
Satu minggu kemudian.
Orang tua Rena telah kembali dari liburan mereka.
Yusuke dan Rena menghabiskan waktunya untuk belajar.
Yusuke menatap Rena sambil menulis, ucapan yang langsung membuat Rena banyak berpikir.
"Apa kamu sudah memikirkan apa yang kukatakan Rena-chan?"
"Haruskah seperti ini?, aku harus mengurangi kecemburuanku?"
"Bukannya aku mengendalikanmu, aku tidak ingin hubungan antara kamu dan teman-temanmu menjadi renggang karena aku."
"Kenapa Yusuke-kun berpikir seperti itu?"
"Aku melihatnya, mereka pulang dengan tatapan aneh seminggu yang lalu kan?"
Rena mengangguk, dia tidak terlalu peduli dengan sikap Minami, Ayumi bahkan Chiya.
Dia hanya peduli tentang hubungan cintanya dengan Yusuke.
Seiring berjalannya waktu dengan musim yang lebih dingin, mereka berpakaian lebih tebal.
Rena merasa senang saat mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk berkencan.
Dalam perjalanan hubungan mereka banyak liku-liku yang selalu membuat Rena harus gigit jari menahan sikapnya yang berlebihan saat Yusuke berbicara dengan seorang gadis atau bahkan seorang wanita.
"Yusuke-kun suka bicara."
Rena melangkah pergi meninggalkan Yusuke yang sibuk dengan seorang wanita menanyakan alamat.
Yusuke hanya mengikuti tanpa banyak bicara dia lebih suka berjalan apa yang dia katakan.
"Mungkin akan turun salju dalam dua minggu."
Rena menengok, dan menjawab dengan anggukan.
"Yusuke-kun, apa akhir-akhir ini aku sangat menyebalkan?"
"Bagaimana, ya, kamu cukup menyebalkan kekeke ..."
Selama di rumah Rena berpikir untuk mengubah sikapnya, dia berusaha menjadi lebih baik setiap hari.
Dia mengatupkan rahangnya erat-erat saat melihat Chiya dan Yusuke rukun saat mereka berbicara.
Ia merasa tidak nyaman dan ingin marah, sayangnya di hari yang memang sedang tidak stabil emosinya.
Saat curhat ke ibunya, Rena ditertawakan oleh ibunya sendiri yang menganggap dirinya terlalu menekan Yusuke.
"Kalau kamu terus seperti itu Yusuke-kun akan merasa tertekan dan tidak nyaman, apakah kamu mau seperti itu, Nak?"
"Tentu saja aku tidak mau Yusuke-kun ditekan Maa..."
Rena membenamkan wajahnya di kedua tangannya saat berada di meja belajar.
'Aku tidak ingin dia tertekan...'
Saat suasana hatinya benar-benar sangat buruk orang yang datang adalah Takeru.
Rena berdiam diri di kelas untuk menunggu Yusuke yang sedang pergi ke Kafetaria sekolah.
Dai yang melihatnya hanya mendengarkan, dia masih sangat tertarik dengan Rena.
Namun, Dai harus mengambil resiko untuk menghadapi Yusuke jika memang menginginkan Rena menjadi miliknya.
Ketika Yusuke kembali ke kelas.
Dai berpura-pura bodoh dan pergi dengan tangan di saku celananya.
Yusuke hanya menertawakan sikap Dai, dalam hati Yusuke terkejut dengan gayanya yang menunjukkan sisi keren Dai, yang sebenarnya tidak terlihat seperti seharusnya.
__ADS_1
'Gorila itu punya gaya apa untuk terlihat keren?'
Yusuke melihat Takeru dengan kesal.
Semua orang di kelas sangat bersemangat, mereka akan berlibur panjang dari musim dingin ke musim semi.
Saat itu juga ada tahun baru nasional, setelah tahun baru internasional.
"Aku yakin Yusuke-kun akan naik kelas."
"Kekeke itu sudah jelas, dan kamu juga pasti naik kelas."
"Kita akan menjadi senior akan sangat menyenangkan."
"Ngomong-ngomong, apakah kamu akan menjadi ketua OSIS di kelas tiga?"
"Aku ingin Yusuke-kun menjadi wakilku."
"Kamu sungguh tidak bisa hidup tanpa aku ya, Rena-chan?"
Rena tersipu dan berbicara.
"Kamu menyebalkan, wajar kalau aku tidak bisa hidup tanpamu, kan?"
"Ya, aku juga tidak bisa hidup tanpa kamu pacarku yang cantik dan hebat di ranjang."
- Blush!
***
⟨ Rumah Hashimoto Rena ⟩
Tak hanya ayah Rena, ibu Rena juga dikejutkan dengan sesuatu yang sama sekali tidak terduga.
