
‘’Tidak! Jangan ke kamar!’’ pekik Nyonya Hae Ri membuat langkah Seol Won terhenti.
Oh tidak. Apa yang baru saja kukatakan? Kalau begini, Seol Won akan semakin curiga, paniknya dalam hati.
Seol Won mengerutkan dahi melihat ibunya terdiam. ‘’Kenapa?’’
Nyonya Hae Ri masih diam dengan wajah tegang. Ia berusaha tidak melakukan gerakan yang mencurigakan sambil mengontrol raut wajahnya sebisa mungkin.
‘’Eomma?’’ panggil Seol Won.
‘’Ne? Um, keuge(itu) … Mianhaeyo Seol Won-ah,’’ jawab Nyonya Hae Ri.
‘’Kenapa Eomma meminta maaf? Sebenarnya ada apa ini?’’ tanya Seol Won.
Belum sempat nyonya Hae Ri menjawab pertanyaan putranya, seorang dokter langsung datang membuat Seol Won semakin bingung.
‘’Nyonya Besar saya sudah datang. Bagaimana kondisi Nona Muda?’’
Mendengar ucapan sang dokter, Seol Won pun menatap ibunya. ‘’Ada apa dengan Kim Sae Ju?’’
......................
Kamar
__ADS_1
Kepala pelayan beserta bawahannya langsung membungkuk begitu nyonya Hae Ri dan Seol Won tiba.
Dokter pun mengecek kondisi Sae Ju. Ia terkejut saat menyentuh tangan gadis itu. Bukan hanya tangan, tapi seluruh tubuh gadis itu begitu dingin. ‘’Kulit yang membengkak dan berwarna pucat, serta kristal es mulai terbentuk di jaringan kulit … Ini gejala frostbite!’’
‘’Apa?’’ tanya Seol Won ikut terkejut.
Berbeda dengan kepala pelayan yang sudah tahu apa yang terjadi, nyonya Hae Ri membuang wajahnya yang saat ini memancarkan raut tegang.
‘’Saya akan menceritakannya,’’ kata Kepala Pelayan memotong ucapan.
‘’Tuan Muda, ini bukanlah kecelakaan yang tidak disengaja. Sebenarnya Nyonya Besar me—‘’
‘’Kim Sae Ju ada di ruang pendingin sepanjang hari,’’ kata Nyonya Hae Ri memotong ucapan.
‘’Setelah melihat kedatangan So Goo Jun dan Yoon Song Ki, dia mungkin berniat ingin menyiapkan camilan dan mencari bahan di ruang pendingin, sampai akhirnya terkunci di dalam sana. Ini semua salah Eomma,’’ sedih Nyonya Hae Ri.
‘’Frostbite adalah kondisi ketika kulit dan jaringan di bawahnya rusak atau mati akibat paparan suhu yang sangat dingin. Yang dialami Nona Muda saat ini adalah gejala tingkat 2, superficial frostbite. Kerusakan jaringan tubuh Nona Muda belum parah, sehingga jaringan tubuhnya tidak perlu dibuang dengan melakukan operasi’’ kata Dokter.
‘’Apa pun itu segera lakukan penanganan!’’ perintah Seol Won.
......................
Alam Bawah Sadar
__ADS_1
Terlihat sosok Sae Ju yang tengkurap di tengah-tengah badai salju. Gadis itu membuka matanya dan melihat ke sekeliling hanya ada es yang mengelilinginya.
‘’Sangat dingin,’’ kata Sae Ju mengeluarkan asap dari mulutnya.
Matanya kembali tertutup, tidak peduli saat ini tubuhnya sudah membeku. Ia bisa merasakan setiap inci dari tubuhnya telah diselimuti es, sehingga hanya pasrah akan ajal menjemput.
Tiba-tiba sebuah tangan menggenggamnya. Meski berat, Sae Ju membuka matanya dan melihat sebuah tangan kekar.
Siapa? Tangan siapa yang menggenggam tanganku? Apakah itu appa atau eomma?
Namun karena begitu dingin, kesadarannya menurun drastis, membuatnya kembali memejamkan mata.
Sae Ju-ah?
Deg!
Sae Ju membuka mata dengan wajah lemas bukan main. Ia hanya menatap langit-langit kamar sambil mengerjapkan mata berulang kali.
Aku masih hidup? Kupikir aku akan mati, ucapnya dalam hati.
Dahinya berkerut merasakan sesuatu sedang menindih tangannya.
Deg!
__ADS_1
Mata Sae Ju membulat besar melihat tangan Seol Won menggenggamnya sambil pria itu tertidur dengan kepala terkulai di kasur.