Menyelamatkan Hashimoto Rena

Menyelamatkan Hashimoto Rena
Tidak Ada Bedanya


__ADS_3

Sesuatu yang menyakitkan tidak pernah hilang dari hidupnya adalah apa yang dialami Chiya, yang mengingatkannya pada masa lalu.


Dan tidak jauh berbeda bahkan yang saat ini lebih buruk baginya.


Hidupnya sudah lama buruk, dan dia bukan lagi bagian dari keluarga. Mata kosong itu melihat banyak bangunan bertingkat dari jendela kaca.


Hidupnya tinggal di apartemen mewah bersama seorang remaja laki-laki bajingan, kehidupan seperti simpanan yang kini ia nikmati.


"Aku sangat menikmati tinggal di sini."


Seorang remaja yang hanya mengenakan handuk di pinggangnya, dia menjawab telepon dengan bahasa yang tidak dimengerti Chiya.


"Aku akan menutup telepon dulu, aku sedang sibuk."


"Apa yang kamu lihat?"


Shin memeluknya dari belakang dan caranya sangat intens.


"Apakah kamu tidak punya mata? Aku sedang melihat pemandangan."


"Kamu memiliki cara bicara yang buruk."


"Caraku berbicara seperti ini, aku tidak terbiasa dengan bahasa yang sopan."


"Begitu ya, lalu kenapa kamu berbicara baik-baik dengan Yusuke?"


Chiya mendecakkan lidahnya, dia mendorong tangan Shin.


"Akan ada festival musim panas segera, aku ingin pergi bersamamu."


Chiya menatap tajam, jawabnya.


"Aku tidak suka pergi ke tempat-tempat seperti itu."


"Apakah kamu hanya sekolah dan di sini, kamu menolak kencan dan menolak pergi ke festival? Apakah kamu ingin punya anak?"


"Apa yang kamu bicarakan bajingan, mengapa kamu berbicara tentang anak!"


"Karena kamu terus mengurung diri, kamu tidak menerimaku dengan baik meskipun kamu sangat menikmati semua yang aku lakukan padamu?"


Chiya hanya melihat ke arah lain.


Chiya mendorong tangan Shin yang hendak menyentuh wajahnya.


Shin mendecakkan lidahnya, meremas rambut hitam Chiya dengan kasar.


"Jika kamu tidak mengubah sikapmu selama seminggu, kamu akan menyesalinya."


Rambut hitam dan mata hitam menunjukkan warna asli Chiya, dan Shin tersenyum percaya diri bahkan Yusuke tidak akan mengenali Chiya lagi.


Dalam hatinya sendiri Chiya tidak ingat melihatnya dengan penampilan yang membuatnya sangat muak dengan dirinya yang dulu tapi bajingan yang bersamanya selalu bersikeras.


Suara berbisik di telinga kanan membuatnya tersentak dengan kata-kata itu.

__ADS_1


"Setelah lulus, aku akan membawamu ke negara K. Aku akan mengurus semuanya."


"Bajingan, aku tidak mau untuk apa aku harus pergi ke negara orang lain!"


"Apakah kamu ingin membusuk di sini dan dihancurkan? Apakah kamu pikir seseorang akan membantumu di masa depan?"


"Aku tidak mau, lebih baik tinggal di negara sendiri. Aku punya banyak cara untuk menghadapi hidup sendiri!"


"Aku tahu hidupmu telah hancur. Sepertinya barang, kau telah rusak."


"Sebenarnya apa yang kamu inginkan, kamu harusnya sudah puas denganku, kan?"


"Aku menyukaimu, kamu terlihat seperti seseorang."


"Hah, siapa?"


"Aku, kita berdua hancur dan kita cocok."


"..."


"Pikirkan tentang hal ini jika kamu ikut denganku, aku akan pergi dan tidak membuat Yusuke dalam masalah, bukankah itu terdengar bagus?"


"Kau mengancamku lagi."


"Jadi bagaimana?"


"Selama kau tidak membahayakan nyawa Yusuke, aku akan ikut denganmu."


"Dasar idiot masih memikirkannya, dia bahkan punya pacar, kamu harus sadar diri."


Dia tersenyum di dalam dan ingin membayar sesuatu yang sama jika Shin seperti yang diperkirakan adalah orang kaya, dia akan mendapatkan kekayaan itu untuk imbalannya.


***


Misi sampingan untuk membantu orang tua Rena.


Pekerjaan mudah saja; dia menjadi sosok yang baik hati dan rajin, imbalannya lumayan meski hanya 500.000.


