
Rena menatapnya heran karena Yusuke memiliki ekspresi yang tidak biasa.
"Kenapa kamu menatapku dengan wajah seperti itu Yusuke-kun?"
"Aku tidak menyangka kita akan menjadi sepasang kekasih seperti ini."
Rena tersenyum dan menjawabnya.
"Bahkan kita jauh dari sepasang kekasih."
"Kamu tidak tahu kalau pacaran kita sangat umum dilakukan semua orang," Yusuke mengedipkan mata kirinya.
"Aku kira demikian."
Rena mendekat dan memeluknya, kekasihnya punya pikiran satu arah yang lurus dan monoton, tapi Rena tidak benar-benar kesal.
"Ayo kita cari mereka."
"Iya," jawab Rena.
Saat mereka berjalan bersama, tidak jauh dari mereka di satu arah Ayumi dan Minami datang ke arah mereka.
'Wow, mereka berani langsung memakainya.'
Rena melihatnya, wajahnya menjadi gelap, karena Yusuke terlihat sangat menikmatinya melihat Ayumi dan Minami.
'Mengapa mereka menunjukkan semuanya secara langsung, bahkan miliknya lebih dariku...'
Yusuke hanya tersenyum melihat tingkah Rena yang mudah cemburu pada apa pun tentang seorang gadis yang mencoba dekat.
"Minami-chan terlihat sangat se—"
Rena menyikut Yusuke.
Ayumi berada dalam posisi yang sulit karena permintaan Minami. Ayumi telah mencoba mengingatkan Minami bahwa dia tidak bisa lepas dari sikap keras kepala yang dia miliki.
Yusuke cukup puas memancing emosi Rena.
Yusuke tersenyum puas, dan masih bisa merasakan sensasi lembut di lengannya.
'Dia sangat cemburu.'
Sorot mata Minami benar-benar menunjukkan bahwa dia sangat cemburu, dia sangat cemburu sehingga dia tidak menyembunyikannya dengan baik.
'Meskipun dia tidak menyukai Yusuke-kun sebelumnya.'
Minami dan Ayumi berjalan cukup jauh di belakang Rena dan Yusuke.
Minami sangat ingin mengunyah ibu jarinya sendiri.
"Gunakan akalmu, apakah kamu cemburu?"
Pertanyaan Ayumi yang langsung membungkam mulut Minami secara tidak langsung, Minami tersenyum mengalihkan perhatian dari pertanyaan itu.
"Apa yang kamu katakan?, aku tidak mendengar."
"Pura-pura tuli."
Rena menatap dengan tatapan marah, ia merasa kesal dan kesal karena Yusuke terlihat terpikat dengan penampilan Minami dan Ayumi dalam balutan pakaian mereka.
"Apa yang salah denganmu?"
__ADS_1
"Aku marah, tidak bisakah kamu melihat."
"Waw~"
Rena merasa tidak nyaman dengan respon Yusuke ketika dia mengolok-oloknya.
Yusuke tersenyum saat mereka berempat bermain bola di tepi pantai, permainan bola voli pantai yang menyegarkan.
'Kenapa dia melihat Minami sejak tadi?'
Rena dengan marah mengarahkan bola tepat ke wajah Yusuke.
Yusuke yang memiliki reflek yang baik dan menghindar dari keadaan terburuk. Rena merasa bersalah tapi Minami yang datang lebih dulu ke Yusuke.
"Kamu sangat buruk, mengapa itu memukulmu tepat di wajah?"
"Ha-ha-ha, aku sudah lama tidak bermain voli jadi seperti ini."
Rena menatapnya lelah.
'Kenapa dia sengaja mencarinya, aku ingin memukul Yusuke-kun!'
"Yusuke-kun, jangan berpura-pura."
"Aku tidak berpura-pura Rena-chan, aku benar-benar terkena bola darimu."
Rena berusaha untuk tetap tersenyum sebaik dan semanis mungkin dan meminta Yusuke pergi, ada sedikit pertengkaran yang tidak biasa dari Rena dan Minami.
Ayumi menengahi agar keduanya tidak bertengkar. Yusuke tersenyum seperti itu juga tidak membuat suasana menjadi lebih baik. Ayumi melihat Yusuke tampak menikmatinya.
Yusuke menghitung dengan hati dan menemukan jawaban pasti yang semakin meyakinkannya bahwa Rena sudah terlalu jauh jatuh cinta.
"Yusuke-kun, kita harus bicara sekarang!"
"Dia tidak cocok untuk Yusuke-kun."
