
Oh Yong menghela nafas setelah mendengar seluruh ceritanya. ‘’Aku bisa mengerti kalau kedua orangtuamu pergi karena sebuah pekerjaan. Tapi, kenapa sampai harus menjual rumah kalian dan menyewa apartemen?’’
‘’Hehe, itu karena aku ingin hidup mandiri,’’ jawab Sae Ju.
‘’Kau bisa hidup mandiri di dalam rumah, daripada menghamburkan uang orangtuamu untuk menyewa apartemen,’’ omel Oh Yong.
Sae Ju hanya tersenyum dan meminta sahabatnya itu untuk tidak khawatir.
‘’Baiklah. Setelah pulang sekolah nanti, aku akan mampir ke apartemenmu dan kita akan makan bersama,’’ kata Oh Yong membuat Sae Ju langsung panik.
‘’Andwe! Haha! Itu tidak perlu.’’
Semua teman sekelasnya menatap Sae Ju dengan wajah bingung, sedangkan gadis itu tersenyum kaku.
‘’Ah wae? Kau bertingkah seperti menganggapku beban saja sehingga melarangku datang,’’ kata Oh Yong.
‘’Heh, aniya Oh Yong-ah. Aku tidak pernah menganggapmu seperti itu,’’ kata Sae Ju merasa tidak enak.
‘’Lalu kenapa kau melarangku datang?’’ tanya Oh Yong.
Sae Ju memasang wajah masam. Dengan pelan, ia memajukan kepalanya dan berbisik. ‘’Masalahnya adalah pemilik apartemenku itu memiliki watak yang temperamental.’’
‘’Mwo? Jinjja?’’ tanya Oh Yong semakin penasaran.
‘’Hm. Kemarin, tetangga di sebelah hanya kedatangan seorang tamu yang membawa bingkisan, dan pemilik apartemen langsung marah dan mengamuk. Dia mengambil bingkisan itu dan membuangnya ke bawah lalu memukuli sang tamu.’’
Oh Yong langsung menganga sambil membengkap mulut. ‘’Kalau aku datang dan membawa banyak makanan, dia akan membuangnya lalu memukuliku. Woah, sepertinya pemilik apartemenmu itu sudah gila.’’
__ADS_1
Sae Ju hanya tersenyum kecut dengan wajah sendu.
Mianhe Oh Yong-ah karena aku harus membohongimu, ucapnya dalam hati.
......................
Kediaman Go
Para pelayan yang sedang bersih-bersih di dalam kediaman hanya menunduk dengan wajah tegang. Entah kenapa, mereka bisa merasakan tekanan dari nyonya Hae Ri yang sedang berada di ruang tamu saat ini.
‘’Aku dengar Nona Muda kembali masuk ke sekolah hari ini karena mendapatkan izin dari Tuan Muda.’’
‘’Ah, itu berarti alasan diamnya Nyonya Besar pasti ada hubungannya dengan hal itu.’’
‘’Wah, aku sampai merinding merasakan suasana di ruangan ini.’’
Nyonya Hae Ri yang memejamkan mata sejak tadi akhirnya membuka mata. Hal itu membuat para pelayan langsung kembali ke pekerjaan mereka.
Wanita dewasa itu mengingat bagaimana putranya mendukung Sae Ju di ruang makan.
Seol Won tidak pernah mempertanyakan atau membantah ucapanku. Ini pertama kalinya dia melakukan hal itu, terlebih lagi karena Kim Sae Ju, kata Nyonya Hae Ri dalam hati.
Ia langsung memasang wajah serius sambil mengepalkan tangan.
......................
Zachking Group
__ADS_1
Sekretaris Roiy mengetuk sebelum masuk. Setelah mendapat izin dari sang direktur, ia pun membuka pintu dan menghampiri Seol Won. ‘’Hoejang-nim, semua orang telah berkumpul di ruang rapat.’’
*Hoejang-nim berarti pemimpin untuk perusahaan besar yang membangun dari awal.
Seol Won menutup dokumen yang ia periksa barusan dan berdiri lalu bergegas bersama pria tadi. Tidak lama kemudian, keduanya menuju ke ruang rapat. Setelah tiba, orang-orang di dalam ruangan langsung berdiri untuk menyambutnya.
Sang direktur menuju ke kursinya dan duduk. ‘’Welcome everyone. Thank you for coming. Let’s get the ball rolling. On the agenda….’’
......................
Sekolah
Setelah bel berbunyi, semua siswa pun berbondong-bondong untuk pulang. Sae Ju dan Oh Yong saling berpegangan tangan hingga gerbang sekolah.
‘’Haa … Padahal aku sangat ingin mampir ke apartemenmu,’’ cemberut Oh Yong.
‘’Mianhe Yong-ah. Kapan-kapan kita bisa keluar bersama,’’ kata Sae Ju.
Oh Yong mengangguk sambil tersenyum. Begitu supir pribadinya datang, ia pun pamit duluan. Sedangkan Sae Ju menatap ke sekitar dan melihat mobil hitam dari jauh. Tanpa bertanya pun, ia sudah tahu kalau itu pasti utusan nyonya Hae Ri. Ia pun segera bergegas menghampiri.
......................
Kediaman Go
Begitu masuk di dalam, Sae Ju langsung berhenti saat melihat nyonya Hae Ri sudah duduk di ruang tamu seperti biasa. Ia pun merapikan bajunya lalu berjalan sopan menghampiri wanita tersebut. ‘’Siomoni … A-Aku pulang.’’
Dengan wajah tenang, nyonya Hae Ri berdiri menghampiri Sae Ju. Ia menatap gadis itu untuk sesaat hingga akhirnya melayangkan tamparan. ‘’Bukankah sudah kubilang panggil aku Nyonya Besar? Kau benar-benar tidak takut kepadaku, ya?’’
__ADS_1
Sae Ju menunduk dengan mata berkaca-kaca sambil memegang sebelah pipinya. ‘’Aku tidak berani Nyonya Besar.’’