Mertuaku Ibu Suri

Mertuaku Ibu Suri
Bab 42 Permintaan Maaf


__ADS_3

Song Ki tersenyum semanis mungkin. ‘’Nona Yong, apakah aku sudah boleh membawanya pergi?’’


‘’Oh? Dengan senang hati! Silahkan bawa kemana saja. Aku mendukung hubungan kalian. Jangan khawatir, aku jago merahasiakan hubungan orang,’’ kata Oh Yong.


‘’Kalau begitu, mohon kerja samanya,’’ senyum Song Ki.


‘’Maaf, aku sedang sibuk dan kami berdua memiliki urusan,’’ kata Sae Ju.


‘’Ani! Kami tidak memiliki urusan sama sekali. Sae Ju hanya menunggumu jadi aku menemaninya,’’ kata Oh Yong.


‘’Benarkah? Kebetulan sekali. Kalau begitu kami pergi dulu,’’ kata Song Ki pamit lalu menarik tangan Sae Ju.


Oh Yong menatap Sae Ju yang memberi kode agar mencegahnya pergi. Tapi ia memberi kode balik dengan menunjuk kedua matanya dan mengarahkan kedua jarinya tadi kepada Sae Ju. ‘’Kau berutang banyak penjelasan kepadaku.’’


‘’Mwo? Yak Park Oh Yong! Tolong aku!’’ teriak Sae Ju tanpa bersuara.


......................


Perjalanan…

__ADS_1


Song Ki yang menyetir hanya tersenyum sambil sesekali melirik Sae Ju di sampingnya. Dilihatnya wajah gadis itu dari pantulan kaca. ‘’Hubungan dekat dan satu atap itu tidak bohong. Kau adalah istri salah satu teman dekatku, dan satu atap itu saat aku dan Goo Jun mengunjungi kalian.’’


Sae Ju mengeryitkan alis tanda kesal dan mengabaikan pria tadi.


‘’Kau sepertinya marah kepadaku?’’ tanya Song Ki.


‘’Aku tidak ingin bicara denganmu,’’ kata Sae Ju tanpa merubah posisinya.


Sebelah alis Song Ki terangkat. ‘’Nona Yong sangat mendukung hubungan kita berdua. Dia teman yang baik.’’


Sae Ju masih diam membuat Song Ki menganggap gadis itu memang marah kepadanya dan tidak ingin bicara.


‘’Yang dikatakan Nona Yong itu membuatku terkejut. Aku tidak tahu kalau kau ternyata menyukai—‘’


‘’Eh? Bukankah ada orang yang tidak ingin bicara denganku?’’ goda Song Ki.


Wajah Sae Ju langsung merona bukan main, dan kekesalannya bertambah. Namun, ia memilih diam dan kembali membuang wajah.


......................

__ADS_1


Café


Sebuah mobil putih terparkir di depan sebuah bangunan berkaca. Song Ki menatap Sae Ju yang benar-benar mengabaikannya. Ia pun menuruni mobil dan hendak memasuki café.


Setelah memastikan kepergian pria tadi, Sae Ju langsung melepaskan sabuk pengaman. Begitu hendak membuka pintu mobil, saat itu juga suara terkunci langsung terdengar. Ia pun menoleh ke arah Song Ki dan melihat pria itu tersenyum sebelum akhirnya masuk dalam salah satu bangunan.


‘’Eish, namja itu mengunci mobilnya. Kenapa tidak menguncinya sejak tadi kalau begitu? Argh!’’ kesal Sae Ju mengotak atik mesin di depannya lalu menarik sabuk pengaman berulang kali.


Akan tetapi itu semua sia-sia saja. Sae Ju menghela nafas panjang karena mengamuk tidak jelas. ‘’Benar-benar membuat orang kesal. Sebenarnya ada apa dengan pria itu sampai membawaku pergi? Apakah ini kawin lari? Penculikan terang-terangan? Argh, karena tidak bawa uang jajan, aku jadi sangat lapar. Eish jinjja … Kalau Nyonya Besar sampai tahu aku keluyuran lagi, dia akan menyiksaku habis-habisan. Bagaimana ini?’’


......................


Puluhan menit kemudian, Song Ki datang melihat Sae Ju duduk manis. Ia pun kembali masuk dan menutup mobil.


‘’Ini untukmu. Cepat makan sebelum meleleh,’’ kata Song Ki.


Sae Ju mengerutkan dahi sampai akhirnya melotot. ‘’Waffle kesukaanku! Hem! Aku tidak menerima sogokan, dan tidak akan termakan tipuanmu.’’


‘’Ini hanya permintaan maafku karena tiba-tiba membawamu pergi secara paksa,’’ senyum Song Ki.

__ADS_1


‘’Kebetulan uang jajanku habis. Jadi permintaan maafmu aku terima,’’ kata Sae Ju langsung menyantap waffle tadi.


Song Ki terbelalak sampai akhirnya terkekeh pelan. ‘’Kau benar-benar menarik.’’


__ADS_2