Di mana seorang remaja laki-laki melamar pacarnya.
Handa berhenti sejenak untuk mencari kata yang paling cocok untuk mengeluarkannya.
Handa berpikir lama hingga setengah jam berlalu.
Ia tidak menolak jika Yusuke melamar putrinya meski kenyataannya mereka masih berstatus pelajar sekolah.
Ibu Rena membujuk suaminya lebih lanjut untuk menerima Yusuke sebagai calon menantu.
Handa tersenyum tipis dan menghembuskan napasnya, seolah membuang beban yang dipikulnya di punggungnya.
"Aku akan memberkati hubunganmu, aku sangat setuju dari dulu."
Yusuke tersenyum puas saat melihat Rena yang hampir menangis.
⟨ Tower J ⟩
Rena menghela napas pasrah.
Dia tidak menyangka saat berkencan, dia akan bertemu Chiya, Minami dan Ayumi.
Rena bertingkah normal untuk tidak cemburu.
Kejadian kurang mengenakkan saat Chiya hampir terjatuh dan ditolong oleh Yusuke.
Chiya tersenyum dengan apa yang dilakukannya, Rena curiga itu hanya tipuan yang dibuat oleh Chiya.
Yusuke tersenyum canggung saat melihat Rena berusaha keras untuk tidak cemburu.
Sosok tak terduga lainnya adalah Takeru.
Takeru dan Chiya saling memandang.
Chiya tersenyum, dia benar-benar tidak tertarik dengan remaja yang terlihat baik di luar.
"Bagaimana kabarmu Rena-chan?"
__ADS_1
"Kabarku baik saja, Takeru-kun."
Chiya menatap Yusuke secara diam-diam.
'Kalian berdua benar-benar sama, terlalu cemburuan.'
Perasaan Yusuke semakin tidak enak, ia melihat Takeru yang sengaja banyak bicara dengan Rena.
Sebuah dorongan ringan membuat Yusuke menoleh ke arah Chiya yang sedang menatapnya dengan mata penuh minat.
Minami mendecakkan lidahnya saat semua orang tidak fokus padanya, dia kalah lebih cepat dari Chiya yang pandai mengambil resiko.
Rena diam-diam menatap Yusuke, Rena sangat puas karena sikap cemburu Yusuke.
'Kamu melarangku untuk cemburu, tapi kamu cemburu, ini sangat menyenangkan.'
Keningnya berkerut, ia kesal dengan apa yang dilihatnya.
Rena terlalu banyak bicara pada Takeru.
'Apakah kamu lupa bahwa aku sedang melihatmu sekarang?'
Yusuke berpikir untuk memberikan hukuman kepada pacarnya yang sibuk dengan pria lain.
Rena yang berniat bermain lebih lama dengan banyak bicara dengan Takeru.
Niat Rena ingin membuat Yusuke semakin cemburu.
Tatapan itu membuatnya panik hingga matanya begitu gelisah mencari objek yang dilihatnya untuk menenangkan diri.
'Yusuke-kun menyeramkan, tapi sangat keren kalau dia cemburu seperti itu.'
Dia menggigit bibirnya dengan lembut.
Yusuke dan Rena memikirkan hal yang sama yang mereka butuhkan; 'tempat yang tenang untuk mereka berdua bercinta.'
Dengan gaya acuh tak acuh Yusuke membawa pergi Rena.
Takeru sangat marah dan berniat untuk mengikutinya, tapi Chiya dengan cepat meraih tangan Takeru, agar dia tidak menyusulnya.
"Apakah kamu gila mengikuti seseorang yang sedang bersenang-senang?"
Takeru terdiam mendengar kata-kata Chiya.
'Tidak mungkin mereka bisa?'
Mereka menunggu lebih dari setengah jam.
Takeru yang sama sekali tidak bisa tenang, benar-benar terganggu oleh hal-hal negatif.
Saat keduanya kembali terlalu jelas untuk dilihat Chiya.
Dia yang paling berpengalaman sudah bisa menebak apa yang terjadi.
'Kalian rukun dengan kegiatan seperti itu, cukup mengesankan.'
Minami angkat bicara.
"Kalian terlalu lama."
Yusuke tersenyum canggung dan menjawab.
"Karena Rena-chan minta lagi dan lagi, aku jadi..."
Rena membekap mulut Yusuke.
"Yusuke-kun, jangan..."
Rena merasakan sesuatu yang menggelitik di telapak tangannya, dia tersipu merah.
Ayumi terbatuk untuk mencairkan suasana, dia merasa sangat tidak senang dan tidak senang dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
'Golongan orang mesum.'