Setiap ia mendapatkan tugas, uang yang menjadi imbalan ia tabungkan, dan menyisihkan beberapa untuk cukup 2 bulan.


Menghela napas sambil mencabut rumput liar di taman bunga, dia menyesal tidak mengambil tindakan cepat seperti sekarang. Yusuke merasa bodoh dan terlalu rendah hati. Namun, dia tersenyum tulus.


Dia bisa lebih santai karena Rena sibuk membantu ibunya, jika gadis remaja itu mendatanginya, dia pasti akan menekankan dadanya ke punggungnya.


"Pikirkan apakah mereka menjadi lebih besar karena aku? Tidak mungkin, apa yang orang katakan hanyalah sesuatu yang tidak masuk akal."


Yusuke melihatnya.


"Sial, bahkan lebih menggoda ..."


Rena melihat Yusuke menatapnya, dia berkedip dan tersenyum main-main untuk menggoda.


Senyum yang diberikan, merespon dengan gerakan jari telunjuk yang mengejutkan.

__ADS_1


Hashimoto Hikari memandang Yusuke dengan pandangan tidak senang bahwa hal-hal yang tidak sopan tidak boleh ditujukan yang tentu saja membuat situasi di antara mereka berdua menjadi canggung.


Siang hari keduanya mendapat ceramah panjang agar tidak membiasakan sesuatu yang tidak baik. Dengan gerutuan kesal dan kata-kata yang ditekankan, Hikari berbicara.


"Jangan seperti itu lagi, mengerti? Kalian bebas melakukan apa saja karena kami memberimu kebebasan."


Tatapan itu tertuju pada Yusuke yang memilih untuk diam, dia tidak bisa berkata apa-apa karena dia salah. Rena menatapnya dengan tatapan sedih.


Rena membuka mulutnya untuk berbicara.


"Tolong jangan memarahi Yusuke-kun."


"Kamu membelanya lagi? Kamu terlalu membela Yusuke-kun."


Perkataan ibunya sangat mengejutkan dirinya termasuk Yusuke.


"Kamu mulai berani, ya?"


"Bukan begitu Maa..."


"Aku sudah mendengar suara tinggimu beberapa kali sayang."


Rena menundukkan kepala sambil duduk bersimpuh dengan kedua kakinya, ia mengaku sering tidak sopan membela Yusuke.


Yusuke terdiam karena yakin ada perbedaan yang jelas.


Dengan rasa pencelupan yang kuat di hatinya, Yusuke begitu yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi dari perubahan sistem yang tidak lagi membantu menjadi lebih ekstrim.


Satu kata yang menjadi kesimpulan yang dia ambil adalah bahwa dia harus berhati-hati bahwa banyak yang berubah dan jika dia mengambil tindakan yang salah, itu akan berakibat buruk.


Rena bangkit dan menghampiri ibunya untuk memohon agar Yusuke tidak diusir dari rumah. Hikari tersenyum dan menekankan bahwa hal semacam itu tidak akan terjadi.


Rena tersenyum bahagia, berjanji akan lebih baik dan sopan, tidak kasar lagi jika ingin membantu Yusuke saat dia dalam kesulitan di rumah.


"Dan lagi, ingat ini untukmu Yusuke-kun, jangan berlebihan saat bersama Rena, apakah kamu mengerti maksudku?"


"Saya mengerti ... saya akan lebih berhati-hati."


'Aku harus lebih memperhatikan sistem yang tidak lagi berjuang untuk mengubah sikap orang lain. Aku harus mulai tidak gegabah.'


Tidak banyak imbalan dari sistem seperti sebelumnya ditambah lagi tidak membantu ketika dalam keadaan sulit, dia merasa semuanya semakin rumit dan realistis.


Keringat dingin mulai mengucur saat ia banyak memikirkan yang harus pintar dalam mengambil keputusan, ia harus lebih bijak dalam menetapkan batasan.


Saat suara pintu tertutup terdengar oleh Yusuke, yang dilihatnya adalah Rena yakin kini perlahan melangkah maju mendekatinya.


Yusuke tersenyum padanya dan bertanya.


"Jangan sedih Rena-chan, aku salah karena tidak sopan."


Rena menggelengkan kepalanya dan menjawab.


"Bukan salahmu sendiri, aku menggodamu sejak awal."

__ADS_1


Rena tersenyum tipis bersiap untuk memeluk Yusuke yang menangkap pelukan itu dan membalas pelukannya.


Rena berdiri berjinjit untuk mulai mencium dengan semangat penuh hingga terlintas sebuah bayangan untuk lebih mementingkan kesopanan tapi dia terlalu lemah dengan gairah kekasihnya.


__ADS_2