempat di tengah tiga remaja perempuan yang membicarakan banyak hal. Dia tidak bisa mengikuti apa yang dibicarakan para remaja, dia melihat ponselnya dan mulai memainkan game Moba. Rena mendekat dan mengintip apa yang dimainkan Yusuke.
'Yusuke-kun terlihat bosan, aku harus menghiburnya...,'
Yusuke tersenyum, dia merasakan seseorang menyentuh tubuhnya dengan sangat lembut.
'Dia bahagia?'
Rena bersyukur metodenya berhasil untuk Yusuke.
'Kamu beruntung ada mereka di sini ... kalau tidak ada, aku akan memijatnya sesuka hatiku... kenapa otakku semakin rusak...?'
Minami dan Ayumi melihat Rena dan Yusuke semakin terikat.
Ayumi menatap Minami dalam diam.
Rena dengan malu-malu mengerakkan tangannya di antara kedua kaki Yusuke, sesuatu yang tidak akan diketahui orang lain karena meja yang menghalangi.
Yusuke mencoba duduk bersila dengan nyaman.
'Sial ... apa yang kamu lakukan Rena... dia sengaja memancing ikan yang mencari kedamaian?'
Yusuke menjawab pertanyaan dari Ayumi dan Minami yang saling bertanya secara bergiliran.
Rena memalingkan muka agar tidak tertawa karena menurutnya lucu, karena Yusuke terlihat gugup. Dan dia merasa sangat bagus cara Yusuke tetap fokus padanya.
Ayumi bertanya pada Rena.
"Apa yang salah denganmu?"
"Ah, tidak apa-apa, aku baru ingat sesuatu."
Minami tersenyum, dia lebih fokus melihat Yusuke yang terlebih bertingkah laku aneh.
Minami berbicara dengan kata-katanya yang ditujukan pada Rena.
"Apakah kamu akan tinggal di sini lama Rena-chan?"
Rena berkedip, dia cukup risih dengan pertanyaan itu.
Sesuatu yang aneh ditanyakan, posisinya adalah pacar Yusuke. Namun, Minami berbicara seolah-olah dia adalah pacar Yusuke, Rena tidak menyukainya dan menjawab.
"Saya berharap untuk terus di sini."
Ayumi menghela napas dalam hatinya bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi dari Minami dan Rena yang sesungguhnya adalah sahabat. Sejak Yusuke ada, semuanya menjadi sangat berbahaya sehingga menciptakan persaingan.
Yusuke menyadari bahwa semua ini akan sangat buruk dan yang terpenting adalah dia sudah berada di ujung tanduk.
'Sial, sial ini namanya, sial! Itu sangat keras!'
Rena menyelesaikan apa yang dia lakukan, dia mendengarkan semua yang dikatakan Ayumi berencana pergi ke pantai dalam dua hari ke depan.
Minami melihat Yusuke terlihat kesal sampai mengatupkan rahangnya, dia melirik ke arah Rena.
'Apakah mereka sedang tidak akur?'
Minami yang penasaran sampai berpikir itu sangat bagus; dia berpikir buruk.
"Teman-teman, permisi..."
Yusuke bangun dengan tergesa-gesa berbalik.
Rena terkekeh, dia benar-benar puas dengan usahanya sendiri dengan begitu berani.
Rena melihat Ayumi dan Minami.
'Sepertinya, mereka tidak melihatnya... syukurlah.'
Minami menatap Rena, yang tersenyum seolah sedang menunggu.
"Apa kalian berdua bertengkar? Yusuke-kun sepertinya kesal padamu?"
"Kami tidak bertengkar, mungkin karena dia kalah dalam game..."
"Ah, aku mengerti..."
Minami tersenyum kecut.
'Apa yang sedang kupikirkan?, dan mengapa aku berbicara seperti yang kupikirkan?'
'Minami ... kamu benar-benar menunjukkan kalau kamu menginginkan milikku, ya...?'
__ADS_1
Ayumi meratapi nasibnya di tengah perang.
'Aku merinding...'
Yusuke keluar dari kamar mandi dengan perasaan lelah, ia sangat kesal dan ingin membalas Rena jika Minami dan Ayumi sudah pulang.
'Beraninya kau Rena-chan...!'
Rena berusaha untuk tidak tertawa, telapak tangan di depan mulutnya, dia tersenyum menyebalkan dari sudut pandang Yusuke.
'Apakah kamu marah? Yusuke-kun pasti kesal, tidak masalah, karena dia jadi lebih memprioritaskanku.'
***
Ayumi dan Minami pulang, mereka hanya mengatakan akan mengundang untuk mengajak mereka pergi ke pantai.
"Rena-chan, apakah kamu sengaja melakukannya?"
Rena berkedip lugu, pipinya memerah.
