Menyelamatkan Hashimoto Rena

Menyelamatkan Hashimoto Rena
Water Park


__ADS_3

Bukan baju renang yang sederhana, tentunya Yusuke memilih Rena untuk mengenakan bikini menjadi pemandangan yang indah untuk disaksikan oleh Yusuke. Sayang sekali dia yang tidak bisa melihat secara langsung karena Rena tidak terlalu ingin menunjukkannya.


"Bukankah kamu terlalu kejam dengan pacarmu Rena-chan? Aku ingin kamu memakai bikini biru langit itu."


Rena mendekat dan mencubit pipi Yusuke.


"Kamu nakal, genit, mesum, kamu menyebalkan."


"Kamu seharusnya menunjukkan padaku, kan?"


"Bodoh, ah. Tidak bisakah kamu melihat bahwa ada banyak pengunjung?"


"Tidak bisakah aku pergi ke ruang ganti, dan membantumu?"


Rena mengigit bibirnya ke dalam, dia menepuk dada Yusuke, dan pergi ke kasir.


Yusuke membayar cash, setelah ia merogoh sakunya.


Setelah keluar dari toko, Rena bicara.


"Yusuke-kun?"


"Ada apa?"


"Seharusnya aku yang membayar, kan? Akulah yang membutuhkannya."


"Jangan khawatir. Kamu pacarku, tugasku adalah membiayai kebutuhan kamu."


Rena tersipu malu.


"Benarkah? Aku baca di internet bukan begitu, lebih baik bayar sendiri, kan?"


"Maka kamu harus membayar dengan cara lain, jika kamu merasa tidak nyaman."


"Cara lain?"


"Dengan kamu membayar dengan dirimu sendiri sebagai gantinya, aku tidak butuh uang," kata Yusuke, senyum nakal di wajahnya.


"Kalau begitu aku tidak mau, kamu sangat aneh tersenyum lagi, aku merinding lho..."


"Kamu harus terbiasa dengan wajah asliku yang sebenarnya, Rena-chan."


"Wajah aslimu sangat me.na.kut.kan."


Yusuke terkekeh mendengar Rena yang bicara dengan menggemaskan.


⟨ Water Park ⟩


Yusuke menunggu Rena yang sedang berganti pakaian. Banyak gadis dan wanita diam-diam melihat Yusuke.


"Hey, dapatkah saya memiliki nomor kamu?"


Yusuke tersenyum ketika seorang wanita berusia 30-an bertanya padanya.


"Maaf. Saya tidak bisa memberikan Nona nomor saya."


"Oh, mengapa demikian?"


"Karena saya sudah menikah."


"Astaga, kalau begitu maafkan saya... kamu masih sangat muda, ya ampun..."


Wanita itu pergi ketika ketiga wanita memanggilnya.


"Hey, siapa dia? Apa dia pacar barumu lagi?"


"Geez... Aku tidak berkencan dengan pria yang sudah punya istri."


"Huh? Dia sudah punya istri?"


"Aneh bukan? Dia masih terlihat seperti pelajar."


"Mungkin dia terlalu bersemangat, haha..."


"Hahaha, tapi badannya seksi, sayang sekali."


"Yusuke-kun?"


Yusuke berbalik, dan melihat yang dia tunggu-tunggu.


Saking puasnya dengan menampilkan Rena yang cantik, sampai lupa cara berkedip.

__ADS_1


'Wow, bukankah mereka amazing, huh?'


"Ada apa? Apa aku terlihat aneh?"


"Kamu sangat cantik hari ini Rena-chan."


Rena tersipu, tapi melihat arah tatapan mata Yusuke; dengan jelas mengubah suasana hatinya.


"... Dasar..."


Mereka tidak berenang lama, mereka lebih menyukai wahana yang menyenangkan. Rena melihat sesuatu yang ingin dia coba dengan Yusuke, yaitu Water Slide.


"Kita akan bermain Water Slide, kamu yakin berani?"


Rena mengangguk mantap.


"Aku ingin mencobanya denganmu."


'Bagus sekali, berkali-kali aku bisa memeluknya dari belakang, hahaha!'


"Apakah kalian siap, tolong patuhi peraturan, paham?"


"Kami sudah paham," jawab Yusuke mewakili.


'Pemuda ini sangat sombong!'


"Bajingan, kenapa matamu melotot ke dada wanitaku?!"


"Apa yang kamu bicarakan?"


"Kamu pikir aku tidak bisa melihat ke mana kamu melihat, kamu pikir aku buta?"


