Menyelamatkan Hashimoto Rena

Menyelamatkan Hashimoto Rena
Misi Pembibitan (21+)


__ADS_3

Yusuke terbelalak mendengar apa yang Rena katakan, Rena sekarang sedang meremas kaos dan memeluknya.


"Kamu, kamu milikku, Yusuke-kun milikku..."


Yusuke memeluknya senyaman mungkin.


"Aku milikimu dan juga kamu milikku."


Yusuke menyentuh kepala Rena saat mereka berpelukan, Yusuke berbicara lagi.


"Kita memiliki satu sama lain, kamu tidak curiga dan marah padaku lagi, kan?"


"Hiks... aku marah, aku masih marah."


Yusuke kesal dalam hati, karena yang di bawah tidak melihat kondisi mereka saat ini.


'Bodoh, tidak bisakah kamu diam saja, kenapa kamu bangun sekarang!'


Rena yang tadinya bersedih berubah menjadi sangat malu, sungguh kekasihnya sangat mesum dan berbahaya jika ditinggal bersama gadis lain.


"Kamu tidak boleh dekat dengannya ..."


"Haruskah?"


"Harus."


Dengan suara sedih Rena berbicara.


"Kamu sangat nakal, kamu tidak boleh mendekati gadis, begitu juga wanita dewasa."


"Aku akan mendapat masalah kalau begitu Rena-chan."


Rena menjadi lebih sedih dan bertanya.


"Bagaimana kalau kita menikah saja...?"


Yusuke kaget, itu sangat tidak mungkin karena mereka masih sekolah.


"Kalau saja kita bisa, kita masih pelajar."


Yusuke tersenyum dalam posisinya masih memeluk Rena yang masih menangis karena cemburu.


'Menikah ya... aku tidak percaya dia mengatakannya saat seperti ini.'


"Aku khawatir kamu akan selingkuh..."


'Dia langsung ke intinya?'


"Aku tidak akan selingkuh, jika aku melakukannya aku akan mati."


"Jangan bicara mati, aku tidak suka Yusuke-kun berbicara seperti itu."


'Aku salah bicara...'


"Kalau begitu aku tidak berbicara seperti itu di masa depan."


"Berjanjilah..."


"Aku berjanji pada langit, bahkan bumi."


'Ini seperti Dejavu...'


"Yusuke-kun..."


"Apa?"


"Saudara Yusuke-kun..."


"Abaikan saja dia..."


Yusuke sangat malu.


"Sangat aneh ..."


"Apa yang aneh?"


"Tiba-tiba bangun..."


"Ha-ha-ha, aku juga tidak tahu kenapa dia bangun, mungkin karena kamu menangis, jadi dia terbangun."


"Maaf Yusuke-kun, aku tidak bisa menepati janjiku..."


"Janji?"


"Dulu aku bilang aku akan mencoba berpakaian seperti dia, tapi..., aku, aku tidak menepatinya."


"Lupakan saja," jawab Yusuke.


Rena berhenti memeluk dan menatap Yusuke.


"Mohon bersabar lagi..."


"Lupakan saja tentang penampilan..."


'Aku harap kamu akan cukup berani untuk mencobanya.'


"Oke..."


'Ah, dia menyerah?'


"Yusuke-kun..."


Kedua tangan Yusuke menyentuh pipi Rena.

__ADS_1


"Lembut dan basah..."


Rena berkedip.


"Apanya?"


"Pipimu..."


Rena tidak bisa menyembunyikan senyumnya.


"Tangan Yusuke-kun hangatnya..."


'Bolehkah aku bawa dia ke tempat tidur?'


"Eh...?"


Rena terkejut karena kedua kalinya dia digendong seperti seorang putri.


"Yusuke-kun?"


"Waktunya bermain."


Rena berkedip.


Yusuke tersenyum cerah memperlihatkan gigi putihnya.


Rena mengerjap polos, dia dibaringkan di tempat tidur.


"Saya tidak mengantuk..."


"Kita tidak tidur, kita akan bermain."


"Bermain...?"


"Seperti waktu itu."


Rena gugup saat Yusuke mendekat, apalagi posisi kakinya sangat memalukan.


'Roknya!'


Rena melihat roknya terlempar ke lantai.


'Kamu jahat... Yusuke-kun.'


"CDnya sangat sopan, Rena-chan sekali ya, tapi sejak kapan kamu juga suka warna ungu?"


Rena menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


'Padahal sebelumnya kita bentrok dan berdamai...'


“Kakinya putih sekali, apa karena kamu sering pakai yang tertutup, kamu juga sering pakai stocking di sekolah?”


Rena mengambil bantal dan menutupi wajahnya.


'Aku baru datang, ini belum sehari...'


"Rena-chan?"


"Ya...?"


"Kalau tidak mau lihat boleh tutup mata."


"..."


Rena tetap mengintip.


Yusuke mencoba bersikap normal, dia sudah melihatnya berkali-kali dan tahu bagaimana melakukannya, dia juga sukses saat itu.


'Mengapa ini begitu menegangkan? Apakah karena bukan tugas dari sistem?'