Ayumi hanya bisa membantu dengan membawa Minami pergi dari tempatnya.
⟨ Area Kafe ⟩
"Yusuke-kun, sebenarnya apa yang kamu lakukan, kenapa, kenapa kamu sengaja terkena bola? Aku tahu kamu pura-pura terkena bola."
"Aku tidak berpura-pura, kamu benar-benar pandai bermain bola voli sampai memukulku tepat di wajah."
"Aku yakin kamu bisa memblokir bola."
Yusuke memegang belakang lehernya sambil tersenyum pada Rena yang berusaha untuk tidak marah.
Rena memegang lengan kirinya sambil memikirkan apa yang akan dia katakan selanjutnya.
"Kamu melihat Minami ke titik di mana matamu akan keluar, aku tidak suka melihatnya."
"Ya ampun, kamu terlalu berlebihan Rena-chan, aku tidak seperti itu."
Rena menatapnya dengan mata berkaca-kaca dan bertanya.
"Apakah aku tidak cukup untuk kamu lihat?"
'Gila! Rena berbicara seperti ini benar-benar tidak mungkin!'
Rena merasa lebih baik ketika pipi kirinya disentuh, dia merasa sangat tidak berdaya dan segera tenang dari emosinya yang membara.
__ADS_1
Yusuke menduga bahwa perubahan mendadak itu mungkin karena efek poin.
'Jadi tidak sama seperti yang kupikirkan, tetap berjalan normal membuatnya patuh.'
"Apakah karena kamu melihat bahwa karena dia jauh lebih baik dariku, aku sudah terlihat lebih baik, apakah ini kurang?"
"Tidak ada yang kurang darimu."
Rena melihat sekeliling tidak ada kehadiran orang lain. Rena dengan berani memeluknya dengan emosional.
"Sudah kubilang kamu adalah milikku."
"Kamu seperti posesif."
"..."
Rena tidak menjawab karena ucapan posesif itu sendiri tidak normal untuk sebuah hubungan, itu yang diketahui Rena saat membacanya di internet.
"Tidak ada yang berharga lagi... aku telah membaca banyak hal dan aku khawatir kalau kamu akan pergi."
Rena murung saat dia memeluknya.
"Kamu terlalu banyak membaca, tapi itu tidak salah karena itu adalah kebenaran yang dialami oleh banyak orang yang berkencan."
Rena menjadi sangat sedih.
"Aku tidak ingin hidup, jika hubungan kita berakhir, aku tidak ingin kita berpisah..."
Yusuke gugup karena mengingat akhir yang buruk dalam game yang dimainkannya.
Yusuke membalas pelukan dan ciuman di kepala sebelah kanan, Rena merasa lebih tenang dia kembali normal dengan emosi yang stabil.
⟨ Kamar Minami dan Ayumi ⟩
Yusuke mengajak Rena berbicara dengan Minami.
Mereka berdua yang canggung pada awalnya memutuskan untuk berdamai tidak membuat keributan seperti sebelumnya.
Ayumi yang masih dengan kebiasaan memainkan ponselnya, sebenarnya sangat fokus mendengarkan pembicaraan mereka berdua.
Rena hanya menekankan bahwa lebih baik Minami tidak mendekati Yusuke dengan maksud untuk lebih menjalin hubungan dengannya daripada berteman.
Minami yang malu dia mencoba untuk tetap tenang, dia setuju. Minami setuju begitu mudah sehingga dia tidak menunjukkan kecurigaan Rena.
Yusuke tersenyum puas sambil menyilangkan tangannya, dia melihat Rena yang tidak terbawa emosi sudah menjadi pemandangan yang indah untuk cara pandang yang aneh.
Yusuke bicara.
"Karena masalah kita sudah selesai, bagaimana kalau kita pergi ke kafe? Kalian akan sangat senang dengan kafe yang kita tuju."
Minami tersenyum dan berbicara.
"Kafe macam apa yang membuatmu begitu antusias?"
"Kafe yang bagus, aku melihatnya dengan Rena-chan tadi."
Rena mendengarkan Yusuke dan Minami berbicara satu sama lain, Rena tidak ingin mengungkit masalah baru dan cemburu lagi, dia sudah berdamai dengan Minami.
'Bodoh sekali kalau aku marah lagi, ah... sepertinya mereka rukun.'
Rena melihat Ayumi yang masih terlihat sangat santai.
__ADS_1
Ayumi hanya tersenyum tipis, dan melakukan apa yang dia lakukan sejak tadi.
'Hanya melihat dan mendengarkan mereka sangat melelahkan bagiku ...'