Rena memilih diam, dia menatap Yusuke dengan tidak senang.
"Hey, kenapa kamu hanya diam?"
Rena duduk dan menonton televisi.
"Film yang bagus," gumamnya.
"Dia mengabaikanku?"
Yusuke pun duduk bersila, ia menyilangkan tangannya sambil menatap Rena yang masih sibuk menonton film.
"..."
"Rena-chan?"
"Aku melakukannya karena kesal."
"Hah?"
"Kamu terlalu fokus pada mereka, kamu lupa apa yang aku katakan."
"Jangan bilang, jangan bilang kamu cemburu pada orang yang menjadi temanmu?"
Mulut Yusuke terbuka, dia mendengarkan semua yang dikatakan Rena.
"Kamu terlalu fokus, terlalu fokus ..."
Yusuke tersenyum, dia memilih berbaring di lantai.
"Kamu labil."
Rena menatap dengan ekspresi sedih pada Yusuke yang berbicara.
"Aku tidak labil, aku seperti anak kecil jika kamu berkata begitu."
"Cemburu pada teman itu tidak baik."
"... You are mine."
"Kamu milikku..."
"..."
Rena semakin dekat untuk tidur. Lengan Yusuke berfungsi sebagai bantal Rena.
"Terlalu berlebihan Rena-chan."
"... apa aku berlebihan seperti itu?, aku tidak suka kamu melihat dan lebih fokus pada mereka ..."
"... jangan seperti itu lagi," Yusuke tersenyum. "Mereka adalah sahabatmu."
Yusuke melihat Rena yang lebih memilih tidur daripada menjawab perkataannya.
Yusuke tidak menyalahkan pilihan Rena, dia hanya tidak ingin sesuatu yang terlihat sepele menjadi masalah.
Rena pura-pura tidur dan menutup matanya, dia hanya menikmati sesuatu yang menenangkan.
'Aku tidak ingin kau pergi... hanya membayangkannya sudah menakutkan.'
"Apakah dia langsung tidur?"
__ADS_1
Yusuke melihat ke langit-langit rumahnya, dia tersenyum dan berbicara sendiri.
"Bagaimanapun kamu belum dewasa... aku memang menasihatimu dengan buruk... aku harap kamu tidak terlalu sedih... aku sudah gila bicara dengan Rena-chan yang tidur nyenyak," gumam Yusuke.
Rena tetap diam. Dia berpikir dan berpikir dengan semua yang digumamkan oleh Yusuke.
'Aku cinta kamu...'
Jam 09.04, pagi di Taman.
Rena melihat Yusuke yang sedang sibuk dengan gerakan familiarnya, yaitu tinju.
Rena menikmati pemandangan sambil menikmati; dia memakan rotinya.
Tak jauh dari tempat mereka berada, ada yang melihat dengan wajah sangat murung dengan apa yang dilihatnya.
'Dia...'
Rena melihat Chiya yang langsung memalingkan muka saat melihatnya.
Rena menarik napas dalam-dalam, dia tidak nyaman dengan gadis lain yang mencoba untuk lebih dekat dengan pacarnya.
"Apakah kamu membeli ini?"
"Kamu suka susu, tidak?
Yusuke menyunggingkan senyum, yang membuat bulu kuduk Rena berdiri.
"Kurasa aku suka."
"Kurasa?"
'Satu kata yang membunuh! Aku harus menyingkirkan cara bicaraku yang bisa membunuhku!'
"Ehem, aku suka susu, sangat suka sekali."
Rena tersipu merah, dia melihat arah mata Yusuke yang tidak sopan.
"Ini susunya," kata Rena sambil memberikan susu dengan wadah berbentuk kotak.
"..."
"..."
"Aku sangat kehausan..."
"Cepat minumlah dahagamu akan hilang."
"Apakah kamu mengerti apa yang aku maksud?"
- Blush!
"Yusuke-kun hanya mencintai mereka, tidak mencintaiku..."
"Sudah kubilang, mereka juga bagian dari dirimu jadi sama seperti aku juga mencintaimu."
Yusuke ikut duduk di bangku, Rena berkedip dan mengambil handuk kecil.
"Kamu banyak berkeringat..."
- Blush!
"... terima kasih..."
"..."
"Rena-chan?" Yusuke mendekat.
"Y-ya...?"
"Kamu sedang memikirkan sesuatu?"
"Ah, aku tidak memikirkan apa-apa," respon cepat Rena.
Yusuke menyunggingkan senyumnya.
Rena menggosok-gosok lengan kirinya, ia menahan suatu yang tidak nyaman.
"Yusuke-kun..."
"Ya?"
__ADS_1
Rena bangun dan kabur untuk pulang.
"... dia kenapa?"