"Yusuke-kun, tolong biarkan tetap tertutup saja, oke?"


"Oke..."


Rena merasa lega dan berusaha untuk tidak semakin malu.


'Tolong jangan bohong...'


Rena kaget, meski masih tertutup, sentuhan jari itu mengejutkannya.


Yusuke ingat dari kehidupan sebelumnya, dia telah menonton cukup banyak video, dan latihannya lebih menegangkan dari yang dia harapkan.


'Sialan, aku merasa ...'


Rena kaget karena Yusuke tidak menepati janjinya, dan CDnya dibuang begitu saja.


Rena ingin memukul pacarnya.


Tangannya bergerak dan meremas rambut Yusuke, Rena menggeliat tidak nyaman.


Mata terpejam sambil menggigit bibir lemah, banyak sentuhan asing di bawah sana. Dia merasa sangat hangat dan hangat di perutnya.


"Ssh..."


'Dia sangat menikmatinya?'


Yusuke menjilat dengan penuh minat, mengingat apa yang dia ketahui. Dia terlalu terburu-buru untuk mengejutkan Rena dengan sedikit kedutan karena terkejut.


"Ouch..."


Rena yang kehilangan kendali tidak bisa menghentikannya, tidak ada yang menutupi dirinya lagi. Rena melihat Yusuke masih sibuk dengan yang di bawah.


"Ssst, ah ..."

__ADS_1


[Misi Pembibitan: Hadiah 100.000.000, gagal hukuman mati]


'Sistem rusak! Nanti dia hamil!'


Yusuke sangat bingung melihat kelakuan Rena yang sudah rumit untuk dijelaskan.


'Kenapa dia seperti menunggu..., sial pengalamanku nol ...'


Yusuke merasa panas dan melepas bajunya, Rena tersipu, yang dilihatnya adalah wujud pria sejati.


'Tubuhnya... aku ingin memegang...'


Rena mencoba menyentuh Yusuke.


Rena menarik kembali tangannya, dia merinding.


Yang di bawah sana tersentuh dalam banyak hal; Rena menutup matanya dan menggigit bibirnya erat-erat.


"Ouch..."


'Saudara Yusuke-kun...'


Yusuke dalam keadaan linglung; jika menolak, ia akan mati? Jika dilakukan, Rena akan hamil?


'Sistem apa kau mau membunuhku?! Seharusnya tidak seperti ini! Masa depan pacarku masih panjang bajingan! Aku tahu bahwa aku memiliki cara berbicara seperti bajingan, tapi aku tidak ingin menjadi serius seperti ini, bermain-main dengan hal-hal dewasa sampai batas tertentu...'


"Mereka bergoyang ..."


Rena menggigit bibirnya saat melihat Yusuke terus menatap dadanya. Dia mengintip melihat yang di bawah dari celah jari-jarinya; masih sibuk mengelusnya berulang kali.


'Mama bilang itu akan sakit ...'


"Kamu takut?"


"Takut ..."


Yusuke merasa tidak nyaman, dadanya terasa sesak.


"Kamu benar-benar akan punya bayi ..."


Rena hanya tersipu merah.


"Tidak masalah ..."


'... dia menerimanya...'


Keringat bercucuran di dahi Yusuke, dia sangat gugup melakukan kesalahan.


'Sial, bahkan belum dimulai... itu terlalu sulit, aku meleset dua kali...'


"Ouch... Yusuke-kun...?"


"Ha-ha-ha, aku belum pernah melakukan ini, ha-ha-ha sial..."


Rena senang karena pacarnya juga gugup dan baru pertama kali seperti ini.


"Lakukan saja..."


"Mari berhitung..."


"Berhitung?"


Rena mengikuti Yusuke yang mulai menghitung; setiap gerakan mereka menghitung angka.


"Sakit..."


'Ini baru setengah jalan ...'


Yusuke menyuruh Rena menggigit bantal agar lidahnya tidak tergigit.


'Ini bahkan lebih sulit daripada latihan tinju...'


Yusuke tidak tahan ketika semuanya berakhir; Rena menangis karena sakit yang dirasakannya.


Yusuke mendekat untuk berbicara.


"Kalau kamu mau marah, marahlah, aku tahu ini sangat menyakitkan untukmu..."


"Hiks... Yusuke-kun..."


"Ya...?"


"Ini benar-benar sakit ..."


"Aku juga," Yusuke tersenyum. "Kamu meremas sangat keras keke ..."


Yusuke terkekeh untuk mencairkan suasana.


Rena merasa kesemutan dan merasa sakitnya yang mulai memudar, ia melihat Yusuke yang banyak mencari cara selama ia bergerak.


"Anggap saja sedang ada gempa..."


'Aku bajingan! Aku berbicara omong kosong!'


"Ini tidak sakit seperti sebelumnya ..."


"Apakah nikmat?"


Yusuke bertanya dengan lelucon konyol.


"Itu, aku tidak tahu..."


Kedua tangan Rena memegang tangan Yusuke, dia merasa sangat malu dengan gerakan aneh itu dan merinding ketika sesuatu yang asing mengikutinya.

__ADS_1


__ADS_2