Yusuke marah.


"Pemuda ini gila ..."


'Sial, dia menyadarinya.'


"Yusuke-kun, Yusuke-kun, stop."


"Stop?"


Rena terkejut bahwa matanya Yusuke begitu penuh amarah.


"Maaf... A-aku menjadi emosional."


Yusuke menatap pria itu dan menyuruhnya.


"Bajingan, tolong bantu kami, aku memaafkan untuk saat ini, bajingan tua."


'Sial, dari caranya berbicara, anak ini pasti seorang gangster...'


'Jika kau mulai mencari-cari gara-gara, aku akan menghabisi nyawamu. Aku tidak peduli dunia game ini memiliki pengaturan seperti adat istiadat negara J.'


Pria itu melanjutkan pekerjaannya.


***


Water Slide terasa tidak menyenangkan sampai mendarat di kolam. Yusuke membuat wajah masam dengan emosi. Dia menakuti Rena yang baru pertama kali melihatnya marah.


"Yusuke-kun, tolong berhenti marah, kamu menyakitiku…"


"Maaf. Kamu pasti tidak menyukaiku seperti ini, kan?"


Rena menjawab dengan gelengan kepala.


"Tidak. Kurasa tidak."


"Ini semakin tidak menyenangkan karena aku mengacau. Aku akan menggantinya, akankah kita memilih wahana lain?"


"Ya! Ayo pilih yang lain, jangan marah lagi, oke?"


"Aku tidak marah."


"Yusuke-kun?"


"Ya?"


"Terima kasih..."


"Aku terlihat sedikit keren, kan?"

__ADS_1


Rena mengangguk pelan.


⟨ Wave Pool ⟩


Kolam Ombak; gelombang ombak buatan yang menjadi ketenangan Yusuke, dia mulai sepenuhnya menghilangkan emosinya yang meluap sebelumnya.


Selanjutnya mereka menaiki perahu karet yang muat untuk dua orang, selama perahu karet itu mengikuti aliran air; Rena menatap Yusuke.


"Yusuke-kun masih marah?"


Yusuke tersenyum.


"Tidak lagi. Aku benar-benar tidak marah."


"Syukurlah, aku pikir kamu masih marah."


"Apakah Rena-chan sangat ketakutan?"


"Sedikit."


"Apa kamu senang, aku membela kamu seperti itu?"


Rena merona merah, ia mengangguk.


"Apakah kamu begitu bersyukur karena aku menjadi pacarmu?"


"Eh...? Kenapa kamu bicara ke arah itu?"


"Jawablah."


"Yes," jawab Rena.


Mereka berhenti di tujuan akhir mereka, dan mereka bersiap untuk berganti pakaian. Saat Rena sudah berganti pakaian, saat keluar yang menunggunya adalah Yusuke.


'Jika terus seperti ini, bagaimana mungkin aku tidak mencintainya?'


⟨ Apartemen Nakajima Yusuke ⟩


"Aku akan mengambilnya besok dari binatu."


"Apakah kamu sering pergi ke binatu, Yusuke-kun?"


"Yeah, karena tidak ada mesin cuci, aku pikir harus membeli rumah, agar lebih luas.


"Beli rumah?"


"Aku punya cukup uang untuk membeli rumah. Kamu tahu, kita butuh rumah."


Rena merona merah.


"K-kita?"


"Apa kamu tidak ingin kita menikah?"


"... Menikah?!"


Rena mengusap sudut mata kirinya yang berair, dia menjadi campuran antara sedih dan bahagia.


"Kamu jahat sekali, kamu tidak bisa berbohong seperti itu, kan?"


"Aku tidak berbohong. Aku serius."


"... Bisakah aku memukulmu Yusuke-kun?"


"Huh?"


"Aku akan memukulmu jika kamu berbohong."


"Pfft... Hahaha, baiklah, baiklah, kamu bisa memukulku semaumu jika aku berbohong."


Rena menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Yusuke merenung dan merentangkan tangannya.


"Haruskah aku mendapatkan hadiah?"


{ Heart Points: 7 > 8/10}


Rena mendekat dan memeluk Yusuke, Rena menyembunyikan wajahnya karena malu. Yusuke mengusap punggung Rena.


"Apakah kamu lebih mencintaiku Rena-chan?"


"Kumohon diam dulu. Jangan bicara dulu ..."

__ADS_1


'Apakah dia terlalu bahagia? Aku beruntung.'


.


__ADS_2